Tiket Pesawat Hampir Ludes Jelang Puncak Mudik

Adapun untuk rute mudik favorit, Lion Air Group mencatat sejumlah destinasi masih menjadi primadona penumpang, di antaranya Bali, Makassar, dan Padang.

Tiket Pesawat Hampir Ludes Jelang Puncak Mudik
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Mada/YU)
Daftar Isi

Maskapai penerbangan diperkirakan akan meraup berkah besar pada periode mudik Lebaran 2026 seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.

Hal ini terlihat dari lonjakan permintaan tiket pesawat yang sudah mulai terlihat sejak beberapa pekan sebelum hari raya, dengan tingkat keterisian kursi (load factor) yang mendekati penuh di sejumlah rute favorit.

Berbagai maskapai merilis persiapan untuk mendukung kebutuhan angkutan mudik Lebaran 2026. Salah satunya adalah Lion Air Group yang menyiapkan sekitar 1,5 juta kursi pesawat untuk menyambut puncak mudik yang diperkirakan jatuh pada hari ini, Rabu (18/3).

Presiden Direktur Lion Air Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengatakan Lion Air Group belum dapat melakukan kalkulasi perbandingan jumlah kursi yang disediakan pada tahun ini dengan periode Lebaran 2025 serta nilai yang didapatkan maskapai per tahunnya. Namun ia memastikan terdapat lonjakan di beberapa rute padat.

"Namun penyediaan kapasitas tersebut dilakukan melalui optimalisasi armada serta penambahan frekuensi penerbangan di sejumlah rute padat. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman menggunakan transportasi udara," kata Daniel kepada SUAR di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Ia juga memperkirakan adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang dinilai dapat mempengaruhi pola perjalanan masyarakat. Perubahan perilaku pemudik akibat fleksibilitas kerja tersebut membuat maskapai masih memantau dinamika permintaan secara bertahap.

Adapun untuk rute mudik favorit, Lion Air Group mencatat sejumlah destinasi masih menjadi primadona penumpang, di antaranya Bali, Makassar, dan Padang.

"Tingginya permintaan pada rute-rute tersebut mendorong maskapai untuk meningkatkan kapasitas dan frekuensi penerbangan, guna memastikan kebutuhan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran dapat terpenuhi dengan baik," kata dia.

Presiden Direktur Lion Air Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi (Foto: Dokumen Pribadi)

Garuda Indonesia Group Siapkan 1,3 Juta Kursi

Garuda Indonesia Group, mencakup maskapai Garuda Indonesia dan Citilink menyiapkan 1,3 juta kursi penerbangan untuk puncak mudik Lebaran 2026. Kapasitas tersebut disiapkan untuk periode perjalanan 14–29 Maret 2026. 

Direktur Operasi Garuda Indonesia Dani Haikal Iriawan mengatakan dari total kapasitas 1,3 juta kursi tersebut, 616.000 kursi disediakan oleh Garuda Indonesia, dan 742.000 kursi disediakan oleh Citilink.

Selain itu, tersedia 7.634 frekuensi penerbangan, terdiri dari 3.325 penerbangan Garuda Indonesia dan 4.309 penerbangan Citilink.

Dani menambahkan, sebagai langkah antisipatif terhadap tingginya permintaan, Garuda Indonesia Group juga merencanakan 449 penerbangan tambahan

Penerbangan tambahan ini terdiri dari 146 penerbangan Garuda Indonesia dan 303 penerbangan Citilink.  Adapun sejumlah rute yang diproyeksikan tinggi peminat meliputi: Jakarta–Padang Jakarta–Medan Jakarta–Balikpapan,Jakarta–Pekanbaru Jakarta–Jambi Jakarta–Singapura Jakarta–Jeddah Jakarta–Madinah

Garuda Indonesia memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026.

“Kesiapan kapasitas penerbangan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode libur Lebaran," ujar Dani dalam siaran persnya yang diterima SUAR di Jakarta (16/3).

Lebih lanjut disampaikan, kesiapan operasional tersebut didukung oleh 101 armada, yang terdiri dari 60 armada Garuda Indonesia, dan 41 armada Citilink. Armada Garuda Indonesia meliputi 6 Boeing 777-300ER, 11 Airbus A330 Series, dan 43 Boeing 737-800NG. Sementara armada Citilink terdiri dari 39 Airbus A320 dan 2 ATR 72-600.

Selain kesiapan armada, Garuda Indonesia Group juga memastikan kesiapan awak pesawat, sistem operasional, hingga layanan pelanggan selama periode angkutan Lebaran.

Garuda Indonesia juga mengaktifkan Posko Lebaran di sejumlah hub utama serta melibatkan karyawan melalui program piket operasional peak season. untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama libur Lebaran, Garuda Indonesia Group memperkuat kesiapan operasional dan layanan secara menyeluruh.

Persiapan yang dimaksud mulai dari memastikan kesiapan awak pesawat, menjaga kelaikan armada melalui perawatan berkala, standar layanan dan mitigasi irregularities, hingga memastikan kesiapan infrastruktur sistem dan layanan ground handling.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memprediksi pergerakan penumpang penerbangan di 37 bandara Indonesia, yang dikelolanya, mencapai 9,03 juta orang selama periode Lebaran 2026.

Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir mengatakan proyeksi tersebut mengalami peningkatan 2-3 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Pergerakan penumpang kurang lebih tadi sembilan juta (orang), ada kenaikan sekitar dua sampai tiga persen," ujar dia dalam press conference yang dihadiri SUAR.

Ia melanjutkan untuk menyambut peningkatan pergerakan penumpang mudik Lebaran ini, pihaknya menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung baik operasional dan pelayanan.

Dukung kelancaran mudik Lebaran

Pemerintah memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan berbagai langkah strategis mulai dari memastikan kondisi jalan mulus saat dilalui hingga menyiagakan posko tanggap darurat di titik-titik rawan.

“Untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, Kementerian PU memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap serta menyiapkan posko dan tim tanggap darurat. Tim ini akan mengidentifikasi lokasi rawan longsor, banjir, maupun titik kemacetan dan bersiaga di posko selama masa mudik,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Ida Nurfarida dalam konferensi pers Kesiapan Infrastruktur dan Pangan Jelang Nyepi dan Idulfitri, di Jakarta, Rabu (18/3).

Ida juga menjelaskan bahwa pekerjaan konstruksi yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas dihentikan sementara selama periode mudik. Selain itu, Kementerian PU juga telah memperbaiki jalan nasional secara intensif untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dilalui masyarakat.

“Pada jaringan jalan nasional telah ditangani sebanyak 102.389 titik lubang. Dan tim tetap siaga di lapangan untuk melakukan penanganan cepat apabila muncul lubang baru,” tambahnya.

Kementerian PU juga menyiapkan sejumlah posko dan tim tanggap darurat agar pemudik merasa aman dan nyaman saat berkendara. Posko ini bersiaga di lokasi-lokasi rawan banjir, rawan longsor, dan di titik-titik kemacetan.

“Kami juga menyiapkan disaster relief unit, lengkap dengan tim pendukung, Kami juga ada piket dan bekerja selama 24 jam,” kata Ida.

Penumpang pesawat menunggu jadwal penerbangan di Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Rabu (18/3/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/agr)

Rincian rekayasa lalu lintas

Sementara itu Direktur Utama PT Jasa Marga Persero Tbk, Rivan Achmad Purwantono, menyampaikan kesiapan infrastruktur dan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik selama Lebaran 2026.

Menurut Rivan, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret dengan dominasi kendaraan menuju arah timur atau Trans-Jawa. Menurutnya, terjadi dua gelombang arus mudik, yakni pada 14 Maret dan 18 Maret.

“Hari ini (18 Maret) diperkirakan mencapai 256 ribu LHR-nya (lalu lintas harian). Dan semalam terbukti sudah 221 ribu, (ini) adalah yang tertinggi sejak 13 Maret yang lalu,” katanya.

Para pemudik terpantau 50 persen ke arah timur, yaitu ke arah Trans-Jawa. Dan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan pemudik, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah ruas tol fungsional yang dapat digunakan saat arus mudik maupun arus balik.

Beberapa di antaranya adalah Tol Fungsional Jakarta-Cikampek 2 Selatan. Tol ini digunakan terutama pada saat arus balik dari Cipularang atau dari Bandung menuju Jakarta sepanjang 50 kilometer. Mulai dari Sadang sampai dengan Setu.

Selain itu, ruas tol fungsional lain juga telah disiapkan di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Seperti untuk Tol Fungsional Yogyakarta–Solo atau sebaliknya dengan jarak sekitar 11,48 kilometer.

“Kali ini lintasan ruas tol sudah sampai di wilayah Yogyakarta atau tepatnya Purwomartani dari Kalasan. Ini sangat membantu untuk masyarakat yang melakukan mudik,” katanya.

Tol fungsional selanjutnya adalah ruas Yogyakarta–Bawen di seksi 6, yaitu Bawen–Ambarawa sepanjang sekitar 5 kilometer. Keberadaan tol ini membuat masyarakat tidak perlu keluar tol dari Bawen dan langsung bisa menuju Ambarawa.

Dan satu lagi tol fungsional yang akan diaktifkan selama arus mudik dan balik adalah ruas Probolinggo—Besuki sepanjang sekitar 50 kilometer. Ruas ini diperkirakan akan memangkas perjalanan yang cukup signifikan

Rivan juga menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan one way akan diterapkan apabila terjadi kepadatan kendaraan selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Kemarin sore ketika (kepadatan) mencapai 30 persen, bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas, kami memutuskan untuk one way. One way dimulai dari KM 70 (Tol Jakarta—Cikampek) sampai dengan KM 263. Di awal ini dengan contraflow satu lajur di kilometer 44, (kemudian) contraflow dua lajur di kilometer 55, dan dilanjutkan one way sepenggal sampai KM 263,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno mengatakan pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan harus memperkuat koordinasi untuk memastikan pelaksanaan mudik Lebaran berjalan aman dan lancar. Sinergi dilakukan antara Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, otoritas bandara, serta maskapai penerbangan guna mengantisipasi lonjakan penumpang. 

“Fokus utama diarahkan pada aspek keselamatan penerbangan, kesiapan armada, hingga optimalisasi slot penerbangan agar tidak terjadi penumpukan di bandara,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta (17/3).

Selain itu, pengelola bandara seperti Angkasa Pura Indonesia bersama maskapai juga meningkatkan layanan bagi penumpang, mulai dari penambahan personel, penguatan sistem informasi penerbangan, hingga pengaturan alur keberangkatan dan kedatangan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman sekaligus meminimalkan potensi gangguan selama periode puncak arus mudik dan balik.

Baca selengkapnya