Dampak inflasi terhadap dunia usaha, kebijakan pemerintah, dan daya beli masyarakat.
Kenaikan suku bunga acuan BI Rate perlu dibarengi upaya mencegah turunnya konsumsi rumah tangga. Pemberian subsidi bunga dan kemungkinan turunnya harga BBM nonsubsidi dapat mulai dipertimbangkan.
Kondisi ekonomi tahun 2026 yang tidak sedang baik-baik saja dirasakan oleh para pekerja, buruh, atau karyawan. Upah rata-rata buruh/karyawan berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional Februari 2026 turun 1,3% dibandingkan Agustus 2025.
Stabilitas daya beli masyarakat saat ini tengah menghadapi tantangan. Penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan PT Pertamina (Persero) 10 Juni lalu menambah kekhawatiran daya beli akan melemah.
Kombinasi tekanan ekonomi dari sisi supply dan demand mendorong Indonesia mendekati jurang stagflasi. Pemulihan kredibilitas makroekonomi menentukan sejauh mana RI bisa menjauh dari bahaya tersebut.
Perkembangan tingkat inflasi tahunan di Indonesia sepanjang 2025 hingga Mei 2026 menunjukkan pola volatilitas yang dinamis. Kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memegang peranan yang sangat krusial.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2026 naik ke tingkat 3,08% secara tahunan (Year on Year/YoY), dengan inflasi month-to-month mencapai (0,28)%.
Tekanan inflasi yang tercatat dalam IHK pada bulan April tercatat lebih rendah dibanding kondisi Maret 2026 yang mengalami inflasi 0,41% mtm.
Pengeluaran untuk perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi kelompok pengeluaran utama masyarakat di tahun 2025, menggeser pengeluaran untuk makanan dan minuman. Selain itu, kondisi geografis juga menentukan prioritas pengeluaran masyarakat.
Inflasi kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,07% memberikan andil terbesar, mencapai 0,32% terhadap total inflasi bulanan.
Lonjakan konsumsi di saat Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri menjadi siklus musiman yang mendorong kenaikan inflasi. Pada Maret 2026, siklus tersebut kembali berulang, dengan kenaikan harga terutama pada komoditas pangan.
Mengamati komponen peningkatan inflasi awal 2026 ini, terdapat kecenderungan disebabkan oleh Cost-Push Inflation (Inflasi Dorongan Biaya) daripada Demand-Pull.
Kenaikan ini masih disebabkan basis perhitungan inflasi tahunan lebih rendah atau low base effect akibat diskon tarif listrik pada Februari 2025. Namun, pasca lebaran yakni April 2026, inflasi diperkirakan akan melandai dan terkendali.
Menampilkan 12 dari 19 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.