Roundtable Decision: Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026: Kemitraan, Permodalan, dan Teknologi

Forum diskusi SUAR dengan pemangku kepentingan terkait Dekarbonisasi Industri Indonesia Diselenggarakan pada 03 Februari 2026.

Indonesia memasuki fase penting dalam transformasi industri menuju ekonomi rendah karbon. Seiring meningkatnya tekanan global terhadap isu perubahan iklim dan komitmen nasional untuk mencapai target emisi, sektor industri memegang peran strategis dalam menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan. Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026 hadir sebagai kerangka arah dan panduan bagi pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk bertransisi secara terencana, bertahap, dan berkelanjutan.

Peta jalan ini merumuskan strategi, kebijakan, serta teknologi kunci yang dibutuhkan untuk mengurangi intensitas emisi tanpa menghambat daya saing dan pertumbuhan industri nasional. Fokus utamanya mencakup peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, penerapan teknologi bersih, serta penguatan ekosistem inovasi dan pendanaan hijau. Dengan pendekatan yang terintegrasi, dekarbonisasi tidak hanya dipandang sebagai kewajiban lingkungan, tetapi juga sebagai peluang transformasi ekonomi dan peningkatan nilai tambah industri.

Melalui Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026, diharapkan tercipta sinergi antara kebijakan pemerintah, kesiapan pelaku industri, dan dukungan masyarakat luas dalam mewujudkan industri yang lebih hijau dan tangguh. Dokumen ini menjadi landasan penting untuk memastikan bahwa langkah menuju dekarbonisasi berjalan seiring dengan penciptaan lapangan kerja, ketahanan energi, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.

Rundown Acara

Rundown Acara

Waktu Detail Acara
13.00 – 14.00 Registrasi + Snack
14.00 – 14.05 Pembukaan oleh Moderator
14.05 – 14.20 Keynote Speaker Wakil Energi dan Sumber Daya Mineral RI
14.20 – 14.50 Diskusi di antara Pembicara
14.50 – 15.10 Tanggapan dan Pendalaman Antar Narasumber
15.10 – 16.00 Tanya jawab dengan Peserta
16.00 – 16.25 Merumuskan Rekomendasi
16.25 – 16.30 Penutup

Laporan Spotlight "Dekarbonisasi Industri Indonesia"

Sebelumnya, SUAR telah melakukan liputan serta kajian komprehensif mengenai berbagai upaya percepatan dekarbonisasi dan pengembangan energi hijau di sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, teridentifikasi sejumlah aspek kunci yang perlu diperkuat untuk mendukung transisi energi berkelanjutan, antara lain percepatan penyediaan infrastruktur energi bersih, peningkatan akses dan kesiapan fasilitas pendukung bagi pelaku industri dan energi terbarukan, serta penyederhanaan dan penguatan sosialisasi kebijakan, insentif, dan skema pembiayaan terkait dekarbonisasi.

Selain itu, Tim SUAR menghimpun pandangan dari pelaku industri, pengembang energi hijau, regulator daerah, serta analis kebijakan melalui Survei Semesta Dunia Usaha guna memetakan berbagai tantangan dalam implementasi dekarbonisasi. Temuan tersebut menjadi dasar perumusan langkah-langkah strategis yang dapat ditempuh oleh pemerintah daerah dan sektor swasta untuk mengoptimalkan potensi energi terbarukan, menurunkan emisi karbon secara berkelanjutan, serta mendorong investasi hijau dan penciptaan nilai tambah jangka panjang bagi daerah.

Ringkasan Eksekutif: Potensi Ekonomi Energi Terbarukan
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional mencapai 19% hingga 23% pada 2030. Kebijakan bauran energi di Indonesia bertujuan meningkatkan porsi EBT secara bertahap, dengan target awal 23% pada tahun 2025. Sektor EBT mendorong adanya investasi bidang penyimpanan karbon. Di mana pasar ini diharapkan
Devisa Kuat dengan Kemandirian Energi (1)
Stagnasi transisi energi tidak lepas dari lemahnya komitmen politik yang tidak lagi menjadi prioritas utama pemerintahan saat ini.
Green Energy, Bisnis Masa Depan Penuh Cuan (2)
Bisnis energi terbarukan diharapkan menjadi ekosistem baru pendukung pertumbuhan. Pemerintah hadir melalui BPI Danantara, berinvestasi di banyak sektor penyediaan energi hijau.
Untung Besar Menabung Karbon (3)
Menangkap karbon, menyimpan dan memanfaatkannya, menjadi bisnis model baru yang potensial mendatangkan investor besar. Indonesia punya bakal gudang karbon hingga 600 gigaton.

Liputan Khusus Energi Hijau: Menggerakkan Masa Depan Indonesia

Realisasi Investasi Dorong Peningkatan Kapasitas Pembangkit EBT
Indonesia terus memacu langkah menuju transisi energi yang berkelanjutan. Kebutuhan akan pasokan listrik yang melimpah, namun tetap ramah lingkungan, menjadi syarat agar Indonesia tetap kompetitif di kancah global.
Memperluas Pasar Karbon Indonesia ke Tingkat Global
Indonesia memiliki stok unit karbon yang cukup besar untuk bisa diperdagangkan hingga ke tingkat global. Ajang COP30 pada November 2025 di Brasil nanti menjadi kesempatan untuk menjaring investor karbon global sebanyak-banyaknya.
Waste-to-Energy Jadi Magnet Investasi Eropa di Indonesia
Uni Eropa menunjukkan minat besar berinvestasi di Indonesia terutama di sektor energi baru dan terbarukan, seperti energi dari sampah (waste-to-energy). Kapasitas PLTSa berpotensi ditingkatkan dalam sepuluh tahun ke depan menjadi 452,7 MW.

Liputan lengkap acara Roundtable Decision terdahulu

Ringkasan Eksekutif Roundtable Decision: Memacu Penggerak Ekonomi Baru
Sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia membuktikan bahwa kebijakan hilirisasi dan pengembangan KEK berhasil menarik investasi global, memperkuat ekspor, serta membuka peluang besar bagi munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. KEK memang tak sekadar sebagai zona produksi dengan segala macam fasilitas yang diberikan pemerintah. KEK menjadi semacam
Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Berdaya Saing Global
Kendati potensinya besar, KEK perlu terus dikembangkan potensinya agar berdaya saing dibanding KEK negara lainnya.
Ringkasan Eksekutif Roundtable Decision: Kekuatan Ekonomi Pekerja Migran
SUAR menggelar diskusi Roundtable Decision: Kekuatan Ekonomi Pekerja Migran Indonesia pada Kamis (18/9/2025) di Jakarta. Hadir sebagai pembicara: Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Anggota DPR & Chairman Panasonic Gobel Rachmat Gobel, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan
Menyambut Migranomics Era Prabowo (1)
Pemerintah menyadari penguatan sektor pekerja migran sebagai solusi penguatan ekonomi bangsa. Tak hanya sebagai peraih devisa, tenaga migran juga menjadi agen pembangunan.

Simak acara SUAR lainnya

Jadi anggota SUAR untuk menjadi peserta acara diskusi ekslusif

Dukung SUAR Sekarang