Survei Akhir Tahun (End of Year/EOY) oleh Gallup International pada Desember 2025 melaporkan tentang kondisi dunia yang terbelah dalam menatap tahun 2026: Optimisme di Global Selatan dan Kecemasan di dunia Barat.
Beberapa temuannya:
- Secara global, sebanyak 37% responden percaya bahwa 2026 akan menjadi tahun yang lebih baik dibandingkan 2025. Sementara, 25% memperkirakan akan lebih buruk dan 31% lainnya menyatakan tidak akan ada perubahan besar.
- Optimisme yang paling kuat berada di wilayah Global Selatan, dunia Arab, Asia Selatan, beberapa negara Afrika, dan Amerika Latin. Sementara kawasan Eropa Barat dan Timur optimisme lebih rendah.
- Hanya satu dari empat responden (24%) yang mebayangkan kemakmuran ekonomi terjadi pada tahun 2026, sementara 40% responden membayangkan kesulitan ekonomi.
Selain itu, jika dilihat berdasarkan kelas sosial-ekonomi, responden dari kelompok berpendapatan rendah lebih optimistis 2026 akan membawa kemakmuran. Sedangkan responden yang merupakan kelompok berpendapatan tinggi menyatakan pandangan yang sebaliknya.
Di tengah persepsi tentang ekonomi dunia yang terbelah antara Global Selatan dan dunia Barat, faktor perdamaian menjadi penentu stabilitas global. Namun, sebanyak 40% responden memperkirakan dunia akan menjadi lebih bermasalah pada tahun 2026. Ketika suatu negara/kawasan dilanda konflik atau perang, dampak ekonominya akan dirasakan oleh berbagai negara.
Selain survei oleh Gallup International, ada pula survei oleh McKinsey & Company yang dilaporkan pada November 2025 mengenai penggunaan kecerdasan buatan atau AI di organisasi atau perusahaan. Survei tersebut menyatakan sejak era baru kecerdasan buatan dimulai, banyak perusahaan yang mempertimbangkan AI untuk transformasi bisnis. Meski diakui penggunaannya belum merata, AI diyakini dapat meningkatkan kinerja perusahaan melalui efisiensi biaya, tambahan pendapatan, dan inovasi.
Beberapa temuannya:
- Sebanyak 80% responden mengatakan perusahaan mereka menetapkan efisiensi sebagai tujuan dari inisiatif AI.
- Hanya 39% yang melaporkan adanya dampak terhadap laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) bagi perusahaan.
- Mayoritas responden (64%) mengatakan bahwa penggunaan AI di organisasi mereka telah meningkatkan inovasi.
Terkait dampaknya terhadap penggunaan tenaga kerja, setiap organisasi mempunyai perspektif masing-masing. Ada yang menyatakan hanya sedikit atau bahkan tidak ada perubahan dalam jumlah karyawan akibat penggunaan AI. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa penggunaan AI oleh organisasi mereka justru menyebabkan penambahan jumlah karyawan pada fungsi tertentu.
Selamat membaca, Chief!