Di tengah ketidakpastian global yang semakin tajam, isu transparansi kembali menjadi sorotan utama dalam tata kelola korporasi.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat daya saing nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Ferry Irawan menyampaikan bahwa transformasi tata kelola keberlanjutan adalah langkah strategis untuk memastikan ketahanan ekonomi Indonesia. Menurutnya, keterbukaan yang kredibel dan akuntabel akan menjadi penentu stabilitas pasar sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat.
“Ketika ketidakpastian global meningkat, investor justru semakin selektif memilih tempat berinvestasi. Mereka akan bertahan di negara dengan fundamental kuat, regulator yang kredibel, serta korporasi yang konsisten menerapkan tata kelola yang baik,” ujarnya dalam acara sosialisasi ARA 2025 di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (11/05/2026).
Ferry mengatakan di tengah berbagai tantangan global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan resiliensi yang kuat. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level tertinggi di kelompok negara G20 dengan capaian sekitar 5,61 persen di kuartal I/2026.
Selain itu, tingkat inflasi dinilai tetap rendah dan stabil di kisaran 2,4 persen, disertai penurunan angka pengangguran dan tambahan sekitar 1,9 juta tenaga kerja baru berdasarkan data Februari 2026.
Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi membutuhkan percepatan investasi, peningkatan produktivitas, serta penguatan sektor prioritas seperti pertanian, manufaktur, hilirisasi, ekonomi digital, dan ketahanan energi.
Untuk mencapai target tersebut, Indonesia memerlukan aliran modal yang konsisten, baik dari dalam maupun luar negeri, yang sangat bergantung pada tingkat kepercayaan terhadap kualitas tata kelola pemerintah dan korporasi.
"Modal hanya akan mengalir pada saat terdapat tingkat percayaan terhadap kualitas tata kelola, baik dari sisi perintah maupun di sisi korporasinya," katanya.
Hal itu menegaskan pentingnya tata kelola yang kredibel untuk menjaga arus investasi.
Annual Report Award (ARA) 2025
Sejalan dengan itu, Komite Nasional Kebijakan Governans (KNKG) melalui Annual Report Award (ARA) 2025 menekankan transparansi sebagai fondasi kepercayaan dan keberlanjutan korporasi.
Dengan tema “Raising the Bar on Sustainability Governance: Transparency as the Foundation of Trust”, KNKG menyoroti tuntutan investor dan regulator agar perusahaan tidak hanya menampilkan kinerja finansial, tetapi juga membangun tata kelola berkelanjutan yang akuntabel dan berintegritas.
Komite Nasional Kebijakan Governans (KNKG) mendorong peningkatan standar tata kelola berkelanjutan (sustainability governanc) lewat Annual Report Award (ARA) 2025.
Mengusung tema “Raising the Bar on Sustainability Governance: Transparency as the Foundation of Trust", Ketua Umum KNKG Mardiasmo mengatakan ARA 2025 menekankan transparansi sebagai fondasi kepercayaan dan ketahanan jangka panjang.
Tema tersebut merefleksikan meningkatnya ekspektasi investor, regulator, dan masyarakat agar perusahaan tidak hanya menunjukkan kinerja finansial, tetapi juga mampu membangun tata kelola keberlanjutan yang kredibel, transparan, dan berintegritas.
“Transparansi yang berintegritas merupakan fondasi kepercayaan. Perusahaan perlu menunjukkan bahwa keberlanjutan telah terinternalisasi dalam strategi bisnis, budaya organisasi, pengelolaan risiko, pengukuran kinerja, hingga proses pengambilan keputusan perusahaan,” ujarnya.
Menurut Mardiasmo, tema ini menjadi sangat krusial di tengah perubahan lanskap bisnis modern, di mana keberlanjutan tidak lagi sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), melainkan telah menjadi strategi utama yang menentukan daya saing korporasi. Ia mengatakan laporan tahunan dan laporan keberlanjutan harus dipandang sebagai instrumen strategis untuk menunjukkan kualitas tata kelola perusahaan secara substantif, bukan sekadar dokumen kepatuhan administratif.
Ia juga menekankan bahwa kepercayaan publik harus dibangun di atas fondasi keterbukaan dan integritas. Di tengah dinamika global, risiko perubahan iklim, disrupsi teknologi, serta meningkatnya perhatian terhadap praktik keberlanjutan, transparansi menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik dan menciptakan nilai jangka panjang.
"Oleh karena itu, tema kita lebih kepada keterbukaan atau transparansi. Melalui ARAH 2025 ini insya Allah kami akan memandu korporasi agar laporan tahunan dan sekaligus laporan keberlanjutan tidak lagi dilihat sebagai bagian beban administrasi melainkan instrumen strategis untuk memitigasi risiko greenwashing dan meningkatkan kepercayaan investor," katanya.
Annual Report Award (ARA) merupakan ajang tahunan yang menilai kualitas laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Dengan fokus pada governansi yang baik, ajang ini bertujuan untuk mendorong perusahaan meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kualitas pengungkapan informasi guna menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Mardiasmo mengatakan hingga saat ini sebanyak 59 perusahaan telah mendaftarkan diri dalam ARA 2025, meski jumlah peserta dari BUMD masih terbatas. Ia pun mendorong perusahaan yang belum mendaftar agar segera mengikuti ajang tersebut sebelum penutupan pendaftaran pada akhir Mei 2026.
Pendaftaran ARA 2025 akan dibuka mulai 13 April hingga 29 Mei 2026 dan penetapan pemenang akan diselenggarakan pada 31 Oktober 2026. Melalui ARA 2025, KNKG berharap perusahaan-perusahaan di Indonesia dapat terus meningkatkan kualitas laporan tahunan dan laporan keberlanjutan secara lebih transparan, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan, meningkatkan daya saing perusahaan, serta mendukung penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan.

Peduli lingkungan
PT Bukit Asam alias PTBA yang membagikan pengalaman mengenai implementasi governans keberlanjutan di sektor pertambangan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bukit Asam Una Lindasari mengatakan visi perusahaan adalah menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Untuk mendukung visi tersebut, perusahaan menerapkan budaya kerja yang menekankan aspek akuntabilitas, keberlanjutan, integritas, sinergi, dan inovasi dalam setiap pengambilan keputusan di level direksi maupun pegawai.
"Jadi budayanya kita sekarang adalah accountable. Jadi apapun yang kita lakukan decision making yang dibuat oleh direksi maupun pegawai-pegawai PTBA itu bisa dipertanggung jawabkan dan yang pasti adalah continuity dan sustainability itu harus terjadi terutama dari sisi reserve produksi dan integritinya kita," katanya.
Dari sisi tata kelola perusahaan, Una menegaskan Bukit Asam menerapkan sistem governance yang ketat dalam pengambilan keputusan strategis. Seluruh keputusan penting dibahas melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan melibatkan dewan komisaris maupun direksi.
Ia menjelaskan perusahaan memiliki empat komite di bawah dewan komisaris, sementara di tingkat direksi terdapat sejumlah divisi khusus yang menangani tata kelola, audit internal, manajemen risiko, pelaporan keberlanjutan, hingga ESG dan tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan.
Di sisi lain, Una menjelaskan Bukit Asam saat ini mengembangkan tiga lini bisnis utama. Pertama, bisnis batu bara konvensional yang masih berfokus pada aktivitas penambangan, pengangkutan, dan penjualan batu bara. Kedua, pengembangan sektor pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir perusahaan mulai beralih dari teknologi subcritical menuju supercritical dan ultra supercritical guna menekan emisi karbon secara signifikan. Ia menyebut penggunaan teknologi supercritical dapat menurunkan tingkat emisi hingga sekitar 80 persen dibandingkan teknologi lama.
"Danyang paling utama buat kita adalah konsep hilirisasinya, yang akan kita lakukan ke depannya itu adalah batu bara yang sekarang kita punya akan kita convert menjadi green product, green product yang pertama itu yang sudah dijalankan pilot projectnya dan kita mungkin akan segera masuk komersialisasi di tahun depan," katanya.