Penjualan Mobil Tumbuh 21%, Daya Beli Masih Jadi Tantangan
Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja industri otomotif nasional di tengah tantangan perekonomian yang dibayangi oleh tekanan daya beli masyarakat.
Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja industri otomotif nasional di tengah tantangan perekonomian yang dibayangi oleh tekanan daya beli masyarakat.
Meski mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan, penjualan mobil nasional diperkirakan masih menghadapi tantangan untuk menembus angka 1 juta unit pada tahun ini. Pertumbuhan ekonomi yang belum optimal dinilai menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan masyarakat untuk membeli kendaraan baru.
Data Gaikindo mencatat, penjualan mobil secara wholesales atau distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer sepanjang Januari–September 2026 mencapai 679.020 unit, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 561.405 unit. Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja industri otomotif nasional di tengah tantangan perekonomian yang dibayangi oleh tekanan daya beli masyarakat.
Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan, penjualan mobil nasional sebelumnya pernah menembus angka 1 juta unit pada 2023. Namun, kondisi pasar otomotif saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan sehingga pencapaian tersebut belum tentu dapat terulang dalam waktu dekat. Meski demikian, Gaikindo tetap optimistis terhadap prospek pasar otomotif nasional dengan mempertahankan target penjualan sebesar 850.000 unit sepanjang 2026.
“Target tersebut mencerminkan harapan industri otomotif terhadap keberlanjutan pemulihan pasar domestik hingga akhir tahun," ujar Kukuh kepada Suar di Jakarta (15/10/2026).
Ia menambahkan, Dengan realisasi penjualan sebanyak 679.020 unit selama sembilan bulan pertama, industri otomotif masih perlu membukukan penjualan sekitar 170.980 unit pada Oktober–Desember 2026 untuk mencapai target tahunan. Artinya, pasar otomotif membutuhkan penjualan rata-rata sekitar 56.993 unit per bulan selama tiga bulan terakhir tahun ini.
Sementara itu, khusus pada September 2026, penjualan mobil secara wholesales tercatat mencapai 79.540 unit. Jumlah tersebut meningkat 28,1% atau bertambah 17.450 unit dibandingkan September tahun lalu yang mencapai 62.090 unit. Kinerja pada September ini memperlihatkan penguatan penjualan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menjadi salah satu indikator positif bagi perkembangan industri otomotif nasional.
Penjualan mobil grup Astra mencapai 36.723 unit pada September 2026. Angka tersebut meningkat 9,5% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 33.535 unit. Namun, secara bulanan, penjualan mobil Astra mengalami penurunan tipis 0,3% dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 36.824 unit.
Jika dirinci berdasarkan merek, penjualan mobil Astra pada September 2026 didominasi oleh Toyota dan Lexus sebanyak 21.942 unit. Selanjutnya, Daihatsu membukukan penjualan 11.558 unit, Isuzu sebanyak 3.155 unit, dan UD Trucks sebanyak 68 unit. Sementara itu, penjualan mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) Astra tercatat sebanyak 7.781 unit pada September 2026. Jumlah tersebut turun dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 8.163 unit.

Secara nasional, penjualan mobil mencapai 79.538 unit pada September 2026. Realisasi ini meningkat 28,1% secara tahunan dibandingkan September 2025 yang sebanyak 62.090 unit. Meski demikian, penjualan mobil nasional turun 2,7% dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 81.757 unit.
Head of Media Relations Division ASII Ahmad Muhibbuddin mengatakan, perusahaan akan terus memantau perkembangan pasar otomotif nasional di tengah perubahan kondisi ekonomi.
“Astra akan terus mencermati dinamika ekonomi dan perkembangan pasar otomotif nasional sebagai bagian dari upaya menjaga daya saing, memperkuat sinergi dalam ekosistem otomotif, serta menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Ahmad dalam keterangan persnya yang diterima SUAR di Jakarta (15/10)
Secara kumulatif, penjualan mobil grup Astra sepanjang Januari-September 2026 mencapai 334.987 unit. Jumlah tersebut tumbuh 12,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 297.498 unit. Pada periode yang sama, penjualan mobil nasional tercatat mencapai 679.018 unit, meningkat 20,9% dibandingkan Januari-September 2025 yang sebanyak 561.405 unit. Adapun pangsa pasar Astra pada September 2026 mencapai 46%. Angka ini meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 45%. Namun, pangsa pasar Astra masih lebih rendah dibandingkan September 2025 yang mencapai 54%.
Dihubungi terpisah, Pengamat Otomotif I Made Dana Tangkas mengatakan untuk mendorong penjualan otomotif nasional, pemerintah perlu memperkuat daya beli masyarakat melalui kebijakan yang mampu menjaga pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan rumah tangga. Pasalnya, pembelian mobil sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan kemampuan konsumen dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan.
“Ketika daya beli melemah, masyarakat cenderung menunda pembelian kendaraan baru dan memilih mempertahankan kendaraan yang sudah dimiliki. Oleh karena itu, stabilitas ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengendalian inflasi menjadi faktor penting untuk menjaga permintaan kendaraan di pasar domestik,” ujar dia kepada SUAR di Jakarta (15/10/2026).

Selain itu, pemerintah bersama industri otomotif perlu mempertimbangkan kebijakan insentif yang tepat sasaran untuk meningkatkan minat masyarakat membeli kendaraan. Insentif dapat diarahkan pada segmen kendaraan yang memiliki potensi pasar besar, termasuk mobil dengan harga terjangkau dan kendaraan listrik.
Di sisi lain, perusahaan pembiayaan dan perbankan dapat memperluas akses kredit kendaraan dengan menawarkan skema uang muka dan cicilan yang sesuai dengan kemampuan konsumen, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas basis konsumen sekaligus mendorong peningkatan penjualan mobil baru.