IHSG Tembus 9.000, Masuk Level Psikologis Baru

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level 9.000 untuk pertama kali dalam sejarah pasar modal di Indonesia.

IHSG Tembus 9.000, Masuk Level Psikologis Baru
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya usai pembukaan perdagangan saham 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (2/1/2026). (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/nym.)
Daftar Isi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level 9.000 untuk pertama kali dalam sejarah pasar modal di Indonesia. Tak hanya mencatat rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH), posisi ini mendorong kinerja pasar modal masuk level psikologis baru.

Pada penutupan saham Rabu (14/1/2025), IHSG ditutup menguat 0,94% di posisi 9.032,58, mencerminkan penguatan pasar yang berlangsung sepanjang sesi perdagangan.

Indeks dibuka di level 9.007, sempat bergerak melemah hingga menyentuh posisi terendah di 8.979, sebelum kembali menguat dan mencapai level tertinggi harian di 9.049. Laju kenaikan tersebut berlanjut hingga akhir sesi, menandai keberhasilan IHSG menembus level psikologis sekaligus bertahan di atas level 9.000.

Sepanjang perdagangan, volume transaksi mencapai 64,37 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 29,30 triliun. Pergerakan harga saham didominasi oleh penguatan, dengan 440 saham tercatat naik, 240 saham melemah, dan 128 saham bergerak stagnan.

Sektor barang konsumen siklikal memimpin penguatan dengan kenaikan 3,21%. Sektor infrastruktur menyusul dengan apresiasi 2,21%, sementara sektor perindustrian menguat 1,97%.

Sejumlah saham menjadi pusat perhatian investor karena mencatatkan nilai transaksi terbesar. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyumbang total transaksi Rp 11,38 triliun, atau lebih dari dua pertiga total nilai perdagangan hari ini.

Secara sektoral, meski sebagian besar indeks menguat, terdapat beberapa sektor yang bergerak berlawanan arah. Sektor properti dan sektor finansial tercatat mengalami koreksi, sementara sektor lainnya tetap berada di zona hijau. Selain itu, saham-saham emiten kelompok konglomerasi turut menopang pergerakan IHSG, di antaranya saham-saham dari Grup Barito, Grup Sinar Mas, dan Grup Bakrie yang bergerak positif setelah volatilitas pada dua hari perdagangan sebelumnya.

Faktor Ketahanan IHSG

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menilai ketahanan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini semakin solid, seiring menguatnya basis investor domestik yang mampu menjaga stabilitas pasar di tengah dinamika global.

Menurut Jeffrey, perubahan karakter pasar terlihat jelas dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika pasar dihadapkan pada tekanan eksternal. Ia menyebut bahwa kemampuan IHSG untuk bertahan, bahkan mencetak level tinggi, tidak lagi sepenuhnya ditentukan oleh arah transaksi investor asing.

“Itulah yang menunjukkan bahwa upaya kita bersama dalam melakukan pendalaman pasar cukup berhasil. Tahun lalu, ketika investor asing melakukan net sell yang cukup besar, IHSG justru ditutup pada posisi tertinggi,” ujar Jeffrey kepada SUAR.

Ia menjelaskan, pada periode sebelumnya, arus keluar dana asing dalam jumlah besar hampir selalu berujung pada pelemahan indeks. Namun, kondisi tersebut kini berubah seiring meningkatnya peran investor domestik, baik ritel maupun institusi, dalam menopang likuiditas dan nilai transaksi harian di bursa.

“Kalau lima sampai sepuluh tahun lalu asing melakukan net sell sebesar itu, indeks kita hampir pasti turun. Sekarang tidak demikian, karena kekuatan investor domestik sudah jauh lebih besar,” katanya.

Jeffrey menekankan bahwa penguatan struktur investor lokal menjadi faktor kunci dalam menjaga ketahanan IHSG untuk jangka panjang. Ia menilai, besaran persentase kepemilikan asing bukan lagi indikator utama kesehatan pasar, melainkan seberapa kuat basis investor dalam negeri yang aktif bertransaksi dan berkontribusi terhadap nilai pasar.

“Yang paling penting buat kita adalah basis investor domestik yang kuat, baik dari sisi ownership maupun kontribusi terhadap nilai transaksi. Persentasenya bukan hal utama,” ujarnya.

Baca juga:

IHSG 2025 Naik 22,10%, Pecahkan Rekor ATH 26 Kali
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkerek naik 22,10% sepanjang tahun 2025. Sepanjang 2025, IHSG mencatat 26 kali rekor kinerja nilai tertinggi sepanjang sejarah (All Time High/ATH).

Meski demikian, Jeffrey menyatakan bahwa peningkatan partisipasi investor asing tetap menjadi target pengembangan pasar. Namun, pertumbuhan tersebut harus berjalan seimbang dengan penguatan investor domestik agar struktur pasar tetap kokoh.

“Kita berharap investor asing bisa tumbuh dua sampai tiga kali lipat dari sekarang, tetapi pada saat yang sama investor domestik juga tumbuh lebih besar. Dengan begitu, pasar kita bisa menjadi tiga sampai empat kali lebih besar tanpa kehilangan daya tahan,” jelasnya.

Dalam konteks pengembangan jangka panjang, Jeffrey menyebut BEI bersama pemangku kepentingan fokus pada pendalaman pasar, peningkatan perlindungan investor, serta keseimbangan antara sisi permintaan dan penawaran. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus mempercepat pencapaian target pasar modal Indonesia ke tingkat global.

“Dengan pendalaman pasar, perlindungan investor yang semakin baik, dan kesempatan investasi yang terus berkembang, kepercayaan terhadap pasar akan meningkat. Itu menjadi fondasi utama agar IHSG dan pasar modal kita tumbuh lebih besar dan berkelanjutan,” kata Jeffrey.

Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman (kedua kiri) bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi (kiri) mengikuti acara penutupan perdagangan BEI tahun 2025 di Jakarta, Selasa (30/12/2025). Foto: Antara/Dhemas Reviyanto/foc.

Terus Berlanjut

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis jika penguatan IHSG belum berhenti pada level tersebut. Ia menilai kenaikan indeks masih berpotensi berlanjut seiring membaiknya persepsi investor terhadap arah perekonomian Indonesia.

“IHSG naik ke 9.000 itu baru awal. Perkiraan saya, akan naik terus,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Desember 2025, Kamis (8/1/2026) lalu.

Menurut Purbaya, penguatan pasar saham dipicu oleh sentimen perbaikan ekonomi yang mulai terlihat nyata dan direspons positif oleh pelaku pasar. Investor, kata dia, mencermati dampak pembangunan yang telah dijalankan pemerintah serta konsistensi kebijakan yang diterapkan dalam beberapa waktu terakhir.

“Mereka (investor) melihat impact pembangunan selama ini. Mereka lihat kita kerja serius dan dampak ke ekonomi kelihatan sehingga ekonomi berbalik arah,” katanya.

Selama perdagangan tahun 2025 pasar modal Indonesia mencatat sejumlah tonggak sejarah baru, di antaranya IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada 8 Desember 2025 di level 8.711 dan mencatat rekor sebanyak 24 kali all time high (ATH) sepanjang tahun.