Libur Awal Tahun, Ragunan hingga Ancol Diserbu Wisatawan

Taman Margasatwa Ragunan dan Taman Impian Jaya Ancol dipenuhi pengunjung di momen liburan natal dan tahun baru.

Libur Awal Tahun, Ragunan hingga Ancol Diserbu Wisatawan
Ribuan pengunjung memadati Taman Margasatwa Ragunan sejak pagi hari, Kamis (1/1/2026). Foto: Gema Dzikri/Suar.id.

Momentum libur awal tahun membawa lonjakan wisatawan ke sejumlah tempat rekreasi. Di kawasan Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan dan juga Taman Impian Jaya Ancol masih menjadi destinasi wisata favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama dengan keluarga.

Pada Kamis (1/1/2026), Taman Margasatwa Ragunan yang merupakan kebun binatang di kawasan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, tercatat dikunjungi sebanyak 113.000 wisatawan. Sementara, Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara dipadati lebih dari 72.000 pengunjung yang berwisata di kawasan pantai hingga wahana permainan.

Berdasarkan pantauan di Taman Margasatwa Ragunan pada hari itu, pengunjung sudah mulai memadati area sejak pagi hari. Pada pukul 10.00 WIB, pintu masuk utama yakni Pintu Utara yang berada di Jalan RM Harsono dialihkan ke Pintu Barat lantaran antrean masuk kendaraan membeludak.

Banyaknya masyarakat yang ingin berwisata ke Taman Margasatwa Ragunan juga mengakibatkan kemacetan di Jalan Harsono RM, Jakarta Selatan. Antrean kendaraan dan kemacetan diperkirakan mencapai hingga lebih 1 kilometer dari pintu masuk utama.

Antrean kendaraan yang masuk ke Taman Margasatwa Ragunan menyebabkan kemacetan di Jalan Harsono RM, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, Kamis (1/1/2026). Foto:Gema Dzikri/Suar.id.

Kendaraan yang didominasi oleh mobil dan motor itu pun hanya bisa melaju dengan kecepatan pelan, lantaran mayoritas tengah mengantre masuk ke area Taman Margasatwa Ragunan.

Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan, Icha Oktaviani, seorang ibu rumah tangga yang datang bersama dengan suami, anak, hingga saudaranya, mengaku rela datang jauh-jauh dari Bekasi untuk berwisata ke kebun binatang yang satu ini.

“Ini kunjungan kedua kali, tapi baru pertama kali sama anak, mau ngenalin hewan-hewan ke anak supaya dia juga berani dari kecil. Banyak binatang-binatang yang bisa kita kenalkan ke anak di sini,” kata Icha.

Murahnya harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan menjadi salah satu alasan utama pengunjung untuk berwisata. Tarif tiket yang berlaku selama periode libur panjang ini mulai dari Rp 3.000 untuk anak-anak, dan Rp 4.000 untuk dewasa.

Antrean masuk kendaraan dan loket terjadi di Pintu Utara Taman Margasatwa Ragunan pada siang hari, Kamis (1/1/2026). Foto:Gema Dzikri/Suar.id.

Dengan tarif yang terjangkau, Taman Margasatwa Ragunan menjadi pilihan wisata keluarga yang ramah di kantong, terutama saat libur awal tahun. Pengunjung dari berbagai kalangan dapat pula menikmati beragam koleksi satwa dan ruang terbuka hijau tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Hujan yang mengguyur pada sekitar pukul 10.45 WIB pun tak menyurutkan semangat para wisatawan. Sejumlah wisatawan memilih untuk meneduh, sebagian menggunakan payung, sebagian lainnya bahkan terus melanjutkan aktivitas wisatanya sambil hujan-hujanan, sementara wisatawan dari luar terus masuk ke dalam area.

“Terutama sih karena murah ya, jadinya karena murah ini juga jadi ramai. Ini ramai banget sih, ramai tapi teratur, parkirannya aja harus diperluas, parkiran motor juga," ucapnya.

Berbeda dengan Icha, seorang pengunjung lainnya, Brahmantyo, datang bersama dengan dua orang temannya untuk berolahraga, bukannya untuk melihat satwa yang berada di Taman Margasatwa Ragunan.

Remaja berusia 17 tahun yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) itu mengaku sudah sering mengunjungi tempat wisata yang satu ini, namun tidak pernah bosan akibat beberapa hal.

“Saya kebetulan rumah di Kebagusan, jadi deket, ini saya mau ngajak temen-temen saya ke Ragunan. Saya nyari suasana ademnya sih asri, enak aja buat jalan-jalan buat olahraga, liat-liat refreshing,” ucap Brahmantyo.

Hanya dengan membawa uang sekitar Rp 25.000 saja, Brahmantyo sudah bisa menghabiskan waktu berkualitas bersama dengan teman-temannya di Taman Margasatwa Ragunan. Uang yang ia bawa itu sudah mencukupi untuk membeli tiket masuk dan kebutuhan sederhana selama berada di kawasan wisata, sehingga tempat wisata yang satu ini bisa dibilang sangat ramah di kantong dan cocok untuk semua kalangan.

“Menurut saya sih Ragunan itu kebun binatang yang ekonomis, murah-murah, orang-orang jadi lebih memilih ke sini karena murahnya. Paling saya sih bawa Rp 25.000 aja untuk sendiri sih cukup banget untuk jajan-jajan aja, ya maksimal Rp 50.000 sih,” jelasnya.

Sejumlah pengunjung mengendarai sepeda single dan tandem yang disewakan di Taman Margasatwa Ragunan, Kamis (1/1/2026). Foto:Gema Dzikri/Suar.id.

Jika ingin berwisata di Taman Margasatwa Ragunan tanpa lelah, para wisatawan juga bisa menyewa sepeda listrik seharga Rp 50.000/jam. Ada pula tempat penyewaan sepeda single seharga Rp 15.000/jam, dan juga sepeda tandem seharga Rp 20.000/jam.

Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan (TMR) Wahyudi Bambang mengatakan, pengunjung sudah mulai memadati area kebun binatang yang satu ini sejak pukul 09.00 WIB. Jumlah pengunjung pada hari itu pun melebihi dari apa yang sudah diperkirakan sebelumnya.

“Per pukul 11:45 WIB ada 46.319 pengunjung. Kemungkinan akan ada 80 ribu sampai 100 ribu pengunjung. Kalau tahun-tahun sebelumnya ada 111 ribu pengunjung untuk di libur tahun baru,” kata Bambang saat diwawancara.

Taman Margasatwa Ragunan umumnya buka pada hari Selasa-Minggu pukul 07.00-16.00 WIB. Namun khusus untuk periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, buka lebih awal pada pukul 06.00 WIB untuk memfasilitasi kunjungan masyarakat.

Dalam mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung, pihak pengelola Taman Margasatwa Ragunan juga sudah mempersiapkan sejumlah hal mulai dari penambahan area parkir hingga bantuan dari personel TNI/Polri yang disiagakan di lokasi.

“Persiapan yang kita lakukan di antaranya untuk parkir area kita perbanyak, ada 17 titik lokasi dengan daya tampung maksimal sampai 5 ribu mobil. Kendaraan roda dua juga bisa sampai 12 ribu maksimal,” jelasnya.

Sejauh ini, masyarakat masih bisa memarkirkan kendaraannya di area yang telah disediakan oleh pihak pengelola. Dalam aspek antisipasi kerawanan dan keamanan, Taman Margasatwa Ragunan dijaga oleh petugas dari TNI sebanyak 40 personel, Polri 60 personel, Dishub 15 personel, Satpol PP 15 personel, hingga petugas pemadam kebakaran sebanyak 6 personel. Tepat di depan pintu masuk utama juga terdapat Pos Pengamanan Pelayanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Polres Metro Jakarta Selatan

Masyarakat pun bisa melakukan aktivitas wisatanya dengan aman dan nyaman. Di Taman Margasatwa Ragunan, mereka bisa melakukan beragam aktivitas mulai dari rekreasi keluarga hingga kegiatan edukasi dan juga berolahraga. Di destinasi wisata ini, pengunjung bisa belajar tentang kehidupan satwa dan pentingnya konservasi melalui salah satu kegiatan, yakni Feeding Time.

Pengunjung menikmati area satwa gajah di Taman Margasatwa Ragunan, Kamis (1/1/2026). Foto:Gema Dzikri/Suar.id.

“Edukasi yang kami berikan itu ada feeding animals ya, di siang hari ada pemberian makan harimau dan buaya, ada jadwal-jadwalnya. Tujuannya adalah untuk mengedukasi masyarakat sekaligus hiburan untuk pengunjung yang melihat satwa-satwa,” ucap Bambang.

Dalam rangka menyambut momentum liburan ini, pihak Taman Margasatwa Ragunan juga menghadirkan koleksi satwa baru sepasang watusi, sapi asal Afrika yang ikonik lantaran tanduknya yang sangat besar dan panjang.

“Berumur sekitar 5 tahun, untuk jantan bernama Yogi, betina bernama Jihan, watusi ini kami datangkan dari taman safari di Jawa Tengah, kami berkoordinasi dan bertukar satwa untuk sama-sama punya koleksi baru,” jelasnya.

Taman Margasatwa Ragunan berdasarkan situs resminya dihuni oleh sebanyak lebih dari 2.281 ekor satwa. Memiliki luas 127 hektare, Taman Margasatwa Ragunan diselimuti 65.263 pohon, membuatnya menjadi destinasi wisata yang asri dan sejuk.

Sejumlah wisatawan yang datang secara berkeluarga melaksanakan piknik di area lahan terbuka Taman Margasatwa Ragunan, Kamis (1/1/2026). Foto:Gema Dzikri/Suar.id.

Jogging track ini jadi paling favorit, pengunjung bela-belain datang lebih awal itu untuk bisa olahraga, view-nya juga cukup bagus danau, kalau pagi udaranya juga masih sangat sejuk. Piknik juga favorit, Ragunan ini kan luasnya 127 hektare, sebagian besar masih lahan terbuka atau taman-taman yang menungkinkan untuk keluarga berkumpul bersama,” ungkapnya.

Taman Impian Jaya Ancol

Taman Impian Jaya Ancol merupakan kawasan wisata di Jakarta Utara yang dikelola oleh PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. Para wisatawan dapat menikmati berbagai unit rekreasi, dengan di antaranya yang paling populer adalah Dunia Fantasi (Dufan), Sea World Ancol, dan juga Ocean Dream Samudra.

Kawasan wisata ini sejak pagi hari mulai dipadati pengunjung. Antrean kendaraan yang mengular juga terlihat di sejumlah pintu masuk akibat banyaknya warga yang memanfaatkan momen libur ini untuk menikmati berbagai fasilitas hiburan dan wisata yang tersedia.

Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Daniel Windriatmoko mengatakan, pihaknya dalam momentum libur panjang di akhir tahun ini juga sudah mempersiapkan sejumlah acara yang bisa dinikmati masyarakat. Pada Rabu (31/12/2025), para wisatawan juga sudah bisa merayakan tahun baru di destinasi wisata ini.

"Malam pergantian tahun 2025 kali ini mengalami penyesuaian acara. Seperti kita ketahui bersama bahwa saat ini sebagian saudara-saudara kita sedang terdampak bencana khususnya di sebagian Sumatra. Ancol ingin mengajak masyarakat yang ingin menikmati pergantian tahun untuk lebih berempati kepada saudara-saudara yang terdampak bencana sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama," ucap Daniel.

Di malam itu, ada Pasar Seni, Drone Light Show, hingga konser musik di sejumlah titik yang dimeriahkan dengan penampilan Dewa 19, Hello Band, Five Minutes, dan juga OM Mahesa.

Padatnya pengunjung pun berlangsung hingga keesokan harinya. Tak sedikit pengunjung yang merayakan malam tahun baru di Ancol, lalu pada libur awal tahun langsung melanjutkan aktivitas wisatanya ke Dufan untuk menikmati sejumlah wahana.

Pengunjung sudah mulai menyebabkan kepadatan sejak pagi hari dan terus meningkat hingga siang hari. Hujan dan awan mendung yang menyelimuti juga tak membuat antusiasme wisatawan berkurang. Mayoritas pengunjung didominasi oleh remaja dan juga rombongan keluarga. Kepadatan pengunjung ini juga diprediksi masih akan terjadi hingga akhir periode libur Tahun Baru.

Baca selengkapnya