Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Outlook Perdagangan Internasional 2026: Penuh Peluang dari Kerjasama, Banyak Tantangan dari Ketidakpastian Global
- Prospek perdagangan internasional Indonesia pada 2026 diperkirakan penuh dengan peluang sekaligus juga tantangan. Perjanjian dagang yang sudah ditandatangani Indonesia pada tahun 2025, seperti perjanjian dagang dengan Uni Eropa (IEU-CEPA), perjanjian dagang dengan Kanada (ICA-CEPA) akan mulai terasa atau berdampak pada tahun 2026. Implementasi perjanjian dagang tersebut memberikan dampak positif terhadap kinerja ekspor Indonesia dan mendapatkan diversifikasi pasar baru.
- Kendati demikian, tahun 2026 juga akan diwarnai sejumlah tantangan. Tantangan perdagangan internasional itu meliputi persaingan global yang ketat, terutama terkait harga komoditas, fluktuasi nilai tukar, serta isu keberlanjutan ekonomi hijau yang memerlukan hilirisasi. Kinerja ekspor tahun depan akan dipengaruhi oleh laju perekonomian global. Ramalan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 memang diperkirakan lebih tinggi ketimbang 2025. Namun, sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia diperkirakan bakal mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi di 2026 dibandingkan 2025.

Baca selengkapnya di sini.

Catatan dari Sektor Perdagangan Internasional Sepanjang Tahun 2025
- Sepanjang 2025, perdagangan internasional Indonesia mengalami beragam peluang dan tantangan. Berbagai upaya perjanjian kerjasama perdagangan bilateral dengan negara mitra dagang maupun perjanjian multilateral dengan kumpulan negara terus dilakukan. Salah satu sorotan utama tak lain dari keputusan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memutuskan memberikan tarif perdagangan pada puluhan negara dunia termasuk Indonesia. Banyak hal yang terjadi sepanjang tahun ini yang akan mengubah lanskap semesta perdagangan internasional tanah air. Membuka kembali rekam peristiwa selama satu tahun, SUAR mencatat beberapa peristiwa signifikan yang menjadi highlight sektor perdagangan tahun ini.

Baca selengkapnya di sini.
Ketika Natal di Mal Rangsang Konsumsi Akhir Tahun
- Momen libur panjang natal dan tahun baru dimanfaatkan mall untuk berhias agar memikat pengunjung serta meningkatkan transaksi penjualan. Simak bagaimana cerita di balik layar dan konsep beberapa mall berhias untuk merangsang penjualan pada momentum libur natal dan tahun baru.

Baca selengkapnya di sini.
Video Pilihan Lonjakan Pengunjung Mal Di Libur Nataru


Penghitungan UMP 2026 Dominan dengan Alfa 0,7 dan 0,8
- Penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 didasarkan pada Peraturan Pemerintah yang baru, yakni PP Nomor 49 Tahun 2025 tentang Pengupahan, yang mewajibkan upah disesuaikan dengan standar Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Formula kenaikan upah minimum adalah Inflasi + (Pertumbuhan Ekonomi x Alfa), dengan rentang Alfa 0,5 – 0,9.
- Dari analisis Tim SUAR dengan melihat persentase kenaikan UMP setiap provinsi, nilai indeks Alfa yang digunakan dominan pada angka 0,7 dan 0,8. Sebanyak 14 provinsi menggunakan indeks Alfa 0,7 dan 12 provinsi menggunakan indeks Alfa 0,8. Selebihnya menggunakan indeks Alfa 0,5 dan 0,6. Bahkan, ada provinsi yang menggunakan Alfa di bawah 0,5. Indeks Alfa merupakan variabel kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi. Tahun sebelumnya, rentang Alfa yang digunakan adalah 0,1 – 0,3. Berdasarkan PP, perumusan kebijakan pengupahan melibatkan Dewan Pengupahan Daerah, termasuk dalam penentuan nilai Alfa.

Baca selengkapnya di sini.

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) akan menyelenggarakan diskusi publik akhir tahun bertajuk "Catatan Akhir Tahun INDEF: Liburan di Tengah Tekanan Fiskal". Diskusi Publik ini rencananya dilaksanakan secara daring pada hari Senin, 29 Desember 2025, pukul 13.00–15.00 WIB. Acara ini akan membahas dilema pertumbuhan ekonomi di tengah keterbatasan ruang fiskal dan ketidakpastian global dengan menghadirkan empat narasumber utama, yaitu Esther Sri Astuti, Eko Listiyanto, Imaduddin Abdullah, dan Eisha Magfiruha Rachbini, serta dipandu oleh moderator Nur Komaria. Informasi lebih lanjut terkait acara diskusi ini dapat diakses melalui Instagram resmi INDEF.
Forum Sinologi Indonesia menyelenggarakan seminar akhir tahun bertajuk "Refleksi 2025: Relasi China, Asia Tenggara, dan Indonesia". Seminar ini akan diadakan pada hari Senin, 29 Desember 2025, pukul 09.30–12.00 WIB bertempat di Ruang Horison 5, Hotel Horison Ultima, Menteng, Jakarta Pusat. Acara ini menghadirkan diskusi mendalam mengenai perkembangan sosial, politik, dan ekonomi domestik China pasca-pandemi serta dampaknya terhadap kawasan Asia Tenggara dan Indonesia, terutama dari aspek keamanan dan ketegangan geopolitik. Seminar ini akan dibuka dengan pidato dari Prof. Abdullah Dahana, Ph.D. dan menghadirkan empat pakar sebagai pembicara, yaitu Drs. Teuku Rezasyah, M.A., Ph.D., Prof. Dr.R. Tuty Nur Mutia, Johanes Herlijanto, Ph.D., serta Victor Harjono, S.S. M.AsSt., dengan dipandu oleh moderator Muhammad Farid, S.S., M.PA. Informasi lebih mendalam terkait acara ini dapat langsung mengakses Instagram resmi Forum Sinologi Indonesia.

"Tidak ada hal di dunia ini yang dapat menggantikan ketekunan." (Ray Kroc - McDonald's)
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR