Geliat Pariwisata Pasca Libur Akhir Tahun 2025

Pasca libur natal 2025 dan tahun baru 2026 kunjungan pariwisata masih cukup menggeliat.

Geliat Pariwisata Pasca Libur Akhir Tahun 2025

Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan resiliensi pada transisi tahun 2025 menuju 2026. Momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi katalisator utama yang mendorong volume perjalanan ke titik tertinggi dalam setahun terakhir. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), geliat ini terlihat jelas pada bulan Desember 2025, di mana ketiga kategori wisatawan mancanegara, nusantara, dan nasional mencatatkan angka pertumbuhan yang sebagai respons atas libur panjang akhir tahun. 

Wisatawan Mancanegara (Wisman) mencatatkan tren positif selama puncak Nataru dengan kunjungan mencapai 1,22 juta kunjungan pada Desember 2025. Pada Januari 2026, kunjungan wisman menurun menjadi 1,01 juta kunjungan. Namun angka ini masih lebih tinggi 1,11% dibandingkan Januari 2025.

Keberhasilan menarik minat warga dunia ini tidak lepas dari peran pintu masuk utama, di mana Bandara Ngurah Rai masih menjadi primadona dengan mencatatkan 500.121 perjalanan atau 49,3%, disusul oleh Bandara Soekarno Hatta (212.826 perjalanan atau 20,98%) dan Pelabuhan Batam (124.205 perjalanan atau 12,24%) yang menjadi gerbang vital masuknya devisa negara.

Sektor Wisatawan Nusantara (Wisnus) justru mencapai puncaknya lebih awal pada April 2025, namun tetap menunjukkan angka yang masif di akhir tahun dengan 105,98 juta perjalanan pada Desember 2025. Memasuki Januari 2026, jumlah perjalanan tercatat sebesar 102,04 juta, mengalami koreksi sebesar -0,93% secara year-on-year

Dalam pergerakannya, Pulau Jawa tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan domestik. Jawa Barat memimpin sebagai provinsi tujuan utama dengan persentase 18,02%, diikuti oleh Jawa Timur (17,23%) dan Jawa Tengah (11,72%), mempertegas dominasi wisata berbasis darat dan budaya di tanah air.

Fenomena menarik terlihat pada data Wisatawan Nasional (Wisnas), yaitu penduduk Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Momen libur akhir tahun dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan internasional, memuncak pada Januari 2026 dengan angka 1.006,40 ribu perjalanan, meningkat 1,65% dibandingkan Januari 2025. 

Destinasi luar negeri pilihan masyarakat Indonesia didominasi oleh negara tetangga dan tujuan religi. Malaysia menempati urutan pertama dengan 29,61%, diikuti oleh Arab Saudi (16,82%) yang kemungkinan didorong oleh perjalanan umrah, serta Singapura (12,15%) sebagai destinasi belanja dan hiburan.

Secara keseluruhan, pertumbuhan wisatawan pada momen Nataru 2025/2026 menunjukkan optimisme bagi ekonomi kreatif Indonesia. Lonjakan tajam kunjungan Wisman dan Wisnas di bulan Desember dan Januari membuktikan bahwa mobilitas lintas negara tidak mencatatkan adanya hambatan. 

Meskipun jumlah perjalanan Wisnus sedikit melandai di awal tahun 2026, angka perjalanan yang tetap stabil dengan penurunan yang tidak terlalu signifikan. Dengan integrasi pintu masuk yang kuat dan promosi destinasi unggulan di Pulau Jawa, Indonesia siap menyambut pertumbuhan pariwisata yang lebih berkelanjutan di sepanjang tahun 2026.

Baca selengkapnya