Konflik di Timur Tengah mulai memberikan dampak pada biaya operasional maskapai domestik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa harga tiket pesawat diperkirakan akan naik sekitar 9 hingga 13 persen. Ia menjelaskan bahwa kondisi geopolitik dan geoekonomi global telah mendorong kenaikan harga avtur, yang berimbas langsung pada meningkatnya biaya operasional maskapai nasional.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat. Salah satu kebijakan yang diambil adalah menetapkan kenaikan harga tiket dalam kisaran 9 hingga 13 persen, serta menanggung pajak pertambahan nilai (PPN) untuk tiket pesawat kelas ekonomi.