Setahun setelah kebijakan tarif resiprokal yang diumumkan Donald J. Trump, perdagangan global berubah dengan meningkatnya proteksionisme dan melemahnya prinsip perdagangan bebas. Industri pelayaran sebagai tulang punggung rantai pasok dituntut cepat beradaptasi menghadapi dinamika ini.
Di dalam negeri, sektor pelayaran dan logistik berperan penting menjaga kelancaran ekspor-impor dan surplus perdagangan. Secara global, industri ini harus bersaing dalam kecepatan layanan, memenuhi lonjakan permintaan, serta menyesuaikan rute akibat konflik.
Dalam wawancara eksklusif, CEO PT Samudera Indonesia Tbk, Bani Maulana Mulia, membahas tantangan logistik, dinamika geoekonomi dan masa depan industri pelayaran Indonesia.