Catat Kinerja Positif, BUMN Danantara Rampungkan Laporan Keuangan 2025

Press Release

Catat Kinerja Positif, BUMN Danantara Rampungkan Laporan Keuangan 2025
Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Roslan Roeslani menyampaikan keterangan di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/bar)

Danantara Indonesia pada Kamis (2/7) menyampaikan bahwa seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekosistem Danantara Indonesia telah menyelesaikan penyusunan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025.

Menyusul rampungnya laporan tersebut, Danantara Indonesia kini tengah melanjutkan proses penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun 2025.

Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas menegaskan capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi, dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional.

"Danantara Indonesia mencatat sejumlah sorotan positif atas capaian kinerja BUMN di berbagai sektor strategis sepanjang periode April 2025 hingga April 2026," kata dia dalam press release yang diterima SUAR.

Namun demikian, ia mengatakan pemilihan ini tidak dimaksudkan sebagai daftar yang bersifat menyeluruh, melainkan sebagai sorotan atas sejumlah BUMN dengan peningkatan kinerja yang menonjol sejak berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara Indonesia.

"Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara Indonesia," ujar Rohan.

Beberapa BUMN mencatatkan peningkatan laba yang cukup signifikan, di antaranya:

Laba Pertamina tercatat meningkat 80% atau sekitar Rp11 triliun menjadi Rp24,9 triliun. Pupuk Indonesia mencatat laba Rp Rp4,8 triliun, meningkat Rp3,2 triliun (+202%). Pelindo juga berhasil meraih laba Rp1,5 triliun, tumbuh Rp900 miliar (+169%).

Di sektor perbankan, Bank Mandiri membukukan Rp21,3 triliun (naik 13%), BRI sebesar Rp21,2 triliun (naik 15%), dan BNI sebesar Rp7,2 triliun (naik 6%).

Sedangkan InJourney mencatat laba Rp300 miliar (naik 33%) dan ADHI Karya meraih Rp69 miliar (melesat 667%).

Selain peningkatan laba, beberapa BUMN juga berhasil mencatatkan pembalikan kinerja dari rugi menjadi untung (turnaround) setelah mendapatkan restrukturisasi, transformasi bisnis, dan dukungan modal (capital support) dari Danantara Asset Management (DAM).

Perusahaan tersebut meliputi Krakatau Steel yang mencetak laba Rp635 miliar dari sebelumnya rugi Rp981 miliar , Kimia Farma dengan laba Rp108 miliar dari rugi Rp160 miliar , serta Semen Indonesia yang meraup laba Rp106 miliar dari posisi rugi Rp66 miliar.

Rohan melanjutkan, selain mencatat peningkatan kinerja BUMN, Danantara Indonesia juga mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah investasi strategis yang didanai antara lain dari dividen BUMN yang diterima pada tahun 2025.

"Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang," kata dia.

Beberapa investasi strategis yang telah dijalankan antara lain pengembangan ekosistem Haji dan Umrah Indonesia di Makkah untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem haji global, serta proyek Waste-to-Energy (WTE) yang mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau.

"Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat," ujarnya.

Baca selengkapnya