Babak Baru OJK di Tangan Nakhoda Anyar

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Babak Baru OJK di Tangan Nakhoda Anyar
Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha/bar.
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Unsur Baru Pimpinan OJK Telah Dipilih DPR, Banyak Isu Strategis yang Harus Segera Dikerjakan

  • Komisi XI DPR memilih lima nama anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru usai menyelesaikan Uji Kelayakan dan Kepatutan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). 
  • Friderica Widyasari Dewi terpilih menjadi Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2026-2031. Posisi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK yang baru jatuh kepada Hernawan Bekti Sasongko. Komisi XI DPR juga menetapkan Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK. Dicky Kartikoyono terpilih sebagai Kepala Eksekutif Edukasi & Perlindungan Konsumen OJK. Komisi XI juga memilih Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Hasil keputusan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti untuk disampaikan dalam rapat paripurna DPR RI yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026.

Cegah Efek Rambatan Perang Iran, Pemerintah Siapkan Bantalan Fiskal

  • Kementerian Keuangan menjamin struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) siap sebagai bantalan peredam kejut (shock absorber) untuk mencegah efek rambatan Perang AS-Iran memengaruhi daya beli dan gairah konsumsi masyarakat. Melalui strategi penajaman belanja dan observasi jauh ke depan, akselerasi penerimaan dan belanja negara akan tetap menopang target pertumbuhan ekonomi 5,4% tahun ini. Saat ini, dengan rerata harga minyak mentah Indonesia (ICP) berada di kisaran USD 68,4 per barel, dan selisih harga ICP dan Brent sekitar USD 4 per barel, APBN masih dapat menahan lonjakan harga minyak mentah dalam perhitungan kuartalan maupun tahunan.

Pemerintah Pastikan Pasokan Pangan Tidak Terdampak Perang AS-Israel vs Iran

  • Pemerintah memastikan bahwa eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran tidak akan berdampak langsung terhadap ketahanan pangan nasional karena Indonesia tidak mengandalkan impor pangan dari kawasan Timur Tengah. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa stok pangan saat ini tetap aman dan harganya stabil, didukung oleh pencapaian swasembada beras serta penguatan produksi lokal. Meski demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan global secara intensif untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan komoditas strategis di dalam negeri.

InJourney Siapkan 16.000 Personel Layani 9 Juta Penumpang Pesawat Saat Mudik

  • PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mengerahkan 16.000 personel dalam mengantisipasi lonjakan penumpang pesawat di 37 bandara yang diprediksi mencapai 9 juta orang selama periode mudik Lebaran 2026. Pihaknya memperkirakan tingkat lalu lintas penumpang bandara kali ini bisa 9 juta. Adapun dalam satu tahun ada 167 juta traffic seluruh Indonesia di 37 bandara.

Potensi Terganggunya Ekspor Komoditas Unggulan RI ke Timur Tengah

  • Penutupan Selat Hormuz akibat perang di Timur Tengah memengaruhi perdagangan internasional. Sebagai jalur perdagangan utama yang menghubungkan negara-negara Teluk dengan pasar internasional, gangguan pada jalur ini secara langsung mengancam arus barang dari ke negara-negara di kawasan tersebut. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan mitra dagang utama Indonesia yang berada di lingkar Selat Hormuz mencakup Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Qatar, Irak, Iran, Kuwait, hingga Bahrain. Jika jalur Selat Hormuz lumpuh, efisiensi logistik dan ketepatan waktu pengiriman komoditas akan terganggu, yang pada akhirnya dapat menggerus daya saing produk Indonesia di pasar Timur Tengah.

Pasar Modal Indonesia Lebih Unggul, Tetapi Masih Harus Berbenah

  • Per Maret 2026, kapitalisasi pasar Indonesia mencapai angka 891,03 juta dolar AS, melampaui Singapura yang berada di posisi kedua dengan 828 juta dolar AS. Juga lebih tinggi dibandingkan Malaysia yang memiliki jumlah emiten yang lebih banyak dibandingkan Indonesia. Dengan jumlah 958 emiten yang melantai di bursa, Indonesia memiliki diversifikasi sektor yang jauh lebih luas dibandingkan Malaysia, Thailand, maupun Filipina. Keunggulan jumlah emiten dan kapitalisasi ini menjadikan Indonesia sebagai magnet utama bagi masuknya modal asing (foreign inflow) ke pasar berkembang (emerging markets).

RUPS Emiten Perbankan. Pada Kamis 12 Maret 2026, akan diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dari PT Bank Central Asia tbk (kode saham BBCA), PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP), dan PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP). Tak hanya RUPS, selain itu, pada Kamis ini PT Bank Permata Tbk (BNLI) juga menggelar public expose.

Rapat Paripurna Ke-16 Penutupan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025-2026 DPR, akan dilakukan pada Kamis, 12 Maret 2026 mulai pukul 09.30 di Kompleks Parlemen, Jakarta.

“Bantu orang muda. Bantu orang kecil. Karena orang kecil akan besar. Orang muda akan memiliki benih yang Anda taburkan di pikiran mereka dan ketika mereka tumbuh, mereka akan mengubah dunia.” – (Jack Ma, Pendiri Alibaba)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya