Pesan dari WEF: Outlook Tenaga Kerja di Masa Mendatang hingga Sambutan Presiden Prabowo

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Pesan dari WEF: Outlook Tenaga Kerja di Masa Mendatang hingga Sambutan Presiden Prabowo
Foto: EqualStock / Unsplash
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Bank Dunia: Ada Kekurangan 800 Juta pada 12-15 Tahun ke Depan

  • Presiden Bank Dunia Ajay Singh Banga menyatakan, dalam 12 tahun-15 tahun ke depan, akan ada 1,2 miliar orang muda di negara-negara kawasan emerging markets yang akan memasuki pasar ketenagakerjaan. Namun, pertumbuhan ekonomi dalam kurun yang sama hanya menghasilkan sekitar 400 juta lapangan kerja. Dengan kata lain, dalam satu setengah dasawarsa ke depan, dunia akan kekurangan 800 juta lapangan kerja untuk orang muda, terutama di Asia dan Afrika.
  • Untuk mengantisipasi dan menanggulangi persoalan itu, semua pemangku kepentingan ekonomi perlu terus membenahi kemudahan berusaha (ease of doing business) sehingga dapat memicu investasi masa depan bagi negara-negara emerging markets. Apa yang kita butuhkan bukan hanya strategi penciptaan lapangan kerja, tetapi suatu ekosistem yang mempertemukan infrastruktur, sumber daya manusia, dan iklim berusaha yang memungkinkan bisnis mikro dan kecil bertumbuh dan menyerap luapan tenaga kerja usia muda dan produktif.

Di Ajang WEF, Prabowo Pamerkan Danantara dan Sebut WNA Boleh Pimpin BUMN

  • Presiden Prabowo Subianto secara resmi memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dalam pidatonya di Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/01/2026). Selain bercerita tentang kapasitas dan besaran modal yang dikelola, Prabowo juga menegaskan Danantara tidak segan menghimpun talenta terbaik dunia untuk memimpin BUMN, termasuk profesional asing.

Properti Tumbuh Tipis di Akhir 2025, Pakar Dorong Hunian Tailor Made

  • Pergerakan pasar properti nasional akhir tahun 2025 tercatat masih terbatas dengan harga properti yang hanya naik tipis di tengah tekanan inflasi dan penyusutan suplai rumah sekunder. Laporan Flash Report Januari 2026 yang dirilis Rumah123 menunjukkan harga rumah secara nasional pada Desember 2025 naik hanya 0,2% secara bulanan (month-on-month) dan tumbuh 0,7% secara tahunan (year-on-year).‎ Meski demikian, secara keseluruhan laju kenaikan harga rumah sepanjang 2025 dinilai melambat dibandingkan periode 2023–2024.

Industri Bidik Ekspor Sepatu Capai Rp169 Triliun 3 Tahun Mendatang

  • Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) menargetkan nilai ekspor alas kaki bisa mencapai Rp169 triliun dalam tiga tahun mendatang seiring diterapkannya perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Menurut Ketua Umum Aprisindo Anton Supit mengatakan dengan adanya IEU-CEPA, perluasan pasar ekspor ke Uni Eropa semakin terbuka lebar dan memberikan kesempatan kepada dunia usaha untuk berkembang. Pihaknya memiliki cita-cita dan yakin akan berhasil di 2028 atau maksimum 2029, nilai ekspor minimal  USD 10 miliar.

Video Pilihan: Rapat dengan DPR, Bulog Usulkan Satu Harga Beras SPHP

Rapat dengan DPR, Bulog Usulkan Satu Harga Beras SPHP
Perum Bulog tengah menyiapkan penerapan kebijakan harga tunggal untuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang berlaku nasional, dari Sabang sampai Merauke, serupa dengan kebijakan BBM satu harga milik Pertamina. Selama ini, harga beras SPHP masih ditetapkan berbeda berdasarkan tiga zona wilayah. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal

Indonesia-Inggris Memperkuat Kerjasama dan Surplus Perdagangan

  • Kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Inggris sebelum menghadiri pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, menandai tonggak sejarah penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Pertemuan hangat dengan Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III menghasilkan kesepakatan konkret yang mencakup komitmen investasi sebesar 4 miliar poundsterling atau sekitar Rp 90 triliun. 

Realisasi Investasi Dorong Peningkatan Kapasitas Pembangkit EBT

  • Indonesia terus memacu langkah menuju transisi energi yang berkelanjutan. Kebutuhan akan pasokan listrik yang melimpah, namun tetap ramah lingkungan, menjadi syarat agar Indonesia tetap kompetitif di kancah global. Sepanjang tahun 2025, sektor Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) menunjukkan performa yang cukup signifikan dalam peta investasi energi nasional. Berdasarkan data realisasi investasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sektor EBTKE berhasil mencatatkan angka sebesar 2,4 miliar dollar AS pada akhir tahun 2025 atau naik 33% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut melanjutkan tren pertumbuhan positif sejak dua tahun sebelumnya, di mana pada 2023 investasi berada di angka 1,5 miliar dollar AS dan meningkat menjadi 1,8 miliar dollar AS pada 2024. Meskipun sektor minyak dan gas bumi (migas) masih mendominasi porsi investasi sektor energi secara keseluruhan, kenaikan di sektor EBTKE menunjukkan bahwa minat investor terhadap energi hijau di Indonesia kian menguat.

Rilis Perkembangan Uang Beredar Desember 2025. Bank Indonesia (BI) dijadwalkan akan merilis statistik perkembangan uang beredar Desember 2025 pada Jumat, 23 Januari 2026. Hasil laporan ini bisa diakses di situs resmi BI. Laporan ini menjadi penting dan dinanti dunia usaha untuk melihat bagaimana kebijakan moneter dan jumlah uang beredar di Tanah Air.

AmCham Political and Economic Forum - January 2026. American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham) akan menggelar forum diskusi ini pada di World Trade Center (WTC) Conference Hall, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, pada Jumat, 23 Januari 2026 pukul 09.00 WIB - 11.00 WIB. Turut hadir sebagai pembicara Lead Country Economist World Bank Indonesia & Timor Leste David Knight, Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu, Indonesia Country Executive Bank of America Mira Arifin, dan Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri. 

“Jangan terlalu khawatir tentang persaingan. Fokuslah pada produk dan pelanggan Anda.” (Evan Spiegel - Pendiri Snapchat)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya