Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Realisasi Penerimaan Pajak 2025 Tak Penuhi Target, tapi Target 2026 Terus Dinaikkan
- Realisasi total penerimaan pajak 2025 sebesar Rp1.917 triliun atau setara dengan 87,6% dari target penerimaan pajak dari APBN 2025 yang sebesar Rp2.189 triliun. Walau penerimaan pajak 2025 tak berhasil penuhi target, tapi pemerintah malah terus menaikkan target untuk tahun 2026. Dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), pemerintah justru memasang target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp2.357,7 triliun, meningkat 7,67% dari target penerimaan pajak dalam APBN 2025. Target ini terbilang tinggi sekali lantaran melonjak nyaris 23% persen dibandingkan realisasi 2025.
- Di tengah hiruk pikuk perpajakan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) punya perhitungan agar penerimaan pajak 2026 bisa kembali capai target setidaknya hingga 97,19% dari target.


DHE Wajib Taruh di Bank Nasional, Berikut Respons Para Eksportir
- Berkas peraturan pemerintah (PP) pengganti PP Nomor 8 Tahun 2025 tentang Perubahan atas PP Nomor 36 Tahun 2023 mengenai DHE telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada Jumat pekan sebelumnya. Kendati belum diumumkan ke publik, sejumlah pejabat negara sudah mengungkapkan, salah satu poin penting aturan soal DHE adalah soal kewajiban penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam di bank milik negara mulai berjalan sejak awal tahun ini. Tujuan utama revisi aturan DHE adalah untuk memperkuat cadangan devisa yang selama ini tidak mencerminkan besarnya surplus perdagangan Indonesia. Padahal Indonesia sudah mencatat surplus neraca perdagangan 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus perdagangan sepanjang 2025 mencapai USD38,5 miliar. Prestasi surplus neraca perdagangan ini tidak tercermin pada cadangan devisa Indonesia. Pada Desember 2024, posisi cadangan devisa sebesar USD 155,71 miliar. Setahun kemudian angka ini hanya bertambah sekitar USD 800 juta sehingga cadangan devisa Indonesia pada Desember 2025 pada posisi USD156,47 miliar. Tanggapan beragam datang dari para pelaku usaha.

Indonesia di Persimpangan Energi: Transisi, Eksekusi, dan Tantangan B50
- Indonesia memasuki fase krusial dalam pengelolaan sektor energi. Negeri ini dianugerahi sumber daya alam melimpah, terutama batubara dan energi terbarukan, namun di sisi lain menghadapi tekanan global untuk menurunkan emisi dan tuntutan transisi energi yang berkeadilan. Batubara masih menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional, sekaligus sumber risiko emisi jangka panjang jika tidak dikelola hati-hati. Tantangan utama, menurut Fabby, bukan sekadar keberadaan batubara, melainkan arah kebijakan turunannya, termasuk gasifikasi batu bara menjadi DME, metanol, hingga pemanfaatan teknologi carbon capture and storage (CCS). Tanpa desain kebijakan dan insentif yang tepat, investasi pada infrastruktur fosil berisiko mengunci Indonesia pada emisi tinggi di masa depan.

OJK: Sektor Keuangan pada 2025 Tetap Prospektif di Tengah Ketidakpastian
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor keuangan tetap stabil dan prospektif di tengah ketidakpastian akibat perkembangan geopolitik maupun perbedaan arah kebijakan bank sentral yang memengaruhi pasar keuangan global. Antisipasi perlu dilakukan, tidak hanya dari segi operasional, tetapi juga menghadapi perubahan preferensi layanan guna memenuhi kebutuhan nasabah muda. Dalam keadaan geopolitik yang tidak menentu, OJK memastikan dampak geopolitik terhadap sektor keuangan domestik sampai saat ini belum terlihat sama sekali. Meski demikian, dia mengimbau para pelaku sektor jasa keuangan tetap mencermati perkembangan dan risiko geopolitik dalam jangka menengah dan panjang, mengingat setiap eskalasi dapat memicu reaksi pasar yang tidak terduga.


Geliat Indonesia dalam Ekosistem Perdagangan Berkelanjutan
- Laporan Hinrich-IMD Sustainable Trade Index (STI) 2025 menegaskan bahwa dunia kini memasuki era norma baru yang penuh ketidakpastian, di mana perdagangan global tidak lagi hanya soal efisiensi, tetapi juga keamanan dan keberlanjutan. Adapun laporan ini mengklasifikasikan Indonesia sebagai Modernisator Selektif. Klasifikasi ini menggambarkan Indonesia adalah negara yang secara selektif memilih area-area yang strategis untuk dimodernisasi guna meningkatkan posisi tawar dalam rantai perdagangan global.
- Secara global, Indonesia menempati peringkat ke-17 dari 30 perdagangan berkelanjutan. Dengan skor keseluruhan sebesar 56,3, posisi Indonesia naik satu peringkat dibandingkan tahun 2024. Kenaikan ini mencerminkan konsistensi Indonesia dalam menyelaraskan ambisi pertumbuhan ekonomi dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan di tengah tekanan geopolitik dunia. Jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, Indonesia masih berada di bawah Singapura (peringkat 4), Thailand (peringkat 12), Vietnam (peringkat 14), dan Malaysia (peringkat 15). Namun, Indonesia berhasil mengungguli negara besar seperti Tiongkok yang berada di peringkat 18 dan India di peringkat 22.


Pada tanggal 12 Januari 2026, Bank Indonesia (BI) akan merilis Laporan Survei Penjualan Eceran untuk bulan November 2025. Laporan ini menjadi salah satu indikator penting untuk memantau kondisi konsumsi dan daya beli masyarakat, yang merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi. Laporan ini akan memberikan gambaran yang lebih rinci mengenai tren penjualan di berbagai kelompok barang, seperti bahan bakar kendaraan bermotor, sandang, dan suku cadang, serta bagaimana ekspektasi harga dan inflasi di masa mendatang. Informasi terkait dengan hasil laporan dapat diakses langsung melalui website Bank Indonesia.
HSBC Outlook 2026. Acara yang akan diselenggarakan HSBC pada Senin (12/1/2025) ini akan mengupas tuntas arah ekonomi nasional di tengah kebijakan pelonggaran suku bunga Bank Indonesia serta strategi menghadapi tantangan depresiasi rupiah dan fluktuasi investasi asing (FDI). Forum ini juga menyoroti pergeseran strategis fokus investasi AI di Asia yang mulai melirik Indonesia dan India, serta memberikan proyeksi mendalam mengenai prospek pasar saham domestik pada semester pertama tahun 2026.

"Berperang dan menaklukkan dalam semua pertempuranmu bukanlah keutamaan tertinggi; keutamaan tertinggi terletak pada meruntuhkan perlawanan musuh tanpa berperang." (Sun Tzu - Ahli Strategi China)
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR