Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Fenomena Lonjakan Penerbitan Surat Utang pada 2025
- PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat penerbitan surat utang korporasi sepanjang 2025 menembus level tertinggi sepanjang sejarah pasar domestik. Total emisi mencapai Rp284,3 triliun, melonjak sekitar 90% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp149,7 triliun dan melampaui rekor sebelumnya pada 2017 sebesar Rp185 triliun.
- Lonjakan tersebut didorong oleh tiga hal. Pertama, kebutuhan refinancing yang tinggi; kedua, biaya dana yang lebih murah di pasar obligasi dibanding kredit perbankan; dan ketiga, strategi korporasi mengamankan pendanaan jangka panjang di tengah tren penurunan suku bunga.


Pemerintah Akan Prioritaskan Perlindungan Industri Besi-Baja Nasional
- Pemerintah pada Rabu (11/2/2026) berkomitmen memprioritaskan perlindungan bagi industri besi dan baja nasional dari tekanan harga akibat praktik perdagangan yang tidak adil dengan pengawasan dan kapasitas produksi untuk mewujudkan proyek strategis pemerintah tetap berjalan. Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, praktik perdagangan tidak adil (unfair trade) ini bisa menghambat daya saing industri besi-baja nasional.

Segmen Pasar Berubah, Sektor Properti Perlu Antisipasi
- Konsultan real estat CBRE Indonesia memprakirakan perkembangan pasar properti area Metropolitan Jakarta saat ini mulai mengikuti perubahan segmen penggunanya. Pengembang dan pelaku usaha properti perlu memahami pergeseran tren ini sambil mempersiapkan langkah-langkah antisipatif, termasuk menakar peluang investasi aset-aset nonkonvensional dalam jangka panjang. Mulai tahun 2026 hingga satu dasawarsa mendatang, terdapat empat aset properti nonkonvensional yang mulai diminati investor dan pengembang. Pertama, fasilitas layanan kesehatan; kedua, pusat data (data center); ketiga, pergudangan cerdas (smart storage dan cold storage) dan kawasan industri; dan keempat, hunian bertipe co-living space seperti senior living maupun hunian flat.

Bertemu Ketiga Kali, Ini Hasil Pertemuan BEI dengan MSCI
- Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (11/2/2026) kembali bertemu dengan pihak Morgan Stanley Capital International (MSCI). Direktur Pengembangan BEI sekaligus Pejabat sementara (PJs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, meskipun masih bersifat teknis dan rahasia, pertemuan yang berlangsung beberapa jam itu berlangsung konstruktif. Dari pembicaraan itu, BEI akan menjalankan tiga hal, yakni tentang disclosure atas pemegang saham di atas 1%, penyediaan data investor yang lebih granular, dan progres implementasi Peraturan I-A tentang pencatatan yang menaikkan ketentuan free float minimum dari 7,5% menjadi 15%.

Video Pilihan: Greenvolt Power Indonesia Berkomitmen Sukseskan Transisi Energi


Minyak Sawit Indonesia Pasca Gejolak Perdagangan Global 2025
- Di tengah ketegangan terkait tarif dagang di tahun 2025, dinamika perdagangan minyak sawit Indonesia ke Amerika Serikat dan Uni Eropa menunjukkan kemiripan. Di kedua pasar tersebut, volume ekspor minyak sawit Indonesia menurun, namun dari sisi nilai angkanya meningkat. Secara global, Indonesia produsen minyak sawit terbesar dunia dengan capaian sebesar 46 juta ton. Jumlah ini jauh melampaui Malaysia di posisi kedua dengan 19,4 juta ton serta produsen lainnya seperti Thailand dan Kolombia. Dominasi Indonesia yang tinggi ini menjadi alat tawar ketika berhadapan dengan pasar-pasar besar yang memiliki regulasi ketat.

Alokasi Subsidi Pupuk Guna Mencapai Swasembada Pangan 2026
- Pemerintah telah menetapkan ketahanan pangan sebagai pilar utama dalam program prioritas nasional tahun 2026. Untuk itu, anggaran sebesar Rp 46,9 triliun dialokasikan untuk subsidi pupuk. Kebijakan ini dilakukan guna memastikan ketersediaan sarana produksi bagi petani di Indonesia. Berdasarkan data historis alokasi anggaran, tren alokasi anggaran subsidi pupuk cenderung naik. Setelah dianggarankan sebesar Rp 29,7 triliun pada 2022, kenaikan tajam terjadi di tahun 2024 ke angka Rp 54 triliun. Namun, alokasi berkurang 18,3% pada tahun 2025 dan di tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp 46,9 triliun.


Seminar Nasional Transformasi Pembiayaan di Indonesia: Perspektif Regulasi OJK 2026 dan Skema Non-PPSA. Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) akan menggelar acara ini pada Kamis 12 Februari 2026 di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Grand Indonesia pukul 09.00 WIB. Hadir memberikan keynote speech Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman. Selain juga hadir Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno.
Economic Outlook 2026: Acara ini akan diadakan pada Kamis, 12 Februari 2026 di Financial Hall Graha CIMB Niaga Lt.2 Jl Jenderal Sudirman Jakarta. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, PJS Dirut Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, dan Ketua Umum Analis Efek Indonesia (BEI), David Sutyanto.

“Kesuksesan dalam bisnis datang dari kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan.” (Warren Buffett - Investor)
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR