Dinamika pasar modal, mulai dari regulasi, pergerakan emiten, hingga partisipasi investor.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk tajam turun 7,34% saat penutupan perdagangan sesi I Rabu (28/1/2026), pada level 8.321.
Meski kinerja pasar modal Indonesia sempat menurun pada tahun 2025, ditandai dengan anjloknya indeks harga saham gabungan di bawah angka 6.000 (April), akhir tahun ditutup dengan kinerja yang positif. Porsi kepemilikan aset oleh investor domestik kian membesar.
Untuk IHSG, arahnya masih naik, tetapi dengan volatilitas yang sangat tinggi. Ini bukan pasar yang tenang, melainkan pasar yang penuh peluang bagi investor yang memahami risiko
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level 9.000 untuk pertama kali dalam sejarah pasar modal di Indonesia.
“Jika pemerintah menempatkan BUMN sebagai mitra, swasta dapat lebih leluasa berpartisipasi. Sebaliknya, dominasi BUMN yang diperkuat justru bisa menyingkirkan swasta."
Bursa Efek Indonesia pada 30 Desember 2025 lalu mengumumkan sebanyak 70 emiten berpotensi delisting. Keseluruhan emiten tersebut memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp 122,6 triliun.
Total investor pasar ritel Single Investor Identification (SID) pasar modal melonjak 5,25 juta dalam setahun. Pada 2024 jumlahnya 14,87 juta lantas meroket menjadi 20,12 juta pada 19 Desember 2025.
Dari daftar 70 emiten yang masuk radar potensi delisting, empat BUMN menjadi perhatian utama. Emiten yang berpotensi delisting berasal dari berbagai sektor mulai dari tekstil, properti, dan lain-lain.
Dalam kesepakatan tersebut, DPR RI juga menyetujui usulan OJK menaikkan batas free float untuk continuous listing obligation dari 7,5% menjadi minimal 10–15% sesuai nilai kapitalisasi pasar. Penyesuaian ini akan diberikan waktu agar perusahaan tercatat dapat menyiapkan diri.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meramalkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mencapai 10.000 pada tahun 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkerek naik 22,10% sepanjang tahun 2025. Sepanjang 2025, IHSG mencatat 26 kali rekor kinerja nilai tertinggi sepanjang sejarah (All Time High/ATH).
IHSG pekan lalu menunjukkan pelemahan sebesar 2,57% ke angka 7.906 pada penutupan perdagangan hari Jumat (17/10/2025). Angka ini berhasil rebound 2,19% ke angka 8.115 pada pembukaan perdagangan hari Senin (20/10/2025) dan Selasa (21/10/2025) ditutup menguat 1,84% di angka 8.238,08.
Menampilkan 12 dari 111 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.