Dinamika pasar modal, mulai dari regulasi, pergerakan emiten, hingga partisipasi investor.
Lembaga pemeringkat internasional Moody’s Ratings pada Kamis (5/2/2026) malam yang resmi menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil menjadi negatif. IHSG pun merespon negatif. Bagaimana ke depan?
SIARAN PERS. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan pada Jumat (6/2) melakukan penyesuaian Peraturan Nomor I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat, salah satunya terkait aturan free float 15% yang akan diterapkan Maret 2026.
Terdapat 267 emiten yang berpotensi belum memenuhi ambang batas free float 15% apabila kebijakan tersebut resmi diberlakukan.
Tiga perusahaan yang diusut kepolisian antara lain PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Narada Asset Manajemen, serta pendalaman lanjutan atas IPO PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) yang melibatkan Shinhan Sekuritas Indonesia.
Tren positif berlanjut hingga akhir perdagangan, dengan IHSG ditutup melonjak 2,52% ke level 8.122,59, yang menjadi level tertinggi intraday.
Perdagangan di lantai bursa pada Senin (2/2/2026), kembali jeblok 4,88% ke level 7.922. Lantas bagaimana jalannya komunikasi BEI-OJK dengan MSCI? Apakah bisa meredakan gejolak di lantai bursa?
Langkah Danantara yang akan berinvestasi besar-besaran di pasar modal domestik mulai 2 Februari 2026 menandai babak baru investasi pemerintah di tengah gonjang-ganjing bursa efek pasca kebijakan MSCI.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan langkah reformasi total tata kelola pasar modal. Para regulator ini telah mempersiapkan 8 rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.
Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah baru bagi pasar modal Indonesia dengan lonjakan jumlah investor yang menembus angka 20,32 juta Single Investor Identification (SID).
Pemerintah bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan kegiatan operasional bursa tetap berjalan tanpa gangguan meskipun terjadi transisi kepemimpinan akibat gejolak pasar modal yang terjadi beberapa waktu lalu.
Frederica Widyasari Dewi jadi Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Hasan Fawzi jadi Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon.
Menyusul pengunduran diri Dirut BEI, sejumlah pimpinan OJK juga ikut mundur. Ada indikasi intervensi politik di sektor keuangan
Menampilkan 12 dari 67 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.