Strategi, regulasi, dan peluang investasi dari berbagai sektor dengan menampilkan perspektif regulator, pelaku usaha, dan masyarakat.
Mampukah rentetan buyback dari emiten ini bisa mendongrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan perdana pasca libur Lebaran, Rabu (25/3/2026)?
Di tengah reformasi tata kelola yang tengah berjalan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali harus dihantam pukulan ganda dari ketegangan geopolitik Amerika Serikat (AS) dengan Iran ditambah vonis negatif dari lembaga pemeringkat Fitch.
Harga emas batangan terus mencatat tren merangkak naik sepanjang tahun ini. Apalagi di tengah ketidakpastian global, harganya berpotensi terus terkerek naik. Ini mengindikasikan investor makin konservatif melihat ketidakpastian ke depan.
Di tengah tekanan geopolitik global dan sorotan indeks internasional, otoritas mempercepat reformasi integritas dan tata kelola pasar modal guna memastikan fondasi bursa cukup kuat untuk menopang reli jangka panjang.
Upaya percepatan akan dilakukan melalui Satgas yang dibentuk bersama pemerintah, di samping kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang saat ini sedang ditindaklanjuti secara internal.
Pasar modal Indonesia belakangan menghadapi tantangan yang tidak hanya bersumber dari dinamika ekonomi global, tetapi juga dari isu domestik terkait integritas dan transparansi.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 267 emiten masih memiliki porsi saham beredar di publik di bawah 15%. Rencana kenaikan ini akan meningkatkan kebutuhan pasokan saham di pasar sekunder secara signifikan.
OJK bersama BEI melanjutkan reformasi pasar modal. Caranya memberikan sanksi bagi manipulator saham, menjelaskan aturan baru free float, dan transparansi kepemilikan saham.
Pasca memperoleh vonis dari MSCI dan Moody's, IHSG perlahan bangkit. Bahkan di saat penjualan asing tinggi, IHSG masih mencatat kenaikan.
Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK menunjukkan kinerja yang mengesankan pada 2025 lalu. Meski realisasi nilai investasi kurang sedikit dari target, nilai ekspor dari kawasan khusus ini naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Potensi Indonesia sebagai bagian dari pasar Asia Tenggara selalu menjanjikan
Danantara melalui proyek hilirisasinya yang memiliki total nilai investasi sekitar USD26 miliar atau sekitar Rp429 triliun, berpotensi menciptakan lebih dari 600.000 lapangan pekerjaan baru di tahun 2026 ini.
Menampilkan 12 dari 61 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.