Rubrik Industri menyajikan perkembangan terbaru dari sektor-sektor utama penggerak ekonomi mulai dari energi, manufaktur, hingga digital. Fokus pada implikasi bisnis dan peluang nyata, bukan kabar permukaan.
Sektor industri pengolahan Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat dengan menutup tahun 2025 di zona ekspansi. Beberapa sektor usaha, seperti Industri Kertas dan Barang dari Kertas serta Industri Furnitur mencatatkan peningkatan ekspansi tertinggi di triwulan IV-2025.
Pengoperasian lebih dari seribu perusahaan tersebut didukung investasi sektor industri pengolahan nonmigas (IPNM) mencapai Rp 551,88 triliun, dengan nilai investasi di luar tanah dan bangunan sebesar Rp 444,25 triliun.
Pendekatan fund memungkinkan dana diarahkan ke peremajaan mesin, adopsi teknologi produksi yang lebih efisien, serta penguatan segmen dyeing dan finishing yang selama ini menjadi titik lemah
Total investasi yang masuk ke Indonesia selama Januari–Desember 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3% dari target Rp1.905,6 triliun.
Dari hasil survei itu terungkap, mayoritas pengusaha atau 40% responden menilai kondisi bisnis saat ini lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Adapun 35% responden menjawab tidak setuju bahwa kondisi bisnis saat ini lebih daripada kuartal sebelumnya. Sisanya 25% responden menjawab biasa saja.
Rencana proyek hilirisasi nasional menurut rencana akan dimulai pada Februari 2026 mendatang dengan groundbreaking di enam titik baru proyek hilirisasi dengan nilai USD6 miliar.
Nilai impor barang modal menunjukkan tren kenaikan. Sementara itu, nilai impor bahan baku justru alami penurunan. Ini menunjukkan tren aktivitas dunia usaha alami kenaikan untuk dorong ekspansi usaha jangka menengah dan panjang.
Industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik di Indonesia masih didominasi oleh produk jadi seperti telepon pintar, televisi, atau komputer. Sayangnya, industri hulunya masih bergantung pada impor. Indonesia perlu mengembangkan hilirisasi semikonduktor.
Distribusi komponen tengah menghadapi tekanan serius setelah Honda Motor Co. menghentikan sementara operasi sejumlah pabriknya di Jepang dan Cina akibat kekurangan pasokan chip legacy dari Nexperia.
Industri makanan dan minuman (mamin) terus mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung manufaktur Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global. Di tahun 2026, Industri mamin menjadi salah satu sektor industri yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pertumbuhan sektor manufaktur tahun 2026 diproyeksikan masih stabil meskipun masih dibayangi perlambatan ekonomi global dan isu pengupahan.
Kinerja sektor manufaktur sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan ekspansif didorong oleh permintaan domestik dan investasi
Menampilkan 12 dari 169 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.