Mengulas peluang, tantangan, dan kebijakan perdagangan internasional yang memengaruhi pelaku usaha Indonesia.
Kinerja perdagangan Indonesia tahun 2026 masih akan dibayangi tarif Trump, atau dikenal dengan istilah 'Trump2.0'
Simak cerita keberhasilan pengusaha Indonesia menembus pasar Peru. Selain itu, ada potensi pasar besar di Tunisia.
Dalam KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan pada 22-23 November 2025 nanti, Indonesia mengusung sejumlah usulan penting dan mendesak.
Sektor manufaktur kembali menjadi motor utama penggerak perekonomian Indonesia baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
PT. MMS melaporkan mengekspor 87 kontainer fatty matter senilai Rp28,7 miliar. Fatty matter masuk dalam produk yang tidak dikenai bea keluar. Namun, setelah ditelusuri, mereka tidak mengimpor fatty matter melainkan produk turunan minyak sawit mentah sehingga masuk kategori kena bea keluar.
Nilai ekspor CPO dan turunannya pada 9 bulan pertama 2025 ini mencapai USD18,14 miliar bertumbuh dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD13,70 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 kembali mencatat surplus sebesar USD 4,34 miliar. Capaian ini menandai keberlanjutan tren positif selama 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Kedatangan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva membuka peluang dan potensi kerjasama lebih luas antara Indonesia dengan Brasil.
Jumlah transaksi dalam TEI 2025 tersebut juga berasal dari Memorandum of Understanding (Mou) yang mencapai sebanyak USD 2,27 miliar, transaksi on the spot USD 71,6 juta, dan business matching sebanyak USD 63,4 juta.
Limbah pelepah sawit bernilai tinggi menjadi sapu lidi yang diekspor ke berbagai negara seperti Bangladesh, India dan Vietnam
Sebanyak 1.619 peserta berpartisipasi dalam TEI 2025, dan sudah ada 8.045 buyers dari 130 negara sudah terdaftar.
ekspor mobil utuh/Completely Built-Up (CBU) tetap menjadi penopang terbesar ekspor.
Menampilkan 12 dari 40 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.