Mengulas peluang, tantangan, dan kebijakan perdagangan internasional yang memengaruhi pelaku usaha Indonesia.
Indonesia terus mencatatkan surplus neraca perdagangan di tengah guncangan perdagangan global. Meskipun berfluktuasi, beberapa komoditas berhasil mendongkrak surplus di tahun 2025.
Kendati belum diumumkan ke publik, sejumlah pejabat negara sudah mengungkapkan, salah satu poin penting aturan soal DHE adalah soal kewajiban penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam di bank milik negara mulai berjalan sejak awal tahun ini.
Intervensi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela diprediksi akan mengganggu perdagangan global serta hubungan dengan negara-negara mitra dagang Venezuela, termasuk Indonesia. Indonesia selama ini menikmati surplus neraca perdagangan dengan Venezuela yang memuncak pada 2025.
Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan dengan negara-negara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Penandatanganan perjanjian perdagangan bebas dengan EAEU membuka peluang untuk memperluas pasar ekspor.
Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Rabu (10/12) memastikan negosiasi dagang antara pemerintah AS dan Indonesia akan terus berjalan, sekaligus membantah isu yang beredar kalau negosiasi yang dicapai bulan Juli tersebut berpotensi batal.
Pada Oktober 2025, ekspor alami penurunan sementara impor alami kenaikan. Namun, neraca perdagangan masih tetap surplus, melanjutkan tren surplus 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Kinerja perdagangan Indonesia tahun 2026 masih akan dibayangi tarif Trump, atau dikenal dengan istilah 'Trump2.0'
Simak cerita keberhasilan pengusaha Indonesia menembus pasar Peru. Selain itu, ada potensi pasar besar di Tunisia.
Dalam KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan pada 22-23 November 2025 nanti, Indonesia mengusung sejumlah usulan penting dan mendesak.
Sektor manufaktur kembali menjadi motor utama penggerak perekonomian Indonesia baik untuk pasar domestik maupun ekspor.
PT. MMS melaporkan mengekspor 87 kontainer fatty matter senilai Rp28,7 miliar. Fatty matter masuk dalam produk yang tidak dikenai bea keluar. Namun, setelah ditelusuri, mereka tidak mengimpor fatty matter melainkan produk turunan minyak sawit mentah sehingga masuk kategori kena bea keluar.
Nilai ekspor CPO dan turunannya pada 9 bulan pertama 2025 ini mencapai USD18,14 miliar bertumbuh dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar USD13,70 miliar.
Menampilkan 12 dari 34 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.