Mengulas peluang, tantangan, dan kebijakan perdagangan internasional yang memengaruhi pelaku usaha Indonesia.
Indonesia produsen kakao dan mengekspor produk olahan kakao dalam jumlah yang cukup besar ke pasar global. Namun, untuk kebutuhan industri, impor biji kakao masih dominan.
Dampak ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kini mulai meluas, tak terkecuali bagi komoditas ekspor unggulan Indonesia, yakni minyak sawit. Negara-negara di kawasan Timur Tengah merupakan pasar strategis minyak sawit Indonesia, terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA).
Penutupan Selat Hormuz akibat perang di Timur Tengah memengaruhi perdagangan internasional. Sebagai jalur perdagangan utama yang menghubungkan negara-negara Teluk dengan pasar internasional, gangguan pada jalur ini secara langsung mengancam arus barang dari ke negara-negara di kawasan tersebut.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjadwalkan pertemuan khusus dengan para pelaku usaha untuk memetakan navigasi ekspor jalur konflik.
Sebagai negara kepulauan yang memiliki sumber daya laut yang melimpah, sektor kelautan dan perikanan Indonesia sejatinya bisa menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Di tengah ketegangan terkait tarif dagang di tahun 2025, dinamika perdagangan minyak sawit Indonesia ke Amerika Serikat dan Uni Eropa menunjukkan kemiripan. Di kedua pasar tersebut, volume ekspor minyak sawit Indonesia menurun, namun dari sisi nilai angkanya meningkat.
Indonesia terus mencatatkan surplus neraca perdagangan di tengah guncangan perdagangan global. Meskipun berfluktuasi, beberapa komoditas berhasil mendongkrak surplus di tahun 2025.
Kendati belum diumumkan ke publik, sejumlah pejabat negara sudah mengungkapkan, salah satu poin penting aturan soal DHE adalah soal kewajiban penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam di bank milik negara mulai berjalan sejak awal tahun ini.
Intervensi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela diprediksi akan mengganggu perdagangan global serta hubungan dengan negara-negara mitra dagang Venezuela, termasuk Indonesia. Indonesia selama ini menikmati surplus neraca perdagangan dengan Venezuela yang memuncak pada 2025.
Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan dengan negara-negara Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Penandatanganan perjanjian perdagangan bebas dengan EAEU membuka peluang untuk memperluas pasar ekspor.
Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Rabu (10/12) memastikan negosiasi dagang antara pemerintah AS dan Indonesia akan terus berjalan, sekaligus membantah isu yang beredar kalau negosiasi yang dicapai bulan Juli tersebut berpotensi batal.
Pada Oktober 2025, ekspor alami penurunan sementara impor alami kenaikan. Namun, neraca perdagangan masih tetap surplus, melanjutkan tren surplus 66 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Menampilkan 12 dari 40 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.