Risiko Global 2026 & Usulan Thomas Djiwandono Jadi Calon Deputi Gubernur BI

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Risiko Global 2026 & Usulan Thomas Djiwandono Jadi Calon Deputi Gubernur BI
Foto: Dokumentasi World Economic Forum 2026
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Dari Konfrontasi Geoekonomi, Cuaca Ekstrem, hingga Kemerosotan Ekonomi Diprediksi jadi Risiko Global di 2026

  • Laporan The Global Risks Report 2026 dari World Economic Forum (WEF) mengungkap beragam risiko global yang berpotensi terjadi pada 2026. Adapun urutan tertinggi ditempati risiko konfrontasi geoekonomi dan konflik bersenjata, diikuti kejadian cuaca ekstrem, polarisasi masyarakat, misinformasi dan disinformasi, hingga kemerosotan ekonomi. Temuan kunci dalam laporan tahunan yang memasuki edisi ke-21 ini menggarisbawahi dunia yang memasuki suatu era kompetisi baru yang memengaruhi konfigurasi risiko global yang ada, sekaligus membuka berlapis-lapis risiko global baru secara bersamaan, dengan akumulasi total 33 risiko dari bidang ekonomi, geopolitik, teknologi, sosial, dan ekologis.
  • Bagi Indonesia, antisipasi dampak terusan sejumlah risiko tersebut perlu dilakukan dengan memfokuskan bauran kebijakan ekonomi politik berhaluan kemandirian, memperkuat perdagangan intrakawasan dan platform CEPA, serta integrasi lebih luas dengan sektor mineral kritis yang menentukan masa depan.

Deputi Gubernur BI Juda Agung Mundur, Presiden Usulkan Wamenkeu Thomas Djiwandono Sebagai Salah Satu Calon Pengganti

  • Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung resmi mengundurkan diri terhitung sejak 13 Januari 2026. Merespon itu, Presiden Prabowo Subianto lantas mengajukan tiga nama calon pengganti Juda. Satu dari tiga nama tersebut adalah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono. Selain itu, juga ada dua pegawai karir BI yakni Dicky Kartikoyono, dan Solikin M Juhro. Seperti diketahui Thomas Djiwandono saat ini merupakan Wakil Menteri Keuangan. Sebelumnya Thomas pun pernah ikut dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada November 2025 sebagai perwakilan pemerintah. Thomas merupakan putra dari Soedrajad Djiwandono yang merupakan Gubernur BI pada 1993-1998. Adapun Soedrajad adalah suami Bianti Djojohadikusumo yang merupakan saudara perempuan presiden Prabowo Subianto. Artinya Thomas merupakan keponakan presiden. Pengamat menilai isu pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung tidak akan berdampak pada efektivitas perumusan dan implementasi kebijakan moneter maupun stabilitas sistem keuangan. Sebab, pengambilan kebijakan di BI dilakukan secara kolegial oleh Dewan Gubernur, bukan secara individual.

Industri Menilai Pembentukan BUMN Tekstil Berisiko, Usulkan TPT Fund

  • Pengusaha industri tekstil menilai wacana pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di bidang tekstil dan produk tekstil (TPT) perlu dikaji secara mendalam karena bisa membebani industri tekstil nasional. Sementara sejumlah ekonom mengatakan momentum pembentukan BUMN tekstil saat ini belum tepat, dan menekankan bahwa tekanan utama industri tekstil justru berasal dari faktor eksternal dan kebijakan perdagangan, bukan semata aspek produksi. Ketua Umum Asosiasi Garmen dan Tekstil Indonesia (AGTI) Anne Patricia Sutanto mengusulkan agar pendanaan Danantara dikelola dalam bentuk Industrial TPT Fund mengingat industri ini sangat kompetitif dan berbasis efisiensi biaya.

Kemenperin: 1.236 Perusahaan Manufaktur Siap Beroperasi 2026

  • Kementerian Perindustrian pada Senin (19/1/2025) mengklaim sebanyak 1.236 perusahaan industri manufaktur yang sudah memulai tahap pembangunan tahun 2025 akan memproduksi pertama kalinya pada 2026. Menurut rencana, pengoperasian tersebut diperkirakan menyerap 218.892 tenaga kerja, sekaligus membuktikan kalau manufaktur nasional tetap menunjukkan fondasi yang kuat di tengah dinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian.

Realisasi Investasi Tumbuh Ditopang PMDN

  • Lanskap investasi Indonesia menunjukkan pergeseran tren dalam dua tahun terakhir. Dominasi Penanaman Modal Asing (PMA) mulai menurun diambil alih oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pada tahun 2025, realisasi PMDN melonjak tajam mencapai Rp 1.030,30 triliun atau naik 26,6%. Angka ini melampaui realisasi PMA yang tercatat sebesar Rp 900,9 triliun pada periode yang sama. Pergeseran ini menandakan penguatan struktur modal domestik yang menggerakkan roda perekonomian nasional.

Risiko Bergeser dari Ancaman Alam ke Geopolitik dan Ketidakpastian Ekonomi

  • Lanskap risiko global berdasarkan laporan World Economic Forum mengalami perubahan dalam dua tahun terakhir. Begitu pula dengan risiko yang dihadapi Indonesia. Laporan Global Risk Report oleh World Economic Forum menyebutkan tahun 2024 didominasi oleh kekhawatiran terhadap isu lingkungan dan teknologi, di mana cuaca ekstrem (66%) serta misinformasi dan disinformasi (53%) menjadi ancaman yang paling banyak dipilih oleh responden. Sebagai tahun pesta demokrasi global, tahun 2024 juga mendorong risiko polarisasi sosial/politik. Sebanyak 46% responden memilih risiko tersebut menjadi bagian dari 5 risiko global yang dianggap mengancam di tahun tersebut. Memasuki tahun 2025 dan 2026, terjadi pergeseran fokus yang tajam menuju area geopolitik. Konflik bersenjata antar-negara diprediksi menjadi risiko utama di tahun 2025 (23%), sementara konfrontasi geoekonomi juga menjadi ancaman di tahun 2026 dengan persentase 18%.

Penetapan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). LPS akan menggelar jumpa pers penetapan TBP pada Selasa (20/1/2026) pukul 14.00 WIB di Kantor LPS, Gedung Pacific Centur Palace, Jakarta. Keputusan ini menjadi penting dan dinanti oleh kalangan perbankan untuk menyesuaikan besaran bunga pinjaman kepada nasabah. Adapun saat ini TBP atau LPS Rate berada pada posisi 3,5%.

Acara Indonesia Pavilion di World Economic Forum (WEF) 2026 Annual Meeting. Delegasi Indonesia membuka pavilion khusus dalam penyelenggaraan WEF 2026 19-23 Januari 2026 di Davos, Swiss. Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan delegasi Indonesia antara lain seminar oleh Danantara juga sambutan Presiden Prabowo Subianto.

"Let us ensure AI remains a servant of humanity - never its master." (Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono - 28 September 2025)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya