Sambut Awal Tahun 2026 dengan Semangat Baru

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Sambut Awal Tahun 2026 dengan Semangat Baru
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wpa.
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Rangkuman Ekonomi 2025, Pemerintah: Tetap Bertumbuh di Tengah Ketidakpastian

  • Menutup tahun 2025, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merangkum perekonomian Indonesia sebagai tahun pertumbuhan yang stabil di tengah ketidakpastian. Meski dinamika perekonomian global masih diliputi ketidakpastian, perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid. Pemerintah terus memastikan stabilitas makroekonomi terjaga serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 terjaga di kisaran 5% dengan capaian pada kuartal III-2025 sebesar 5,04% (yoy). Stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik. Inflasi terkendali dalam rentang sasaran 2,5±1% dan tercatat sebesar 2,72% (yoy) pada November 2025. Di pasar keuangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat dan berada di level 8.644,26 pada 29 Desember 2025. Nilai tukar rupiah juga relatif stabil di kisaran Rp16.785 per dolar AS pada Desember 2025. Di sisi investasi, realisasi investasi pada periode Januari–September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun atau tumbuh sebesar 13,7% (yoy). Penyaluran kredit perbankan tetap tumbuh positif sebesar 7,36% (yoy) pada Oktober 2025, mencerminkan keberlanjutan dukungan sektor keuangan terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Mendorong Keberlanjutan Peningkatan Daya Beli

  • Beragam program menarik seperti potongan harga pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi salah satu faktor utama pendorong meningkatnya daya beli masyarakat. Berbagai produk kebutuhan pokok, produk fesyen ataupun pernak pernik bisa dimiliki dengan harga terjangkau membuat masyarakat berbondong-bondong pergi ke pusat perbelanjaan atau mal untuk membeli barang yang ditargetkan. Namun tidak semua pusat perbelanjaan ramai dikunjungi pembeli. Beberapa pusat perbelanjaan tampak biasa saja atau bahkan sepi pengunjung. Tim Suar.id berkesempatan melihat lebih lanjut aktivitas berbelanja masyarakat di akhir tahun dengan mendatangi sejumlah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan juga Tangerang.

Catatan Sektor Pertanian dan Perkebunan Sepanjang Tahun 2025

  • Kinerja sektor pertanian dan perkebunan sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Ini terlihat dari peningkatan produksi pangan, ekspor komoditas seperti CPO yang stabil, dan peningkatan kesejahteraan petani. Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah juga ikut mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan perkebunan. Salah satunya adalah pemerintah menetapkan penerapan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan campuran bahan bakar nabati biodiesel berbasis minyak sawit sebesar 40% atau B40 mulai 1 Januari 2025.

Outlook Pertanian dan Perkebunan 2026: Optimistis Didorong Peningkatan Produksi Komoditas Strategis

  • Outlook kinerja sektor pertanian dan perkebunan 2026 di Indonesia cenderung optimistis. Fokus sektor ini pada 2026 diperkirakan berkutat pada ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi komoditas strategis seperti beras, jagung dan minyak sawit (CPO) yang didukung penguatan hilirisasi dan teknologi. Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan global seperti cuaca ekstrem dan persaingan. Maka pelaku usaha perlu mendorong inovasi produktivitas dan adopsi praktik berkelanjutan untuk menjaga daya saing dan kesejahteraan petani. 

Video Pilihan Tanpa Kembang Api, Perayaan Tahun Baru Di Bundaran HI Tetap Meriah

TANPA KEMBANG API, PERAYAAN TAHUN BARU 2026 DI BUNDARAN HI TETAP MERIAH
Bundaran HI tetap menjadi magnet warga dalam perayaan di malam pergantian tahun 2026, meski tidak ada pesta kembang api. Kerumunan masyarakat sudah terlihat sejak sore hari, yang ingin menonton deretan penampilan musisi dan DJ yang membuat suasana tetap meriah. Tanpa mengurangi kegembiraan, pengunjung merayakan momen tersebut dengan penuh sukacita melalui

Masih Bergantung Impor, Industri Perlu Siaga Dampak Pelemahan Rupiah di 2026

  • Di awal tahun (2 Januari 2025), kurs rupiah tercatat Rp 16.236. Di penghujung tahun, posisi rupiah Rp 16.720. Di tahun 2026, berdasarkan asumsi dasar ekonomi makro RAPBN, nilai tukar rupiah akan dijaga di angka Rp 16.500 pe dollar AS. Kini, di penghujung 2025, rupiah masih berada dalam tren pelemahan konsisten di kisaran Rp 16.500 hingga Rp 16.720 per dollar AS akibat kebijakan tarif impor universal AS dan tingginya suku bunga global.
  • Pelemahan nilai tukar ini menjadi alarm mengingat ketergantungan sektor industri nasional terhadap pasokan bahan baku dari luar negeri tengah mencapai titik tertingginya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat volume impor bahan baku dan barang penolong industri tahun 2024 melonjak sebesar 17,66% dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dari 183.699,6 ribu ton menjadi 216.135,4 ribu ton. 

Pembukaan Perdagangan Pasar Modal Tahun 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka perdagangan perdana awal 2026 pada Jumat, 2 Januari 2026. Seremoni pembukaan akan dilakukan pukul 08.30 WIB di Gedung BEI, Jakarta. Turut hadir jajaran direksi BEI beserta sejumlah pemangku kepentingan ekosistem pasar modal, antara lain Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga perwakilan emiten.

Pemberlakuan KUHAP : Secara resmi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional) serta aturan formil KUHAP terbaru berlaku mulai 2 Januari 2026. Seluruh pelaku usaha dan korporasi kini memasuki era baru dalam sistem hukum pidana Indonesia. Aturan ini secara tegas menetapkan Korporasi sebagai subjek hukum mandiri yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas tindakan pengurus maupun pemegang kendali, dengan ancaman sanksi yang lebih berat mulai dari pidana denda hingga kategori maksimal, pencabutan izin usaha, hingga pembubaran entitas bisnis. Melalui prosedur hukum acara yang baru, penegakan hukum kini lebih mengedepankan transparansi alat bukti elektronik dan mekanisme kepatuhan internal, sehingga perusahaan diwajibkan untuk segera memperkuat sistem mitigasi risiko dan audit kepatuhan (corporate compliance) guna menghindari risiko jeratan hukum yang dapat menghentikan operasional bisnis secara permanen.

“Sukses bukanlah kunci kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci kesuksesan. Jika Anda menyukai apa yang Anda lakukan, Anda akan sukses.” – Albert Schweitzer

Selamat beraktivitas Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya