Roundtable Decision: Mendorong Peningkatan PAD Kota

Forum diskusi SUAR dengan pemangku kepentingan terkait Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Diselenggarakan pada 11 Desember 2025.

Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencerminkan semakin kuatnya kemandirian ekonomi di tingkat lokal. Ketika daerah mampu mengelola potensi dan sumber dayanya secara efektif, mereka tidak hanya meningkatkan kapasitas fiskal, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan. PAD yang tumbuh berarti masyarakat merasakan manfaat dari layanan publik yang lebih baik, infrastruktur yang lebih memadai, dan tata kelola yang lebih transparan.

Peran penting PAD juga terlihat dari bagaimana pemerintah daerah dapat mengambil keputusan pembangunan yang lebih cepat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan sumber pendanaan yang kuat, daerah tidak lagi bergantung sepenuhnya pada transfer pusat, sehingga kebijakan bisa dijalankan lebih responsif dan inovatif. Hal ini membuka ruang bagi penciptaan iklim usaha yang sehat, peningkatan kualitas SDM, serta percepatan proyek-proyek strategis yang mendorong ekonomi lokal.

Ketika seluruh daerah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan PAD yang positif, dampaknya akan terakumulasi menjadi kekuatan baru bagi perekonomian nasional. Pertumbuhan ini bukan hanya mencerminkan kemajuan administratif, tetapi juga semangat untuk membawa Indonesia menuju kemandirian dan daya saing global. Dengan PAD yang terus meningkat dan dikelola secara akuntabel, Indonesia bergerak lebih percaya diri menuju masa depan yang inklusif, sejahtera, dan berkeadilan.

Laporan Spotlight "Mendorong Peningkatan PAD Kota"

Sebelumnya, SUAR telah melakukan liputan serta kajian mendalam mengenai berbagai strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sejumlah wilayah. Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, teridentifikasi sejumlah poin krusial untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, antara lain percepatan pembangunan infrastruktur penunjang aktivitas ekonomi, optimalisasi layanan dan fasilitas bagi pelaku usaha, serta penyederhanaan dan sosialisasi yang lebih efektif terkait regulasi, insentif, dan mekanisme pungutan daerah.

Selain itu, Tim SUAR menghimpun pandangan dari pelaku dunia usaha, regulator daerah, dan analis ekonomi melalui Survei Semesta Dunia Usaha guna memetakan berbagai tantangan dalam peningkatan PAD, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat ditempuh pemerintah daerah dan sektor swasta. Upaya tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, memperluas basis pajak dan retribusi, serta mendorong pertumbuhan investasi dan penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan bagi daerah.

Ringkasan Eksekutif Roundtable Decision: Kemandirian Fiskal Kota Pemicu Pertumbuhan
Di antara komponen fiskal lainnya, pendapatan asli daerah (PAD) adalah satu-satunya instrumen yang berada sepenuhnya di bawah kendali dan inisiatif pemerintah kota. PAD adalah nadi dari otonomi kota, menjadi sumber energi yang memungkinkan pemerintah kota menata kebijakan, membiayai layanan, dan menggerakkan ekonomi lokal sesuai dengan karakter wilayah dan kebutuhan warganya.
Bangkitkan Pertumbuhan dari PAD Perkotaan (1)
Kota-kota di Indonesia, yang memiliki modal besar, perlu melakukan berbagai inovasi demi memiliki independensi fiskal. Solusinya digitalisasi dan kolaborasi.
Berlomba Genjot Pendapatan Kota (2)
Berbagai upaya meningkatkan penerimaan di level perkotaan, dari digitalisasi hingga pemberdayaan aset. Perlu ada strategi pasca digitalisasi untuk bisa melacak potensi penerimaan.

Liputan harian khusus PAD: PAD Tumbuh, Indonesia Maju

Inovasi Jadi Salah Satu Kunci Tingkatkan Pendapatan Kota
Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota-kota di Indonesia selama periode 2022-2024 menunjukkan dinamika yang kontras, namun progresif, di mana pencapaian yang tinggi tidak lagi secara eksklusif dimiliki oleh kota-kota besar.
Fiskal Terbatas, Kepala Daerah Perlu Efisien dan Kreatif Mencari Pendapatan
Di tengah keputusan untuk mengurangi transfer daerah dalam RAPBN 2026, pemkab perlu lebih kreatif cari pendapatan dan lebih efisien dan tepat guna saat belanja.
Saatnya Daerah Kreatif Meningkatkan Pendapatan Asli
Berkurangnya alokasi dana transfer ke daerah (TKD) yang signifikan pada RAPBN 2026 menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan kemandirian fiskal.

Liputan lengkap acara Roundtable Decision terdahulu

Ringkasan Eksekutif Roundtable Decision: Memacu Penggerak Ekonomi Baru
Sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia membuktikan bahwa kebijakan hilirisasi dan pengembangan KEK berhasil menarik investasi global, memperkuat ekspor, serta membuka peluang besar bagi munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. KEK memang tak sekadar sebagai zona produksi dengan segala macam fasilitas yang diberikan pemerintah. KEK menjadi semacam
Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia Berdaya Saing Global
Kendati potensinya besar, KEK perlu terus dikembangkan potensinya agar berdaya saing dibanding KEK negara lainnya.
Ringkasan Eksekutif Roundtable Decision: Kekuatan Ekonomi Pekerja Migran
SUAR menggelar diskusi Roundtable Decision: Kekuatan Ekonomi Pekerja Migran Indonesia pada Kamis (18/9/2025) di Jakarta. Hadir sebagai pembicara: Menteri Koordinator bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Anggota DPR & Chairman Panasonic Gobel Rachmat Gobel, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Kementerian Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan
Menyambut Migranomics Era Prabowo (1)
Pemerintah menyadari penguatan sektor pekerja migran sebagai solusi penguatan ekonomi bangsa. Tak hanya sebagai peraih devisa, tenaga migran juga menjadi agen pembangunan.

Simak acara SUAR lainnya

Jadi anggota SUAR untuk menjadi peserta acara diskusi ekslusif

Dukung SUAR Sekarang