Sekolah Rakyat menjadi ikhtiar bagi usaha mencerdaskan bangsa dan mendorong kesejahteraan. Negara hadir demi pemerataan pendidikan yang murah dan berdampak. Hingga 2025, Pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 166 Sekolah Rakyat (SR) di seluruh Indonesia yang menampung hampir 16 ribu murid.
Pemerintah mendorong akses pendidikan murah dan inklusif bagi masyarakat miskin.
Dua pendekatan utama:
- Sekolah Rakyat (SR): pendidikan gratis berbasis asrama untuk keluarga miskin.
- Sekolah Unggul Garuda (SUG): sekolah berkualitas tinggi untuk siswa berprestasi.
Implementasi Sekolah Rakyat (SR)
- Berbasis asrama dengan fasilitas lengkap dan gratis (makan, tempat tinggal, pendidikan).
- Menargetkan siswa dari desil 1–2 (kelompok termiskin).
- Kurikulum mengikuti standar nasional (KKM 7,5).
- Aktivitas siswa:
- Belajar formal + ekstrakurikuler
- Pembinaan karakter, disiplin, dan kemandirian
- Lingkungan terkontrol → membentuk kebiasaan positif (ibadah, disiplin, kebersihan).
Program Sekolah Unggul Garuda (SUG)
- Fokus pada:
- Penguatan STEM
- Akses ke perguruan tinggi terbaik (dalam & luar negeri)
- Tujuan:
- Mencetak talenta berdaya saing global
- Menghubungkan pendidikan SMA dengan perguruan tinggi
- Konsep:
- Menjadi center of excellence
- Menyebarkan dampak ke sekolah sekitar (tidak eksklusif)
Langkah serius Pemerintah ini merupakan program nasional yang bertujuan memutus rantai kemiskinan ekstrem.
Program ini juga menjangkau keluarga siswa. Selain menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan, bantuan sembako, dan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), keluarga siswa juga didorong mengikuti program pemberdayaan sosial ekonomi agar mampu mandiri dan meningkatkan taraf hidup.
Hingga saat ini, Sekolah Rakyat rintisan telah berdiri di 166 titik dengan kapasitas 15.945 siswa. Program ini didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat.
Kebijakan pendidikan Pemerintahan Prabowo Subianto juga masuk ke ranah pendidikan tinggi. Kampus-kampus mulai didorong untuk lebih banyak lagi memberi kontribusi buat bangsa, melalui program Kampus Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Program ini menjadi kelanjutan dari program Kampus Merdeka, dengan penekanan lebih kuat pada kontribusi nyata kampus terhadap masyarakat.
Penguatan Ekosistem Riset dan Talenta
- Sinergi antara:
- Perguruan tinggi
- Industri
- Pemerintah
- Upaya pemerintah:
- Insentif riset (honor hingga 25%)
- Penguatan ekosistem penelitian
- Tantangan:
- Baru ±5% kampus menjadi universitas riset