Ringkasan Eksekutif: Meminimalkan Dampak El Nino
Jika tidak segera diantisipasi, El Nino akan berdampak langsung pada inflasi pangan dan menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.
Jika tidak segera diantisipasi, El Nino akan berdampak langsung pada inflasi pangan dan menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi meningkatnya risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Ancaman ini seiring dengan kemungkinan berkembangnya fenomena El Nino pada paruh kedua 2026. Peluang kemunculan fenomena tersebut diperkirakan mencapai 50% hingga 80% dengan intensitas lemah hingga moderat.
Intensitas El Niño tahun ini diperkirakan bisa memicu musim kering lebih panjang di Indonesia. Di Indonesia, kehadiran El Nino akan berdampak luas, tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga merambat ke berbagai sektor ekonomi. Seperti industri makanan dan minuman, distribusi logistik, inflasi hingga melemahkan daya beli masyarakat.
Efek domino ke dunia usaha
1. Tekanan Biaya (Cost Push)
2. Pelemahan Permintaan (Demand Shock)
3. Disrupsi Operasional
Bagi sektor consumer goods, ini berarti margin tergerus. Bagi perbankan, ini berarti kenaikan risiko kredit, terutama di sektor agrikultur dan UMKM.
Pemerintah tidak tinggal diam. Sejumlah langkah sudah dan akan ditempuh:
1. Stabilitas Pasokan Pangan
2. Intervensi Produksi
3. Pengendalian Harga
Strategi ini menunjukkan pendekatan pemerintah yang masih bertumpu pada buffer supply dan stabilisasi harga.