Pemerintah Siapkan Strategi Energi, Dampak Konflik Timur Tengah

Pemerintah Indonesia tengah melakukan langkah antisipatif dengan mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke negara lain yang dinilai memiliki pasokan lebih stabil, termasuk dari Amerika Serikat. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut selama ini, sekitar 20% atau setara 25,36 juta barel kebutuhan minyak nasional dipasok dari negara-negara Timur Tengah yang pengirimannya melewati Selat Hormuz. Sementara itu, sisanya dipenuhi melalui impor dari wilayah lain seperti Afrika, Angola, Amerika Serikat, dan Brasil.

Baca selengkapnya