Dalam mengembangkan ekosisten kendaraan listrik (electric vehicle/EV), pemerintah berkomitmen menyediakan infrastruktur pendukung utama, yakni stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Hal itu tak lain agar para pengguna kendaraan listrik merasa nyaman berkendara tanpa resah kehabisan daya di tengah perjalanan.
SPKLU disediakan di berbagai lokasi, seperti di pusat perbelanjaan, perkantoran, apartemen, kawasan industri, rest area tol, stasiun pengisian bahan bakar umum, tempat pariwisata, rumah sakit, stasiun kereta api, terminal, hotel, pelabuhan, dan tempat lainnya.
Sepanjang 2025, telah tersedia 4.655 mesin SPKLU di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah ini meningkat sekitar 44% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.223 unit. Sebaran lokasi SPKLU juga semakin luas. Jangkauan SPKLU tercatat telah beroperasi di 3.007 titik lokasi di Indonesia, bertambah 37% dibandingkan tahun 2024.
Selain upaya kuantitas meningkatkan jumlah SPKLU, pemerintah melalui PT PLN (Persero) dan mitranya juga berupaya melakukan pemutakhiran teknologi pada SPKLU. Tipe teknologi pengisian tersedia mulai dari jenis standar charger, medium charger, fast charger, hingga ultra fast charger. Hingga 2025 lalu, telah tersedia sebanyak 633 unit ultra fast charging, 482 unit fast charging, 2.681 unit medium charging, serta 859 unit standard charging.
Penambahan mesin dan lokasi SPKLU mengikuti agenda pemerintah dalam program transisi energi untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi. Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang Rencana Pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Tahun 2025 Sampai Dengan 2030, jumlah kendaraan listrik dan SPKLU meningkat eksponensial.
Jika pada tahun 2026 direncanakan akan ada sebanyak 163.764 unit kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB), tahun 2030 diharapkan bisa mencapai 943.764 unit. Artinya, dalam waktu lima tahun penggunaan KBLBB diharapkan bertambah hampir 5 kali lipat.
Sementara, jumlah SPKLU diharapkan bertambah 5,5 kali lipat dalam periode yang sama, yakni dari 9.633 SPKLU pada tahun 2026 menjadi 62.198 SPKLU pada tahun 2030. Dengan penambahan ini, rasio ketersediaan SPKLU terhadap EV akan semakin kecil, yakni 1:15 dibandingkan rasio saat ini di 1:21.
Untuk meningkatkan minat masyarakat agar beralih menggunakan kendaraan listrik, PLN juga menyediakan layanan Home Charging Services (HCS). Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 70.250 pelanggan telah menggunakan layanan HCS, meningkat pesat dibandingkan tahun 2024 yang baru berjumlah 32.215 pelanggan.
Pertumbuhan HCS ini didorong oleh berbagai program stimulus yang ditawarkan PLN, seperti promo diskon 50% untuk biaya pasang baru maupun tambah daya serta diskon tarif tenaga listrik sebesar 30% bagi pengisian daya pada pukul 22.00–05.00 WIB. Diskon overnight charging ini berlaku sejak 1 Juli 2025 hingga 30 Juni 2026.
Dengan target penambahan SPKLU sebanyak 5,5 kali lipat hingga 2030, peluang kemitraan dengan PLN dalam membangun infrastruktur terbuka lebar. PLN menawarkan kemitraan SPKLU untuk lokasi-Lokasi strategis dengan okupansi SPKLU yang menjanjikan, seperti di rest area, perkantoran, apartemen, dan entertainment area.