" } }

Pekerja Migran, Geliat Danantara, Revisi 'Omnibus Law' Keuangan, dan Penindakan Saham Gorengan

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Pekerja Migran, Geliat Danantara, Revisi 'Omnibus Law' Keuangan, dan Penindakan Saham Gorengan
Foto: Antara/Dhemas Reviyanto/bar.
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Strategi Kejar Target 500.000 Pekerja Migran Mendunia

  • Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/BP2MI pada Rabu (4/2) menyiapkan 8 strategi dan ragam skema kerjasama untuk mencapai target 500.000 pekerja migran Indonesia (PMI) tahun ini. Beberapa di antaranya mencakup kebutuhan pembiayaan, pelatihan, hingga pemagangan di negara tujuan melalui format kerjasama business to business. Dengan populasi angkatan kerja Indonesia diperkirakan menembus 200 juta orang pada 2045, bonus demografi merupakan kesempatan bagi orang muda Indonesia untuk berlomba-lomba mengisi talent pool di tingkat global.
  • Tahun lalu tersedia 318.085 posisi terbuka bagi calon pekerja migran, tetapi pendaftarnya tidak lebih dari 62.000, atau baru 17%. Pemerintah telah menyusun 8 strategi untuk meningkatkan kesempatan dan daya tarik posisi ini bagi calon pekerja migran

Pemerintah Ingin Ubah "Omnibus Law" Industri Keuangan

  • Pemerintah telah menyerahkan Daftar Inventaris Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas UU 4/2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (4/2/2026). UU P2sK dikenal sebagai undang-undang omnibus law industri keuangan lantaran jadi payung hukum belasan undang-undang lain dan beragam institusi seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, hingga sektor perbankan dan asuransi. Tujuannya untuk lebih meningkatkan sinergi kebijakan fiskal-moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Bareskrim Usut Perusahaan Saham 'Gorengan', OJK Siap Buka Data

  • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Rabu (4/2) menyatakan siap bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menyediakan data yang dibutuhkan dalam proses penegakan hukum di Bursa Efek Jakarta menyusul pengusutan sejumlah perusahaan sekuritas yang diduga 'menggoreng' saham dalam kasus anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) beberapa waktu lalu.
  • Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri mengusut tiga perkara berbeda yang diduga berkontribusi pada terganggunya kepercayaan investor, yakni kasus PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Narada Asset Manajemen, serta pendalaman lanjutan atas IPO PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) yang melibatkan Shinhan Sekuritas Indonesia.

Belajar Kisah Sukses Tarik Investasi ke Dalam Negeri dari Khazanah dan Firma Investasi Global

  • Potensi besar sebagai jangkar investasi dunia di kawasan Asia Tenggara menjadikan Indonesia menduduki posisi teratas dalam peta penanaman modal. Namun, potensi tersebut hanya akan menghadirkan dampak konkret dan maksimal apabila motor investasi memiliki pemahaman menyeluruh tentang ekosistem industri serta memiliki wawasan cukup dalam untuk menggalang kemitraan strategis di tengah disrupsi global. Para pemangku kepentingan dalam negeri bisa belajar dari kisah jatuh bangun sovereign wealth fund (SWF) Malaysia Khazanah dan beragam firma investasi dunia lainnya yang berhasil tarik investasi ke negerinya untuk pembangunan nasional.

Video Pilihan: Roundtable Decision: Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026: Kemitraan, Permodalan, dan Teknologi

Roundtable Decision: Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia 2026: Kemitraan, Permodalan, dan Teknologi
Suar.Id Bersama Greenvolt Power Indonesia menggelar Roundtable Decision: Peta Jalan Dekarbonisasi Industri Indonesia, Jakarta.Pada forum ini mengupas isu percepatan transisi energi dan dekarbonisasi industri yang menjadi sorotan utama. Acara ini dibawakan langsung oleh Founder dan juga pemimpin radaksi Suar.id, Sutta Dharmasaputra.Hadir sebagai pembicara kunci, Wakil Menteri

Emas Konsisten Jadi Penyumbang Utama Inflasi Satu Tahun Terakhir

  • Memperpanjang tren inflasi sejak Maret 2025, awal tahun 2026 ini inflasi Indonesia mencapai 3,55% year-on-year dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 109,75. Terdapat 2 komoditas utama yang menjadi faktor dominan pendorong inflasi periode Januari ini. Tarif listrik menyumbang 1,49% akibat dari low base effect subsidi tarif listrik yang diberlakukan pemerintah awal tahun 2025 lalu. Posisi kedua diduduki emas perhiasan, yaitu 0,93%. Melihat dari tren perkembangan kontribusi penyumbang angka inflasi bulanan dari tahun 2024, komoditas emas perhiasan terpantau terus menunjukkan peningkatan signifikan terutama di pertengahan tahun 2025. Bahkan, dalam satu tahun terakhir, yaitu 2025, emas menjadi komoditas utama yang menyumbang angka inflasi sepanjang 2025. Meski di awal tahun ini menduduki posisi ke-2 dalam menyumbang inflasi, angka persentasenya meningkat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bali dan Jakarta, Pintu Masuk Utama Turis Mancanegara

  • BPS mencatat total kunjungan dari mancanegara meningkat dari 13,89  juta kunjungan pada tahun 2024 menjadi 15,39  juta kunjungan di 2025. Secara total, kunjungan turis mancanegara di 2025 melonjak 10,80% dibandingkan 2024. Kedatangan lewat jalur udara tetap menjadi tulang punggung utama pariwisata Indonesia dengan porsi terbesar mencapai 10,81 juta kunjungan selama tahun 2025. Bandara Ngurah Rai di Bali masih menjadi primadona yang tak tergoyahkan, menyumbang lebih dari 6,9 juta kunjungan atau sekitar 51% dari total kunjungan pintu utama. 
  • Pengumuman Pertumbuhan Ekokomi 2025: Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan laporan pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang Januari hingga Desember 2025, termasuk per kuartal VI (Oktober, November, Desember) 2025 pada Kamis, 5 Februari 2026.
  • Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2026: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar PTIJK 2026 pada Kamis, 5 Februari 2026, pada pukul 17.30 WIB di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, di Ruang Utari Lantai 2. Acara ini merupakan kegiatan rutin untuk menyampaikan program dan arah kebijakan pengaturan dan pengawasan OJK kepada para pelaku industri jasa keuangan.
Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda. (Tan Malaka, Tokoh Pergerakan dan Revolusioner)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya