Indonesia dihadapkan pada kondisi ekspor produk laut dan perikanan yang belum bisa unjuk gigi di pasar global. Dinamika kinerjanya berfluktuasi cenderung menurun dalam lima tahun terakhir.
Meski menunjukkan sedikit penurunan di tahun 2025, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) optimistis mencanangkan target besar untuk mendorong ekspor produk kelautan.
Data Kementerian Kelautan dan Perikanan periode 2021 hingga September 2025 menunjukkan volume ekspor hasil laut dan perikanan segar Indonesia sempat mencapai puncaknya pada tahun 2024 dengan angka 1.425,29 ribu ton. Secara nominal, nilai ekspornya dengan capaian tertinggi terjadi pada tahun 2022 sebesar 6.242,09 juta dolar AS.
Penurunan volume ekspor pada tahun 2025 (bulan Januari hingga September) menjadi 1.003,35 ribu ton merupakan cerminan tantangan global yang kini tengah dijawab oleh pemerintah melalui strategi penguatan pasar.
Setelah sempat melandai di tahun 2023, volume ekspor melonjak signifikan di tahun 2024, menunjukkan bahwa permintaan dunia terhadap produk HS 03 (ikan segar, dingin, dan krustasea) tetap tinggi. Pergerakan nilai ekspor yang tidak selalu linier dengan volume mengindikasikan adanya dinamika harga komoditas di pasar internasional.
Hal tersebut menjadi alasan kuat mengapa KKP kini fokus pada peningkatan nilai tambah produk agar pendapatan negara tetap terjaga meski dalam situasi ekonomi global yang tidak menentu.
Kinerja ekspor hasil laut dan perikanan segar ini tidak lepas dari kontribusi besar sejumlah daerah di Indonesia. Berdasarkan data volume ekspor per provinsi dari KKP tahun 2025, Jawa Timur mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin utama dengan kontribusi sebesar 261.475,04 ton dengan porsi 26% dari total.
Selajutnya disusul oleh Sulawesi Selatan yang mencatatkan volume sebesar 185.626,86 ton dan DKI Jakarta di angka 185.524,36 ton. Ketiga provinsi tersebut menjadi hub logistik dan produksi utama yang memastikan produk perikanan Indonesia mampu menembus meja makan di berbagai belahan dunia.
Menatap tahun 2026, pemerintah melalui KKP mencanangkan strategi untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global dengan lebih menekankan pada kualitas dan keberlanjutan. Diversifikasi produk dan efisiensi rantai pasok akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih modern dan kompetitif.