Memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum dan selama menempuh perjalanan khususnya dalam jarak jauh, menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Pemeriksaan seperti pengecekan rem, ban, oli, hingga lampu pun bisa meminimalisasi risiko kendala yang bisa terjadi di jalan ketika dalam perjalanan. Situasi ini pun membuat bengkel-bengkel kendaraan diserbu para pelanggan, khususnya mereka yang ingin melaksanakan kegiatan mudik saat Lebaran ini.
Mengetahui betapa pentingnya kondisi kendaraan dalam keadaan prima, PT Astra International Tbk kembali menghadirkan Astra Siaga Lebaran dengan berbagai layanan dan dukungan demi memastikan perjalanan para pemudik berjalan dengan aman dan nyaman.

Direktur Astra Thomas Junaidi Alim Wijaya, mengatakan pihaknya selama periode perjalanan mudik pada 17-28 Maret 2026 mempersiapkan 600 teknisi mobil dan 1.092 teknisi sepeda motor di sejumlah titik strategis jalur mudik nasional. Pos siaga yang melayani servis ringan dan juga konsultasi teknis kendaraan pun turut dihadirkan.
“Sebagai bagian dari ekosistem mobilitas di Indonesia, Astra melalui kegiatan Astra Siaga Lebaran yang pada tahun ini memasuki tahun pelaksanaan ke-15 terus mengambil peran dalam memastikan perjalanan mudik seluruh pelanggan Astra dapat berjalan aman dan nyaman, baik pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua,” ucap Thomas saat Kick Off Astra Siaga Lebaran di Jakarta Pusat, Jumat (13/03/2026).
Astra menyediakan 132 bengkel siaga, 14 pos siaga, 61 armada garda siaga 24 jam, 66 armada emergency roadside assistance AstraWorld, hingga 3 stasiun pengisian kendaraan listrik.
Tak hanya selama periode mudik, jaringan bisnis Astra seperti PT Astra Otoparts Tbk juga telah memberikan kemudahan bagi konsumen dalam melakukan perawatan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan para pengendara. Dengan ini, para pemudik pun berbondong-bondong memeriksakan kesiapan kendaraannya.

Bahkan, dijelaskan oleh Executive In Charge Marketing Astra Otoparts Indra Nugraha, permintaan suku cadang meningkat selama periode mudik Lebaran. Lonjakan pembelian suku cadang oleh konsumen ritel bahkan mencapai lebih dari 20 persen dibandingkan dengan periode normal, sehingga momen itu disebut sebagai momen emas.
“Biasanya paling gampang itu kan oli paling nggak, battery, rem, lain-lain yang kaitannya dengan performa kendaraan dan keselamatan, biasanya itu mereka lakukan sebelum mudik atau setelah mudik, jadi itu periode kita katakan golden moment sehingga bisa increase sekitar 20 persen,” ungkap Indra, saat melepas peserta Mudik Gratis 2026 di Balai Samudera, Jakarta Utara, Selasa (17/03/2026).
Kegiatan mudik saat Lebaran ini merupakan tradisi tahunan yang identik dengan perjalanan jauh menuju ke kampung halaman untuk berkumpul bersama dengan keluarga. Seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, kesiapan kendaraan menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh para pemudik.
PT Astra Otoparts Tbk melalui jaringan ritel layanannya yakni Shop & Drive, Shop & Bike, Astra Otoservice, dan juga Aspira Motoquick juga telah melihat adanya peningkatan jumlah kendaraan yang melakukan pemeriksaan hingga perawatan jika dibandingkan dengan periode normal.
“Peningkatan ini biasanya mulai terasa sekitar dua hingga tiga minggu sebelum Lebaran, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jarak jauh. Konsumen cenderung melakukan pemeriksaan kendaraan lebih awal agar perjalanan mudik dapat berlangsung dengan lebih aman dan nyaman,” demikian keterangan dari Astra Otoparts kepada Suar, Kamis (12/03/2026).
Menjelang periode mudik, pengendara biasanya melakukan pemeriksaan terhadap komponen penting serta mengganti komponen yang memberikan pengaruh secara langsung terhadap keamanan dan kenyamanan.
Layanan yang cukup banyak dilakukan oleh para pelanggan Astra Otoparts di antaranya penggantian oli mesin, pemeriksaan dan penggantian aki, pemeriksaan pengereman, hingga komponen penting lainnya seperti filter udara dan sistem pendingin mesin.
“Beberapa komponen yang biasanya paling banyak dicari konsumen menjelang mudik seperti layanan tune-up, penggantian kampas rem, penggantian shock absorber, penggantian filter, oli mesin, dan layanan lainnya. Komponen-komponen tersebut umumnya menjadi prioritas karena berpengaruh langsung,” lanjutnya.
Baca juga:

Dalam mengantisipasi lonjakan servis kendaraan menjelang periode mudik, Astra Otoparts melalui jaringan ritel layanannya melakukan berbagai persiapan mulai dari peningkatan ketersediaan suku cadang, kesiapan teknisi, hingga optimalisasi operasional.
“Astra Otoparts mendorong konsumen untuk melakukan servis kendaraan lebih awal sebelum periode puncak mudik, sehingga proses perawatan kendaraan dapat dilakukan dengan lebih nyaman,” tulisnya.
Lonjakan servis kendaraan juga terjadi di sejumlah bengkel-bengkel kendaraan lainnya, seperti Raffi Auto Care, sebuah bengkel yang telah berdiri selama sekitar 9 tahun dan berada di tiga lokasi yakni Depok sebagai pusat, serta Cibubur dan Cibinong sebagai bengkel cabang.
Owner Raffi Auto Care, Sandri, mengungkapkan momen mudik Lebaran ini di setiap tahunnya menjadi momen emas untuk bisnis bengkel meningkatkan layanan servisnya. Meski begitu, jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu, lonjakan servis kendaraan di tahun ini tidak begitu tinggi akibat sejumlah faktor.
“Setiap tahun lonjakan pada saat mendekati hari raya ini pasti ada, cuman kalau kita lihat trennya dari tahun-tahun sebelumnya, animo masyarakat untuk servis mendekati hari raya itu trennya agak menurun,” kata Sandri saat diwawancara, Kamis (12/03/2026).
Biasanya, kata Sandri, pada 3 tahun yang lalu masyarakat sudah mulai melakukan servis kendaraan sejak satu bulan sebelum bulan Ramadan. Tetapi di tahun ini, mereka lebih memilih melakukan servis kendaraan di bengkel-bengkel di awal bulan setelah gajian ataupun mendapatkan tunjangan hari raya (THR).
“Kita juga merasakan ada kenaikan ini baru dua minggu terakhir ini aja,” ungkapnya.
Promo khusus
Demi menarik lebih banyak pelanggan dan mendukung kegiatan mudik yang aman dan nyaman, Raffi Auto Care menghadirkan berbagai promo menarik seperti general check-up kendaraan secara gratis untuk 30 titik pengecekan seperti filter AC, ban, klakson, lower arm, hingga fan belt. Selain itu, ada pula diskon hingga 15 persen untuk penggantian suku cadang dan juga layanan jasa.
“Jadi siapa pun yang akan mudik atau memang perlu layanan kami silahkan datang ke bengkel kami itu gratis pengecekan untuk 30 titik komponen kendaraan

Para pemudik yang melakukan servis kendaraan di Raffi Auto Care biasanya mengganti oli kendaraannya, busi demi meningkatkan performa, kanvas rem, hingga pengecekan di bagian kaki-kaki kendaraan.
“Itu kan kalau untuk menjelang liburan seperti ini karena mobilnya dipakai lama itu mereka juga butuh kenyamanan selain dari pada keselamatan, jadi perlu untuk pemilik kendaraan memastikan kondisi kendaraannya aman dan nyaman,” jelas Sandri.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, juga mengingatkan bahwa melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum melaksanakan kegiatan mudik ini bukan hanya sekadar rekomendasi saja, melainkan kebutuhan penting yang berkaitan secara langsung dengan keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi perjalanan jarak jauh.
Dijelaskan olehnya, komponen utama yang perlu diperiksa oleh para pemudik yang berkendara menggunakan kendaraan pribadi meliputi pengecekan pada mesin dan oli agar sistem pendinginan kendaraan tetap optimal. Sistem pengereman dan tekanan juga harus sesuai dengan rekomendasi pabrik kendaraan.
“Secara umum, kegagalan teknis kendaraan seperti rem aus, ban yang sudah aus dan kurang tekanan, atau mesin tidak optimal sering menjadi salah satu penyebab kecelakaan saat periode mudik,” kata Yannes, Jumat (13/03/2026).
Waktu paling ideal untuk melakukan servis kendaraan kata Yannes adalah sekitar satu hingga dua minggu sebelum keberangkatan mudik. Tujuannya, agar pemilik kendaraan masih memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pengujian setelah servis dan juga melakukan adaptasi.
"Atau komponen yang diganti sudah bekerja normal setelah menempuh sekitar 100-200 kilometer," lanjut Yannes.
Menggunakan kendaraan untuk perjalanan jarak jauh tanpa pengecekan secara menyeluruh menimbulkan risiko kegagalan mekanis, peningkatan konsumsi energi, hingga potensi kecelakaan di jalan raya.
“Mesin yang tidak optimal juga meningkatkan pemborosan BBM sekitar 10-25% dibanding kondisi mesin yang sehat akibat pembakaran tidak efisien. Karena itu, pengecekan menyeluruh sebelum mudik menjadi langkah sederhana tetapi sangat penting,” ucapnya.
Risiko lainnya, jika kendaraan digunakan dengan kondisi yang tidak optimal, juga dapat memicu kerugian finansial yang cukup besar, mulai dari biaya derek hingga perbaikan darurat yang biayanya bisa mencapai hingga jutaan rupiah.