Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Outlook Makroekonomi 2026: Agar Pertumbuhan Tinggi Tak Sekadar Mimpi
- Mengambil pelajaran berharga dari peristiwa sepanjang 2025, pemerintah dan dunia usaha bersatu suara mengaktifkan semua mesin pertumbuhan di tahun 2026. Dengan postur APBN ekspansif dan perbaikan iklim usaha yang dijalankan, pertumbuhan tinggi bukan lagi sekadar mimpi jika gerak sinkron setiap mesin memiliki tujuan yang sama, yaitu mengangkat kapasitas ekonomi, bukan sekadar menambah kemampuan belanja. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada 2026 tidak terlalu sulit dicapai, terutama karena target pertumbuhan kuartal IV masih 5,5% dan keseluruhan tahun 2025 ada di 5,2%. Sebelumnya, dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pertengahan Desember lalu, Gubernur BI Parry Warjiyo mengatakan, secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi 2025 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5%. Adapun ekonomi diperkirakan meningkat menjadi 4,9–5,7% pada 2026.
- Mengawali tahun 2026, selain mempercepat belanja fiskal dan mempererat komunikasi dengan jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia, salah satu komitmen pemerintah adalah menyegerakan sidang Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Selasa (23/12/2025). Dengan frekuensi sidang hambatan berusaha yang ditargetkan dapat dilaksanakan 1 kali setiap minggu itu, pemerintah dapat memiliki gambaran lebih jelas mengenai masalah di lapangan yang seringkali dihadapi pelaku usaha dan menciptakan iklim berusaha yang lebih kondusif ke depannya.


Catatan dan Pelajaran Berharga dari Makroekonomi 2025
- Rangkaian turbulensi ekonomi yang terjadi sepanjang 2025 terangkum dalam catatan dan pelajaran berharga tentang arti penting ketahanan fundamental di samping cita-cita mengejar pertumbuhan tinggi. Terlepas dari berbagai prediksi perlambatan, keberhasilan Indonesia melewati tahun yang menentukan menjadi modal peralihan fokus dari stabilitas menuju pertumbuhan optimal sesuai potensi. Sepanjang tahun, kurasi Suar.id menemukan 14 peristiwa makroekonomi penting yang menentukan, di samping pergerakan inflasi dan nilai tukar rupiah yang berhasil terjaga sesuai ekspektasi.

Ancang-Ancang Pasar Modal Hadapi Aturan Free Float Anyar
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendeklarasikan rencana peningkatan porsi kepemilikan saham publik atau free float di pasar modal Indonesia yang ditargetkan mulai diterapkan pada tahun ini. Kebijakan tersebut tidak dilakukan secara serempak, melainkan secara bertahap. Adapun pertimbangan dari keputusan tersebut untuk menyesuaikan kesiapan masing-masing dari perusahaan atau emiten tercatat. Tujuannya, tak lain adalah memperkuat likuiditas dan pendalaman pasar. Dalam rapat kerja antara DPR, OJK, dengan BEI, disepakati usulan OJK menaikkan batas free float untuk continuous listing obligation dari 7,5% menjadi minimal 10%-15% sesuai dengan nilai kapitalisasi pasar. Penyesuaian ini akan diberikan waktu agar perusahaan tercatat dapat menyiapkan diri.

Manufaktur Indonesia Tutup 2025 dengan Kinerja Masih Bertahan di Posisi Ekspansi
- Kinerja manufaktur Indonesia di penghujung tahun masih terpantau dalam posisi ekspansi. Ini tercermin pada posisi Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia Desember 2025 berada pada posisi 51,2 turun dari November 2025 yang sebesar 53,3. Kendati turun, posisi PMI Indonesia tetap berada di atas level 50 yang artinya masih berada dalam posisi ekspansi. Capaian tersebut menunjukkan bahwa sektor manufaktur Indonesia tetap mencatat pertumbuhan pada akhir 2025, meskipun laju ekspansinya melambat. S&P Global menilai pelemahan PMI secara bulanan mencerminkan perlambatan pertumbuhan produksi, di tengah kondisi permintaan yang masih relatif solid. Kendati masih dalam posisi ekspansi, baik pengusaha maupun pengamat menilai posisi ini rapuh dan menunjukkan pemerintah belum mampu mengoptimalkan potensi manufaktur yang sesungguhnya bagi perekonomian nasional.


Tantangan Meningkatkan Lifting Minyak Bumi
- Produksi minyak bumi Indonesia yang siap jual cenderung menurun. Penurunan produksi disebabkan baik oleh faktor teknis maupun non-teknis, antara lain kegiatan pengeboran dan perawatan sumur minyak yang tidak sesuai target, frekuensi gangguan produksi (unplanned shutdown) yang terjadi, serta proyek yang tidak berjalan sesuai rencana. Banyak sumur minyak yang kian tua memasuki periode declined. Selain itu, tantangan yang dihadapi juga terkait dengan terbatasnya investasi di hulu migas, yang meliputi kegiatan produksi, pengembangan lapangan eksisting, serta aktivitas eksplorasi sumber-sumber baru.
- Selama satu dekade terakhir, target lifting minyak bumi yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) turun 23%, dari 825.000 barel per hari (2015) menjadi 635.000 barel per hari (2024). Sementara, realisasi lifting minyak turun sekitar 30%, dari 829.000 barel per hari (2016) menjadi 580.000 barel per hari (2024). Realisasi lifting minyak bumi berkisar antara 90% hingga 99% dari target. Kecuali realisasi pada tahun 2016 yang sempat melampaui target (101%).


Rilis perkembangan inflasi/Indeks Harga Konsumen (IHK) Desember 2025 dan kinerja Ekspor-Impor November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 5 Januari 2026 dijadwalkan akan merilis serangkaian Berita Resmi Statistik penting yang mencakup indikator ekonomi utama, yakni perkembangan IHK atau inflasi, serta data Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia. Selain kedua indikator tersebut, pada hari yang sama BPS juga akan mempublikasikan data terkait Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB), Nilai Tukar Petani (NTP), serta perkembangan pariwisata dan transportasi. Publikasi Berita Resmi Statistik dapat langsung diakses melalui website resmi BPS.
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) akan menyelenggarakan talkshow perpajakan bertajuk Aktivasi Akun Coretax: Kesiapan Teknis dan Implementasi Praktis bagi Praktisi Pajak. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Senin, 5 Januari 2026 yang berlangsung pukul 14.00 – 16.00 WIB. Talkshow ini akan disiarkan melalui Live Streaming dengan menghadirkan Arief Setyadi sebagai pemberi sambutan, Lady Karlinah sebagai narasumber, dan dipandu oleh moderator Airin Titus. Selain memberikan wawasan komprehensif mengenai aspek teknis dan tantangan implementasi akun Coretax, peserta juga berkesempatan mendapatkan 2 SKP (Tidak Terstruktur) serta promo harga spesial untuk pelatihan Brevet Pajak A&B IAPI. Informasi lebih lanjut dapat langsung mengakses media sosial Instagram IAPI.

"Merek Anda adalah apa yang orang lain katakan tentang Anda ketika Anda tidak ada di dalam ruangan." (Jeff Bezos - Pendiri & Executive Chairman Amazon)
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR