Optimisme Dunia Usaha dan Investor

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Optimisme Dunia Usaha dan Investor
Foto: Andreas Bayu / Unsplash
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Survei Kadin: Kebanyakan Pelaku Usaha Nilai Kondisi Saat Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

  • Dalam survei Kadin Business Pulse bulan Desember 2025 itu terungkap, sebanyak 40% responden pengusaha menilai kondisi bisnis saat ini lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Adapun 35% responden menjawab tidak setuju bahwa kondisi bisnis saat ini lebih daripada kuartal sebelumnya. Sisanya 25% responden menjawab biasa saja. Hasil survei itu berasal dari 155 responden anggota Kadin yang diwawancara pada perideo 1 Desember - 23 Desember 2025. Adapun survei dilakukan dengan metode sampling acak.
  • Faktor utama pendorong sentimen positif tersebut adalah perbaikan atau perkembangan pasar sebesar 38%, disusul persaingan usaha yang lebih kondusif dengan nilai 24% dan regulasi yang membaik dengan nilai 23%. Dalam survei yang sama, 20% responden menyatakan birokrasi dan regulasi menjadi tantangan utama dalam menjalankan bisnis, sementara 17% responden menyatakan akses pembiayaan masih relatif sulit dijangkau, menandakan keterbatasan modal dan kesulitan memperoleh pendanaan masih sangat dirasakan pelaku usaha, di samping permintaan pasar dan tenaga kerja terampil. Masih dari survei yang sama, dengan berbagai kondisi tersebut, sebanyak 47% pengusaha berencana untuk melakukan investasi dalam 6 bulan ke depan. Sedangkan 24% responden tidak setuju atau tidak akan melakukan itu, serta 25% responden menjawab biasa saja.

Investasi 2025 Lampaui Target, Indonesia Masih Diminati Investor

  • Realisasi investasi nasional sepanjang 2025 berhasil melampaui target pemerintah. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani melaporkan, total investasi yang masuk ke Indonesia selama Januari–Desember 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun atau 101,3% dari target Rp 1.905,6 triliun. Selain nilai investasi, dampak terhadap penciptaan lapangan kerja juga menunjukkan tren positif. Pada triwulan IV 2025, investasi menyerap 754.186 tenaga kerja, melonjak 29,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif sepanjang 2025, investasi menciptakan sekitar 2,71 juta lapangan kerja atau tumbuh 10,4% secara tahunan.

Utang Luar Negeri Indonesia Turun Lagi, Dunia Usaha Tetap Lihat Peluang Ekspansi

  • Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 tercatat menurun menjadi USD 423,8 milar, lebih rendah dibandingkan posisi Oktober 2025 sebesar USD 424,9 miliar. Penurunan ini diikuti dengan perlambatan pertumbuhan tahunan ULN yang hanya mencapai 0,2% secara year-on-year (yoy). Posisi ULN pemerintah juga mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya menjadi USD 209,8 miliar dolar. Secara tahunan, pertumbuhannya pada November 2025 melambat menjadi 3,3% dibanding pada Oktober 2025 dari 4,7%. ULN swasta juga mencatatkan penurunan pada November 2025. Posisi ULN swasta tercatat sebesar USD 191,2 miliar, lebih rendah dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai USD 191,7 miliar. ULN swasta secara tahunan mengalami penurunan dengan laju kontraksi sebesar 1,3% (yoy), melambat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 1,5% (yoy).

Dampak Terbatas Konflik AS-Venezuela ke Indonesia

  • Setelah, hampir tiga pekan setelah serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela, dampaknya peristiwa itu ke perekonomian Indonesia diperkirakan terbatas. Konflik AS dan Venezuela memang menambah sejumlah catatan ketegangan geopolitik yang perlu diperhatikan. Hal ini tentu meningkatkan ketidakpastian global. Dari aspek perdagangan minyak dunia, Venezuela memang tercatat sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar dunia. Namun, produksinya sangat kecil dibandingkan cadangannya. Maka dampak serangan ini diperkirakan tidak akan terlalu mengganggu pasokan minyak dunia. Konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Venezuela juga dipastikan tidak akan mengganggu penyelesaian perundingan perjanjian tarif dagang Indonesia-AS.

Video Pilihan: Realisasi Investasi 2025 Mencapai Rp 1.931,2 Triliun

Realisasi Investasi 2025 Mencapai Rp 1.931,2 Triliun
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan realisasi investasi nasional sepanjang 2025 melampaui target pemerintah. Total investasi tercatat mencapai Rp1.931,2 triliun atau 101,3 persen dari target Rp1.905,6 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2,71 juta orang. Capaian tersebut tumbuh 12,7 persen secara tahunan,

Potensi Mineral Kritis Indonesia Jadi Incaran Amerika Serikat

  • Akhir Januari 2026 akan menjadi puncak negosiasi terkait tarif resiprokal Amerika Serikat untuk Indonesia. Indonesia mendapat pengecualian tarif bea masuk untuk sejumlah komoditas unggulan. Namun, AS berharap mendapatkan askes terhadap sektor mineral kritis Indonesia. Potensi sektor mineral kritis Indonesia menjadi daya tarik tersendiri dalam setiap hubungan bilateral Indonesia dengan negara lain, tak terkecuali dengan AS. Pasalnya, bumi Indonesia menyimpan cadangan terbesar beberapa sumber daya alam yang dibutuhkan masyarakat global.
  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memetakan potensi sejumlah komoditas mineral kritis Indonesia dan posisinya di tataran global. Indonesia merupakan pemilik cadangan nikel dan timah terbesar di dunia. Cadangan nikel yang dimiliki Indonesia menguasai 42% cadangan dunia, menempatkan Indonesia di peringkat pertama. Sedangkan cadangan timah menguasai 18% cadangan dunia, juga menempatkan Indonesia di peringkat pertama. Selain itu, Indonesia memiliki 8,8% cadangan dunia untuk komoditas bauksit (peringkat 4 dunia). Indonesia juga memiliki 4,4% cadangan dunia untuk komoditas emas (peringkat 6 dunia) dan menguasai 2,4% cadangan tembaga (peringkat 9 dunia).

World Economic Forum 2026. Acara tahunan yang dinanti sebagian besar pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi bidang ekonomi dari seluruh dunia ini akan diselenggarakan 19-23 Januari 2026 di Davos, Swiss. Mengambil tema “A Spirit of Dialogue”, forum yang menghadirkan para pengambil keputusan level global ini akan menggelar ratusan seminar dan diskusi dengan berbagai topik antara lain seperti kecerdasan buatan (AI), ketegangan geopolitik dunia, ketahanan pangan & energi, dan lain-lain. Anda bisa menyaksikan berbagai seminar tersebut secara live streaming dengan mengakses situs resmi https://www.weforum.org/ 

Rilis Laporan Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Triwulan IV-2025. Bank Indonesia (BI) dijadwalkan akan merilis laporan SKDU triwulan IV-2025 pada Senin (19/1/2026). Ini merupakan laporan rutin BI yang dikeluarkan tiap triwulanan. Melalui laporan ini, BI ingin memberikan gambaran seperti apa geliat dunia usaha pada triwulan IV-2025. Selain SKDU, BI juga dijadwalkan untuk merilis laporan Prompt Manufacture Index (PMI) triwulan IV-2025 juga pada Senin besok.

"Harapan adalah kekuatan yang sering kali membuat manusia mampu melakukan banyak hal, mengalahkan ketakutan sekaligus keraguan yang mungkin masih bercokol di dalam hati." (Leo Tolstoy - Penulis)

Selamat beraktivitas Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya