Artikel ini merupakan catatan pribadi Cendekiawan Muda, Yudi Latif. Bila anda tertarik untuk menjadi kontributor opini, silakan mendaftarkan diri anda dengan kirim email ke [email protected].
Saudaraku, merayakan hidup bukan berarti hari-hari akan selalu bertabur cahaya. Ada saat ketika langit sendu menurunkan keraguan, ada masa ketika langkah terasa berat seolah dunia menyempit dalam dinding-dinding sepi. Namun merayakan hidup adalah menjaga agar bara kecil dalam dada tak padam—bara yang membuat kita terus belajar, terus tumbuh, terus menjadi manusia yang lebih utuh.
Pernah ada musim ketika aku lebih banyak bermukim dalam rumah: musim perenungan yang memaksa langkah diperlambat agar batin bisa didengar kembali. Dalam keheningan itu, kata-kata menemukan celahnya; sebuah buku terlahir sebagai saksi bahwa jiwa tetap bisa menembus batas ruang dan waktu. Tetapi bukan hanya buku yang tumbuh. Di halaman rumahku, semak-semak yang lama terabaikan seakan berbisik meminta disentuh, seolah mengajakku kembali menyapa tanah yang menumbuhkan kehidupan.

Dengan tangan sendiri, akar-akar kusibak, tanah kugemburkan, pot dan bunga kutata ulang seperti menata ulang denyut kalbu. Dan aku tidak sendiri. Sopirku—yang biasanya membawa perjalanan ke banyak arah—kini menyalurkan tenaganya menjadi penjaga taman yang telaten. Asisten rumah tangga, yang kesehariannya berkutat pada dapur dan debu, menjelma menjadi pemotret yang menangkap detik-detik kecil penuh makna untuk bahan publikasi dan kenangan.
Demikianlah hidup selalu menyimpan kejutan: dari hal-hal yang tampaknya remeh, lahir kebersamaan; dari jeda yang tampak kosong, tumbuh pengertian baru. Setiap awan, sepekat apa pun warnanya, tetap menyimpan seutas pendar perak bagi mereka yang rela menengadah.
Segala puji bagi Tuhan, segala bakti bagi sesama. Mari mensyukuri hidup—dengan merayakan setiap detik, setiap helaan napas, setiap perjumpaan kecil yang diam-diam menyalakan kembali cahaya hati.
Tulisan ini merupakan catatan karya Cendekiawan Muda Yudi Latif. Tim SUAR sudah mendapatkan izin untuk memuat artikel ini di website kami.