Melebur dalam Kerja Bersama

Kerja dalam spirit kebersamaan, akan menjadi sinergi yang menghasilkan kinerja lebih besar daripada jumlah kontribusi individual.

Daftar Isi

Bisa dipastikan, dalam sebuah pencapaian yang besar, ada kerja dan semangat kolektif yang menyatukan langkah. Sebuah pencapaian dari sebuah organisasi akan bergantung pada hasil kerjasama setiap individu yang berada di dalamnya. 

Oleh karena itu, kerjasama tim (team work) tidak lagi sekadar pilihan strategis, tetapi telah menjadi kebutuhan fundamental bagi keberlangsungan dan kemajuan sebuah institusi.

Realitas menunjukkan bahwa kegagalan organisasi seringkali bukan disebabkan oleh lemahnya kapasitas intelektual atau teknis individu, melainkan oleh rapuhnya sinergi, buruknya komunikasi, serta hilangnya kepercayaan antar anggota. 

Di sisi lain, meskipun dalam setiap generasi melihat perlunya kerjasama tim, namun ada perbedaan cara memaknai dari sebuah kerjasama itu. Generasi Boomer, misalnya, menekankan loyalitas, disiplin, dan hierarki, dalam membangun kerjasama tim. Sedangkan Gen Z lebih menekankan fleksibilitas, kolaborasi digital, dan kesetaraan. Perbedaan ini mencerminkan konteks sosial dan teknologi yang membentuk masing-masing generasi. 

Maka, sebuah kebersamaan sebagai tim, spirit yang menyala dalam koordinasi di setiap individu, menjadi sesuatu yang penting demi merealisasikan kesuksesan, meski perlu ada penyesuaian karakter dari setiap generasi yang bekerjasama. 

Sebuah spirit tim kerja yang menghormati latar belakang karakter masing-masing akan menghasilkan energi yang mengubah perbedaan menjadi kekuatan, dan menjadikan tujuan bersama lebih mudah diraih. 

Filosofi ini mengajarkan bahwa ketika individu melebur dalam kebersamaan, lahirlah daya dorong yang melampaui batas kemampuan pribadi.

Saat ini, era kompetisi individual telah bergeser menuju era kolaborasi ekosistem, tanpa melihat sekat latar belakang yang dimiliki.

Banyak pakar menilai saat ini, era kompetisi individual telah bergeser menuju era kolaborasi ekosistem, tanpa melihat sekat latar belakang yang dimiliki. Kerja tim akan menjadi sinergi yang menghasilkan kinerja lebih besar daripada jumlah kontribusi individual. Bisa dikatakan, kerjasama tim berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan, juga organisasi atau perusahaan. 

Namun, memiliki tim yang bersemangat juga menuntut setiap anggota menekan ego pribadi, demi kepentingan tim. Keberhasilan tim adalah keberhasilan semua, kegagalan tim adalah tanggung jawab bersama.

Semangat tim bukan hanya motivasi individu, melainkan energi yang menular. Ketika satu anggota bersemangat, ia mampu menginspirasi yang lain, menciptakan gelombang energi positif. 

Dalam karyanya berjudul Leviathan, filsuf Inggris terkemuka, ahli teori politik, dan pemikir materialis, Thomas Hobbes menggambarkan kondisi alamiah manusia sebagai perang semua melawan semua. 

Untuk menghindari chaos, manusia membuat kontrak sosial dengan bekerjasama menyerahkan sebagian kebebasan demi keamanan bersama. Ini artinya, kerjasama lahir dari kebutuhan menjaga ketertiban, dan menghindari konflik.

Sedangkan filsuf, penulis, dan komponis besar dari era Pencerahan yang lahir di Jenewa, Swiss, Jean-Jacques Rousseau menekankan bahwa kontrak sosial harus berdasarkan kehendak umum (general will). Menurutnya, kerjasama antar individu harus diarahkan pada kepentingan kolektif, bukan sekadar kepentingan elite. Karenanya kerjasama sejati adalah yang berlandaskan kesetaraan dan kepentingan bersama.

Kerjasama antar individu, terlepas dari latar belakangnya, bukan sekadar alat mencapai tujuan, melainkan fondasi kehidupan bersama. Organisasi modern dapat belajar dari ajaran kebijakan masa lalu, di mana semangat yang ingin diturunkan adalah membangun struktur yang adil, menumbuhkan budaya kebersamaan, menetapkan aturan yang jelas, menjunjung kesetaraan, dan menghidupkan etika dalam setiap interaksi.

Baca selengkapnya