Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Investasi Rp 123 Triliun Kilang di Balikpapan Jadi Andalan Swasembada Energi
- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, menandai langkah strategis pemerintah dalam mempercepat kemandirian dan kedaulatan energi nasional. Peresmian ini menjadi momen bersejarah karena terakhir kali proyek kilang minyak diresmikan oleh presiden terjadi pada 1994, atau 32 tahun lalu.
- Dengan investasi senilai US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 123 triliun, kapasitas kilang minyak meningkat dari 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, dengan kualitas bahan bakar berstandar Euro 5 yang lebih ramah lingkungan dan menghasilkan emisi lebih rendah. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, Indonesia berpotensi menghemat devisa lebih dari Rp 60 triliun per tahun. Tambahan produksi BBM diperkirakan mencapai 5,8 juta kiloliter per tahun, sehingga impor bensin dapat ditekan menjadi sekitar 19 juta kiloliter dari total konsumsi nasional 38 juta kiloliter. RDMP Balikpapan merupakan proyek pengembangan kilang terbesar di Indonesia, dengan produk BBM, LPG, dan petrokimia.


Pertumbuhan Penjualan Sektor Riil Pasca-Nataru Butuh Terobosan Kebijakan
- Bank Indonesia (BI) mengumumkan indeks keyakinan konsumen (IKK) bertahan dengan sedikit menurun dari 124,0 pada November 2025 menjadi 123,5 pada Desember 2025. Bersamaan dengan itu, indeks penjualan riil (IPR) Desember 2025 diprakirakan tetap tumbuh 4,4% year on year (YoY). Kuatnya faktor musiman Natal dan Tahun Baru pada angka keyakinan konsumen dan naiknya penjualan sektor riil menjadi sinyal agar dunia usaha mulai berstrategi kembali sehingga penjualan riil tetap dapat tumbuh, meskipun faktor musiman mulai mereda.

Pengalihan Saham BUMN Karya Diharapkan Buka Keterlibatan Swasta
- Pengalihan saham seri B sejumlah emiten BUMN Karya milik PT Danantara Asset Management (DAM) kepada Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dinilai bisa mendorong keikutsertaan perusahaan swasta dalam proyek pemerintah. Pengalihan saham tersebut dilakukan oleh empat emiten konstruksi pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), demikian tercantum dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada awal Januari 2026 lalu.
- Sejumlah ekonom pada Senin (12/1) menilai pengalihan tersebut merupakan koreksi arah pengelolaan BUMN, baik dari sisi management maupun administratif di tengah membengkaknya masalah keuangan beberapa emiten tersebut. Kepala Peneliti Center of Macroeconomics and Finance Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman mengatakan, konsolidasi besar di sektor konstruksi ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi sektor swasta.

Strategi Tingkatkan Daya Tarik Investasi
- Pemerintah memerlukan langkah konkret untuk mendorong manufaktur yang dapat meningkatkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nominal, demikian menurut pejabat HSBC. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam mengembalikan daya tarik investor global di tengah pelambatan ekonomi global. Chief India and ASEAN Economist Group HSBC Global Investment Pranjul Bhandari memprediksi ekspor akan kembali melemah seiring berlakunya tarif resiprokal Amerika Serikat.
Indonesia sangat cocok bagi produsen global, terutama kapasitas produksi tekstil, alas kaki, dan furnitur yang serupa dengan komoditas ekspor Vietnam ke Amerika Serikat saat ini.

Video Pilihan: Presiden Prabowo Resmikan Megaproyek RDMP Balikpapan Senilai Rp 123 Triliun


Kerjasama Indonesia-China untuk Transformasi Industri
- Realisasi investasi China secara konsisten menempatkannya sebagai salah satu kontributor utama penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI) di tanah air. Tren positif ini terlihat jelas sepanjang tahun 2024 hingga kuartal ketiga 2025, di ma;na nilai investasi per kuartal stabil di kisaran USD 1,8 miliar hingga USD 2,3 miliar. Konsistensi ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor China terhadap stabilitas ekonomi dan potensi pasar Indonesia yang besar. Keunggulan investasi China di Indonesia terlihat pada sektor-sektor kunci yang strategis dan padat teknologi.
- Pada tahun 2024, sektor industri logam menjadi primadona dengan nilai investasi mencapai USD 4 miliar atau setara Rp 66,53 triliun, yang memainkan peran vital dalam mendukung agenda hilirisasi nasional. Selain itu, sektor farmasi turut mencatatkan angka signifikan sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 16,63 triliun. Diversifikasi investasi ini menunjukkan bahwa minat China tidak hanya pada sumber daya alam, tetapi juga mulai merambah ke industri kesehatan dan manufaktur tingkat tinggi.


NEC Indonesia, bekerja sama dengan Yamada Consulting & Spire Indonesia dan ISIntegrasi akan menyelenggarakan webinar online bertajuk "Driving Industrial Productivity Through Smart Maintenance Readiness". Webinar tersebut akan dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, pukul 10.00 - 12.00 WIB. Acara ini akan membahas peran teknologi pemeliharaan cerdas dan prediktif dalam meningkatkan produktivitas serta performa operasional manufaktur di Indonesia dengan menghadirkan narasumber ahli dari Kementerian Perindustrian, NEC Indonesia, dan ISIntegrasi. Informasi lebih lanjut terkait dengan webinar bisa langsung mengakses melalui Instagram resmi Yamada Consulting & Spire Indonesia.
Riviera Publishing menyelenggarakan konferensi International Conference on Technology and Society (ICTS) 2026 dengan tajuk "The Intersection of Technology and Society: Charting the Future". Konferensi ini akan diselenggarakan secara daring pada 13 Januari 2026 yang disiarkan secara daring melalui Zoom. Pembicaranya lintas negara dari Indonesia, Uzbekistan, Pakistan, Nigeria, hingga Malaysia untuk membahas keterkaitan teknologi dengan aspek hukum, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan di era digital. Informasi lebih lanjut terkait dengan konferensi ini dapat langsung mengakses Instagram Riviera Publishing.

"Orang pintar belajar keras untuk melamar pekerjaan. Orang bodoh berjuang keras untuk memiliki perusahaan agar bisa mempekerjakan orang pintar. (Bob Sadino - Pendiri Kem Chick & Kem Food)
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR