Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Defisit Fiskal Dijaga, Efisiensi Belanja Kementerian/Lembaga Diutamakan
- Pemerintah menjamin ambang defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 3% tidak akan ditembus selama perekonomian belum menunjukkan tanda-tanda krisis. Meski skenario jangka panjang telah dipersiapkan, opsi pengetatan belanja kementerian/lembaga (K/L) tetap diutamakan sebagai respons awal sembari memonitor perkembangan. Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga disiplin fiskal dan tidak akan mengubah peraturan tersebut kecuali dalam kondisi darurat besar seperti pada saat pandemi Covid-19. Kepala Negara menekankan bahwa batas defisit merupakan instrumen penting untuk menjaga kedisiplinan pengelolaan keuangan negara.
- “Batas defisit itu adalah alat yang baik untuk mendisiplinkan diri kita. Kami tidak punya rencana untuk mengubahnya kecuali ada keadaan darurat yang sangat besar seperti Covid-19. Saya berharap kita tidak perlu mengubahnya,” ucap Presiden Prabowo.


Jelang Libur Lebaran, IHSG Catat Koreksi
- Dua hari jelang jeda libur Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (16/3/2026) ditutup melemah 114,92 poins atau turun 1,61% dibanding perdagangan Jumat pekan lalu, sehingga kini berada pada level 7.022,29. Perdagangan bahkan sempat berada pada level 6.917 yang merupakan titik terendah baru IHSG sepanjang 2026. Terkoreksinya IHSG mengikuti rutinitas tahunan di mana koreksi pasar modal cenderung terkoreksi jelang libur panjang Lebaran. Ini ditambah dengan sentimen ketidakpastian global yang membuat dana asing keluar dari lantai bursa Tanah Air.

Riset OJK Perkirakan Kinerja Perbankan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Geopolitik Global
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan ketahanan industri perbankan nasional tetap terjaga meskipun menghadapi ketidakpastian global, seiring dengan proyeksi pertumbuhan kredit dan likuiditas yang masih kuat pada awal 2026. Hal itu tecermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) Triwulan I-2026 yang menunjukkan Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) berada di level 56, atau masih berada pada zona optimistis. Survei tersebut dilakukan pada Januari 2026 dengan melibatkan 93 bank responden yang mewakili 94,17% total aset bank umum per Desember 2025.

Video Pilihan Tol Cikampek Utama Ramai Lancar Jelang Lebaran 1447 H


Dilema Minyak Sawit Indonesia Akibat Invasi AS-Israel ke Iran
- Arab Saudi tercatat sebagai negara tujuan utama minyak sawit di kawasan Timur Tengah dengan nilai ekspor mencapai 640.962,75 ribu dollar AS dari volume sebesar 639.663,52 ton. Disusul oleh Uni Emirat Arab dengan nilai 510.346,77 ribu dollar AS. Ekspor minyak sawit ke kawasan Timur Tengah ini sekitar 4,5% dari total ekspor sawit nasional atau sekitar lebih dari 1 juta ton per tahun. Eskalasi konflik mengancam kelancaran pengiriman komoditas ke wilayah tersebut. Tantangan bagi industri sawit Indonesia tidak berhenti pada harga komoditas saja, melainkan juga merembet ke sektor logistik dan distribusi. Konflik di Timur Tengah menyebabkan jalur perdagangan laut menjadi lebih berisiko, yang secara otomatis memicu lonjakan biaya pengiriman dan premi asuransi kapal kargo.


Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Maret 2026. BI akan mengadakan jumpa pers hasil RDG BI Maret 2026 pada Selasa (17/3/2026) pukul 14:00 WIB. Keputusan ini dinanti oleh banyak pelaku usaha mulai dari pelaku industri jasa keuangan hingga sektor riil.

"Keburukan yang ada di dunia hampir selalu berasal dari ketidaktahuan, dan niat baik bisa berbuat kerusakan sebanyak kejahatan jika mereka kekurangan pemahaman." (Albert Camus - Penulis dan Filsuf)
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR