Strategi, regulasi, dan peluang investasi dari berbagai sektor dengan menampilkan perspektif regulator, pelaku usaha, dan masyarakat.
Keterbukaan informasi mengenai ultimate beneficial owner (UBO) atau pemilik manfaat akhir dipandang sebagai salah satu langkah untuk memperkuat kepercayaan investor dan meningkatkan daya saing emiten.
Indonesia-Jerman sepakat memperkuat kerjasama do sektor strategis. Pengusaha kedua negara menyambut baik.
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dalam kunjungannya ke Indonesia menegaskan daya tarik Indonesia tidak hanya terletak pada besarnya potensi pasar domestik, namun juga potensi sebagai lokasi investasi jangka panjang.
BEI bersiap dengan kepemimpinan baru setelah nama Jeffrey Hendrik muncul sebagai Direktur Utama untuk periode 2026-2030. Susunan direksi baru tersebut disebut telah ditetapkan oleh OJK dan tinggal menunggu pengesahan dalam RUPS Tahunan yang dijadwalkan pada 29 Juni 2026.
Pelaku pasar saham domestik tengah mengarahkan perhatian pada dua agenda penting dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang akan diumumkan pada 18 Juni 2026 waktu Central European Summer Time (CEST) pukul 22.30 atau sekitar 03.00 WIB esok harinya.
Realisasi investasi di Indonesia selama triwulan pertama 2026, bisa menguat mencapai Rp498,8 triliun.
RUU tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri resmi disahkan. Reformasi Polri yang menjadi tuntutan masyarakat
Penguatan IHSG ini dikerek oleh wacana buyback saham oleh sejumlah BUMN dan putusan BI untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 0,25% menjadi 5,5%.
Tahun 2025 menjadi tahun terjadinya perlambatan realisasi penanaman modal asing (PMA). Realisasi PMA di tahun pertama Presiden RI Prabowo Subianto menjabat ini hanya tumbuh 0,1 persen. Nilainya Rp 900,9 triliun.
Pada penutupan perdagangan, IHSG berakhir di level 5.342,14 melemah 4,52% atau turun 252,63 poin dari posisi sebelumnya 5.594,77. Sebanyak 701 saham melemah, 78 saham menguat, dan 180 saham stagnan.
Koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya dipengaruhi oleh rebalancing indeks global seperti MSCI dan FTSE Russell. Ini juga merupakan respons pasar terhadap berbagai faktor ekonomi domestik dan global yang sedang berkembang.
Merosotnya IHSG dipicu sentimen eksternal dari outlook dari S&P dan peringkat kredit Moody's Rating. Sentimen internal dalam negeri juga memicu merosotnya IHSG.
Menampilkan 12 dari 185 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.