Platform teknologi layanan penyedia transportasi online Gojek resmi menghentikan layanan Goride Hemat untuk mitra pengemudi. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari bentuk penyesuaian terhadap Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur pemangkasan potongan pendapatan mitra pengemudi.
Kebijakan ini menetapkan skema bagi hasil 92% untuk mitra pengemudi dari setiap pendapatan perjalanan layanan roda dua (GoRide). Dengan aturan ini, Perusahaan akan menerima potongan komisi sebesar 8%, dibanding sebelumnya sebesar 20%.
Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menegaskan bahwa keputusan menghapus Goride Hemat diambil setelah evaluasi sejak program itu diuji coba November 2025 dan diperluas Februari 2026.
"Perusahaan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi. Oleh karena itu, Gojek memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut efektif dalam waktu dekat," kata Hans dalam konferensi pers di Kantor Pusat GoTo, Jakarta, bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional, Selasa (19/5).
Meski layanan hemat dihapus, Gojek memastikan harga Goride Reguler tidak akan berubah sehingga konsumen tetap membayar tarif yang sama. Perusahaan berharap jumlah pesanan tetap stabil, sehingga pendapatan mitra pengemudi tidak terganggu.
Sedangkan, ujar dia, Untuk Goride Hemat, akan ada penyesuaian harga moderat agar tetap terjangkau bagi masyarakat, namun dengan sistem bagi hasil baru yang lebih menguntungkan pengemudi.
"Perusahaan pun memahami betul betapa pentingnya harga untuk konsumen Indonesia. Kami akan berupaya agar tidak ada perubahan harga yang dibayar oleh konsumen untuk GoRide Reguler. Kami berharap dengan penyesuaian ini, jumlah order dari konsumen akan tetap stabil hingga pada akhirnya, pendapatan total bagi mitra pengemudi akan terjaga," ujar dia
Selain itu, Gojek menegaskan komitmen melanjutkan berbagai program kesejahteraan mitra seperti Bonus Hari Raya, BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan, beasiswa, umroh gratis, hingga cek kesehatan bersama Kementerian Kesehatan. Langkah ini disebut sejalan dengan misi pemerintah dalam Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
“Sebagai perusahaan yang lahir dan berkembang di Indonesia, Gojek senantiasa berkomitmen untuk dapat terus maju - demi mitra pengemudi yang lebih sejahtera, pelanggan yang terlayani lebih baik, dan Indonesia yang kita cintai bersama”, tutup Hans.
Empat langkah konkret Gojek
Sebagai bentuk dukungan terhadap arahan Presiden terkait kebijakan skema bagi hasil ojek online, Gojek dan GoTo menyiapkan empat langkah konkret:
- Perusahaan akan menyesuaikan skema bagi hasil layanan roda dua. Namun hal ini merupakan investasi jangka panjang demi ekosistem yang lebih berkesinambungan.
"Untuk itu, untuk layanan GoRide Reguler, layanan yang paling memiliki banyak pengguna, perubahan yang akan kami lakukan akan mempertimbangkan keseimbangan antara pendapatan mitra pengemudi dan harga yang dibayarkan konsumen."
- Penghapusan program langganan GoRide Hemat untuk mitra pengemudi ini dilakukan guna menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi seluruh pihak. Ke depannya, GoRide Hemat juga akan mengikuti sistem bagi hasil 8% seperti GoRide Reguler.
"Gojek memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat. Penyesuaian ini akan bermanfaat bagi mitra pengemudi dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi."

- Gojek terus memastikan seluruh program kesejahteraan mitra pengemudi yang telah berjalan tetap menjadi prioritas, seperti Program Bonus Hari Raya (BHR), BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, beasiswa untuk mitra dan anak mitra pengemudi, Umroh gratis, Bursa Kerja Mitra Gojek, dan Cek Kesehatan Gratis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan terus dilanjutkan.
- Perubahan skema bagi hasil pada layanan roda dua (GoRide) tentu akan memberikan tantangan dan berdampak terhadap penurunan pendapatan Gojek pada lini bisnis GoRide. Namun demikian, kami percaya kekuatan ekosistem ini memberikan fondasi yang kuat bagi Gojek untuk terus bertumbuh, sekaligus menjaga keunggulan layanan kami. Melalui kekuatan ekosistem dan inovasi yang berkelanjutan, kami optimis dapat melakukan penyesuaian dengan baik, sekaligus menjaga stabilitas jangka panjang Gojek dan GoTo.