Menilik Ekses Serangan AS ke Venezuela, Catatan Inflasi dan Ekspor-Impor 2025, Alarm dari Lantai Bursa

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Menilik Ekses Serangan AS ke Venezuela, Catatan Inflasi dan Ekspor-Impor 2025, Alarm dari Lantai Bursa
Ilustrasi bendera AS dan Venezuela. Gambar kreasi AI
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Buah Konflik AS-Venezuela ke Indonesia: Fluktuasi Harga Minyak, Harga Emas, dan Nilai Tukar Rupiah

  • Serangan Amerika Serikat ke wilayah ibukota Caracas, Venezuela, pada Sabtu (03/01/2026) berpotensi memicu ketidakstabilan ekonomi global jika konflik berlangsung lama, demikian menurut sejumlah pakar. Dampaknya ke Indonesia diperkirakan bisa memicu fluktuasi harga minyak, lonjakan harga emas, hingga guncangan nilai tukar rupiah. Kendati diperkirakan dampak konflik ini ke Indonesia hanya bersifat jangka pendek dan tak terlalu berat, namun tetap perlu dimitigasi.
  • Pengamat menilai serangan AS ke Venezuela secara ekonomi belum akan memberikan pengaruh signifikan terhadap Indonesia, risiko jangka panjang juga masih bersifat fluktuatif. Dampak minimum serangan AS ke Venezuela terhadap pasar minyak mentah dunia terjadi karena kapasitas Venezuela yang hanya memproduksi kurang dari 1% kebutuhan minyak global akibat sanksi pemerintah AS dan blokade perdagangan, sekalipun US Energy Information Administration memperkirakan negara tersebut memiliki 17% cadangan minyak mentah dunia. Namun, kenaikan harga-harga aset safe haven seperti emas mencerminkan banyaknya pihak yang melihat serangan ini sebagai peningkatan ketidakpastian global, yang pada gilirannya dapat memicu capital outflow dari negara-negara berkembang seperti Indonesia. Eksesnya bisa menghambat investasi maupun menekan nilai tukar rupiah.

Inflasi 2025 Sebesar 2,92%

  • Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (5/1/2025) melaporkan inflasi 2025 mencapai 2,92% secara tahunan (year on year/YoY). Artinya, sepanjang 2025 inflasi terkendali baik karena angka ini masih berada dalam rentang target pengendalian inflasi dari Bank Indonesia (BI) dan pemerintah yakni 1,5%-3,5%. Emas perhiasan menjadi komoditas dengan andil inflasi tahunan terbesar sepanjang 2025 dengan kontribusi inflasi sebesar 0,79%. Daerah yang menyumbang inflasi tertinggi pada inflasi Desember 2025 adalah Aceh dengan inflasi sebesar 6,71%. Sementara itu inflasi terendah tercatat di Sulawesi Utara sebesar 1,23%. Adapun kabupaten/kota yang mencatat inflasi tertinggi adalah Kota Gunungsitoli yakni sebesar 10,84%, sedangkan yang terendah di Maumere dan Kabupaten Minahasa Utara masing-masing sebesar 0,38%

Indonesia Lanjutkan Surplus Neraca Perdagangan

  • Di tengah berbagai ketidakpastian global, Indonesia masih melanjutkan surplus neraca perdagangan 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Nilai total ekspor Indonesia pada November 2025 sebesar USD 22,52 miliar, sementara nilai total impor Indonesia pada November 2025 sebesar USD 19,85 miliar. Dengan demikian tercatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 2,66 miliar. Nilai total ekspor Indonesia sepanjang Januari - Novemver 2025 berhasil mencapai USD 256,6 miliar, atau naik sebanyak 5,61% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Sedangkan, nilai impor Indonesia Januari–November 2025 mencapai USD 218,02 miliar atau naik 2,03% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Alarm di Lantai Bursa dari Delisting 70 Emiten

  • Alarm delisting kembali berbunyi di awal 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan sebanyak 70 perusahaan tercatat berpotensi dibatalkan pencatatan sahamnya tahun ini, termasuk empat emiten badan usaha milik negara (BUMN). Ini menjadi penanda meningkatnya risiko kepatuhan serta keberlanjutan usaha bagi sejumlah emiten. Rencana delisting massal dalam jumlah besar yang baru pertama kali dilakukan BEI ini jadi buah bibir investor dan dunia usaha. Sebab, 70 perusahaan itu setara dengan 7,32% dari total 956 emiten di lantai bursa. Tercatat, sebelumnya forced delisting sekaligus 10 perusahaan dilakukan pada 21 Juli 2025. Dari daftar 70 emiten yang masuk radar potensi delisting, empat BUMN menjadi perhatian utama, yakni PT Indofarma Tbk (INAF), PT PP Properti Tbk (PPRO), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Secara sektoral, daftar tersebut mencerminkan sebaran risiko lintas industri, mulai dari tekstil, energi, properti, hingga konstruksi.

Video Pilihan: Inflasi 2025 Terkendali, BPS Catat 2,92 Persen

Inflasi 2025 Terkendali, BPS Catat 2,92 Persen
Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai 2,92 persen secara tahunan. Angka ini menunjukkan inflasi masih terkendali karena berada dalam target pengendalian Bank Indonesia dan pemerintah di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen

Masyarakat yang Liburan Nataru 2025/2026 ke Luar Negeri Meningkat

  • Pola pergerakan penumpang angkutan umum selama masa libur Natal dan Tahun Baru cenderung berubah dari tahun ke tahun. Di akhir tahun lalu, Kementerian Perhubungan mencatat peningkatan jumlah pelaku perjalanan dengan angkutan udara pada penerbangan internasional. Pada sektor penerbangan, data periode Nataru 2025/2026 menunjukkan total pergerakan pesawat nasional didominasi oleh penerbangan domestik sebanyak 51.482 penerbangan, sementara penerbangan internasional tercatat sebanyak 8.793 penerbangan. Meskipun volume penerbangan domestik terlihat besar, total penumpang udara justru turun dari 4,8 juta ke 3,4 juta. Penurunan jumlah penumpang domestik ini menjadi perhatian karena sektor ini biasanya menjadi tulang punggung mobilitas warga saat libur panjang akhir tahun.
  • Pada periode Nataru 2023/2024, jumlah penumpang angkutan udara tercatat sebanyak 4.409.234 orang, yang kemudian meningkat menjadi 4.883.625 penumpang pada periode 2024/2025. Namun, pada periode 2025/2026, terjadi penurunan jumlah penumpang udara yang cukup tajam menjadi 3.496.901 orang. Kondisi ini berbeda dengan moda kereta api yang terus merangkak naik hingga mencapai puncaknya di angka 5.380.544 penumpang pada periode 2025/2026.

International Conference on Green Logistics and Responsible Business Practices (ICGLRBP-26) dijadwalkan berlangsung pada 6 Januari 2026 di Surabaya, Indonesia. Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh EurAsia Foundation of Science, technology, and Management (EFSTM) dan dirancang sebagai platform bagi para akademisi, peneliti, serta praktisi industri untuk mendiskusikan inovasi terbaru dan tantangan dalam bidang logistik ramah lingkungan serta praktik bisnis yang bertanggung jawab. Selain menjadi ajang pertukaran ilmu pengetahuan terkait keberlanjutan dan manajemen rantai pasok, acara ini juga memfasilitasi jejaring profesional global guna mendorong kolaborasi lintas disiplin demi masa depan ekonomi yang lebih hijau dan etis. Informasi lebih lanjut terkait dengan acara ini dapat langsung diakses melalui website resmi EFSTM.

Retret Kabinet Merah Putih Jilid II. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan kembali menyelenggarakan retret bagi seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, pada hari Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan satu hari ini merupakan retret jilid kedua yang diikuti oleh para menteri koordinator, menteri, wakil menteri, hingga staf khusus presiden dengan ketentuan pakaian khusus berupa setelan berwarna cokelat muda atau khaki. Acara ini menjadi momentum konsolidasi lanjutan bagi jajaran pemerintahan Prabowo-Gibran untuk memperkuat koordinasi dan penyamaan visi dalam menjalankan tugas-tugas negara, serupa dengan pembekalan intensif yang sebelumnya pernah dilaksanakan di Akademi Militer Magelang pada awal masa jabatan mereka.

"Di tengah musim dingin, aku menemukan bahwa ada di dalam diriku, musim panas yang tak terkalahkan." (Albert Camus - Penulis dan Filsuf)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya