Cara Pemilik Candramaya Resort Atur Waktu Antara Kuliah dan Bisnis

Muhamad Rangga Atmaja, CEO Candramaya Resort memanfaatkan setiap celah waktu kosong untuk aktivitas produktif, termasuk berolahraga, entah golf, tenis, renang, lari, atau berkuda.

Cara Pemilik Candramaya Resort Atur Waktu Antara Kuliah dan Bisnis
Pintu masuk menuju Candramaya Pool & Resort. Suasana Bali berusaha dipertahankan. Foto: Dokumentasi Rangga Atmaja

Mengurus bisnis dan menjalani pendidikan bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Namun, di usianya yang baru 22 tahun, CEO Candramaya Pool & Resort, Muhamad Rangga Atmaja, berhasil membuktikan keduanya dapat berjalan beriringan tanpa saling mengganggu satu sama lain.

Ditemui tim Suar.id di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025), Rangga mengaku kegiatan di kampus bukanlah penghambat baginya untuk terlibat penuh dalam pengelolaan Candramaya Pool & Resort.

Sebagai mahasiswa semester 7 di program studi S-1 Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Rangga mengatakan, menjalani bisnis ketika sedang berkuliah menjadi tantangan tersendiri.

Berlokasi di Tulung, Klaten, Jawa Tengah, penginapan yang dirintis pada 2021 ini mengusung suasana Ubud di jantung Pulau Jawa. Pemandangan tiga gunung Merapi, Merbabu, dan Lawu sebagai salah satu keunggulannya.

Ia dipercaya mengelola bisnis keluarga sejak pandemi melanda. Kala itu, wisatawan sangat sepi di Yogya karena peraturan pembatasan pembatasan sosial, larangan bepergian, karantina, dan penutupan pintu kedatangan internasional.

Rangga memanfaatkan beberapa bidang tanah milik keluarganya di Desa Dalangan, Tulung, Klaten, untuk dijadikan resort seperti yang ada di Pulau Dewata.

"Keluarga saya sangat suka budaya Bali, suka makan, dan suka berenang. Maka itu, konsep Candramaya menyatukan ketiganya: ada kolam renang, restoran, dan private villa. Kebetulan, keluarga memiliki tanah di Tulung, Klaten, jadi kami membangun Candramaya di sana," ungkap Rangga mengawali kisahnya.

Pembatasan sosial tersebut menyebabkan rasa penasaran orang akan kebutuhan orang untuk berpergian meningkat. Oleh karenanya, saat peraturan pembatasan sosial mulai melonggar, Rangga memilih strategi pemasaran lewat media sosial untuk lebih dioptimalkan.

"Media sosial benar-benar kami utilize setelah pembatasan sosial. Momennya pas, orang-orang yang jenuh setelah terisolasi di rumah mencari tempat liburan yang dekat dan bisa ajak keluarga, akhirnya booming. Tujuh video promosi kami waktu itu ditonton sampai 5 juta views," kisahnya.

CEO Candramaya Pool & Resort, Rangga Atmaja. Foto: Dokumentasi Pribadi.

Learning by doing

Rangga menceritakan, kehidupannya kala itu, sebagai CEO sekaligus mahasiswa membuatnya harus membagi perhatian antara Jakarta dan Klaten.

Berusaha untuk terlibat penuh dalam pengembangan strategis Candramaya, rapat telekonferensi Zoom berlangsung intensif dua-tiga kali setiap bulan, sementara kunjungan dan evaluasi on site dilakukan setiap 3 bulan.

Di luar itu, seluruh aktivitas operasional telah didelegasikan kepada manager in charge.

Pengetahuan Rangga yang masih minim saat itu, tak membuatnya berkecil hati. Ia hanya mengandalkan pengalaman dalam mengelola Candramaya. Mulai dari konsep desain interior villa, pelayanan tamu, hingga standar operasional prosedur yang ditinjau setiap dua bulan, ia melakukan itu semua dari learning by doing.

"Kebetulan, ada beberapa owner villa dan resort yang cukup besar dari Magelang dan Yogyakarta pernah datang menginap ke Candramaya. Dari mereka saya mendapatkan insights memahami bagaimana dunia hospitality ini. Masukan dan kritik itu menjadi pelajaran, terutama tentang keramahan staff," ucap Rangga.

Daftar tamu penting sering menginap di Candramaya, mulai dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Anggota Komisi VII DPR-RI Muhammad Hatta, pengusaha dan motivator terkemuka Tung Desem Waringin, CEO Lurik Prasojo Maharani Setyawan, hingga Vice President New Ventures Pertamina Hulu Energi Bintoro Wibowo.

Salah satu sudut private villa Candramaya Pool & Resort, Klaten. Foto: Dokumentasi Rangga Atmaja.

"SOP yang selalu kami jaga, pelayanan tamu, citarasa makanan, dan strategi pemasaran di media sosial itu yang, alhamdulillah, berhasil membuat Candramaya go beyond sampai hari ini," tukasnya.

Tidak hanya mengontrol dari jauh dan membuat strategi, dalam setiap kesempatan berkunjung, Rangga memiliki satu kebiasaan unik, yaitu menginap di mess pegawai dan membuka sesi bonding yang sangat terbuka bagi setiap karyawan. Menurutnya, cara ini efektif untuk membangun kedekatan dengan karyawan, sekaligus mendengar dan mengatasi keluh kesah yang dialami.

"Acara bonding setiap pulang itu tidak pernah saya lewatkan. Saya sadar saya berada jauh dari mereka, sehingga ketika pulang, saya selalu ingin terikat dengan seluruh pegawai. Beban berat justru bukan di urusan teknis rutin, tetapi memberikan perhatian kepada pegawai sebagai keluarga besar," imbuh Rangga.

Tidak punya weekend

Mengemban status sebagai mahasiswa aktif, prioritas utama Rangga tetaplah pada pendidikan.

"Pasti ada yang dikorbankan. Kadang izin tidak masuk kuliah karena harus ke Candramaya. Satu yang jelas, setiap ulang tahun Candramaya, sepenting apa pun acara di Jakarta, saya selalu usahakan ikut," kisahnya.

Rangga Atmaja mewakili Indonesia dalam Rong Chang Cup Youth Innovation Competition on Global Governance di Shangai, Tiongkok, Agustus 2025. Foto: Dokumentasi Rangga Atmaja.

Upaya membagi waktu secara disiplin itu tidak sekali membuat Rangga menghadapi dilema, seperti ketika ada masalah yang mengharuskannya pergi ke Klaten, sementara ada ujian atau presentasi yang tidak dapat ditinggalkan di kampus. Skala prioritas pun dibuat untuk membagi waktu agar tidak ada yang ditinggalkan.

"Kalau ada ujian dan ada urgent matters di Klaten, saya tetap mendahulukan ujian. Tetapi segera setelah ujian selesai, menit itu juga pasti langsung pesan tiket pesawat. Amit-amit kalau urgent matters ini duluan, baru terpaksa harus ikut ujian susulan," tutur Rangga.

Jadwal aktivitas yang benar-benar padat itu membuat Rangga memanfaatkan setiap celah waktu kosong untuk aktivitas produktif, termasuk berolahraga, entah golf, tenis, renang, lari, atau berkuda.

Olahraga berkuda di sela-sela kesibukan. Foto: Dokumentasi Rangga Atmaja.

Tak jarang, golf dan tenis menjadi kesempatan bertemu mitra bisnis dan membangun jejaring dengan lingkaran pengusaha, terutama di bidang hospitality. Sementara renang dan lari adalah aktivitas bersama keluarga dan orang-orang terdekat.

"Saya tidak pernah punya weekend untuk olahraga. Semisal ada waktu kosong, langsung jalan. Kadang Senin malam, Rabu malam, atau Selasa pagi saat tidak ada kelas. Pokoknya langsung, karena akhir pekan seringkali terpakai juga untuk keperluan bisnis," ungkapnya.

Ke depan, Rangga sudah menyiapkan berbagai rencana untuk dieksekusi Candramaya, mulai dari villa baru hingga mini zoo. Selain terus berinovasi dan memperkuat strategi pemasaran di media sosial, Rangga juga tak lupa menjaga relasi dengan para pelanggan setia, termasuk deretan CEO dan pejabat teras yang rutin berkunjung.

"Menjalin hubungan erat dengan para pelanggan setia itu membuat kami sering direferensikan. Beberapa minggu setelah mereka menginap, ada kerabat atau koneksi mereka yang datang. Tentunya, masukan dari mereka sangat kami perhatikan, karena sekali saja mereka tidak impressed, mereka tidak akan datang lagi," jelasnya.

Sebagai pelaku industri perhotelan, Rangga memandang momentum kuartal I-2026 dengan berbagai long weekend perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin, terutama dengan ekonomi yang membaik dan daya beli masyarakat yang pulih. Meningkatnya volume wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Candramaya akhir-akhir ini, menurut Rangga, menjadi sinyal bahwa dukungan promosi oleh pemerintah masih sangat dibutuhkan.

"Kami berharap menjadi salah satu rujukan penginapan dalam paket destinasi ke Borobudur dan Yogyakarta, karena masih dalam radius dan jangkauan juga, di samping kami berhasil membangun reputasi di kalangan wisatawan, tidak hanya domestik, tetapi juga mancanegara," ucapnya.

Saat kami bertanya, siapa role model yang dipilihnya dalam menavigasi bisnis hospitality, Rangga menjawab spontan, "Suatu hari, saya ingin jadi seperti CEO Plataran, Yozua Makes."

Penulis

Chris Wibisana
Chris Wibisana

Wartawan Makroekonomi, Keuangan, Ketenagakerjaan, dan Internasional

Baca selengkapnya