Bagi sebagian orang akhir pekan adalah waktu untuk beristirahat dari rutinitas pekerjaan sehari-hari. Namun, Mulyawan Gani, CEO Digital Business Sinar Mas Land, Sabtu dan Minggu adalah waktunya untuk bermain dan menumpahkan ekspresi ide dan kreativitas dengan merakit furnitur kayu.
Ketertarikan Gani pada dunia merakit papan kayu berawal dari kegemarannya bermain lego. Rasa ingin tahu menuntunnya mencoba sesuatu yang lebih menantang, yaitu menjadi tukang kayu.
Ia mengaku, bermain lego membuatnya belajar mengubah lembaran demi lembaran papan kayu menjadi meja, kursi, hingga lemari dengan desain yang unik.
"Dari meja sederhana sampai kursi dengan desain khusus, hobi ini memberikan kepuasan tersendiri karena hasilnya bisa langsung kita pakai sehari-hari," tutur Gani dalam wawancara eksklusif di Jakarta, Minggu (15/12/2025).
Gani belajar membuat furnitur secara autodidak melalui video di Youtube atau melihat majalah, kemudian ia mempelajari setiap detail pembentukannya. Biasanya Gani melakukan hobinya ini di waktu luang Sabtu dan Minggu dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam hingga menghasilkan finishing product.
"Salah satu daya tarik utama dari hobi membuat furnitur adalah kebebasan dalam berkreasi. Pembuat furnitur dapat menentukan sendiri desain, ukuran, bahan, dan gaya sesuai kebutuhan atau selera pribadi," ujar dia.
Menurut dia, kayu menjadi bahan favoritnya karena dibentuk dan memiliki nilai estetika alami. Namun, tak menutup kemungkinan, ia juga bisa menggunakan bahan lain seperti rotan, atau bahan daur ulang.
Bahan-bahan tersebut, menurut dia, juga semakin banyak digunakan untuk menciptakan tampilan yang modern dan ramah lingkungan.
Biasanya Gani membeli bahan baku kayu secara online atau datang langsung ke toko perabotan yang menual kayu. "Hasil kerajinan saya ini bisa langsung digunakan di rumah atau hanya untuk sekadar pajangan saja," ujar dia.
Melatih kesabaran
Ia menjelaskan, membuat furnitur bukan hanya harus memiliki kemampuan memotong kayu dan memaku, tapi juga mengasah kesabaran dan ketelitian.
Di dalamnya, kata dia, ada proses panjang yang menuntut perencanaan matang, mulai dari membuat sketsa, mengukur bahan dengan akurat, memotong, hingga tahap perakitan yang rumit serta tahap finishing.
"Kesabaran itu diuji di sini. Semakin kita sabar, hasilnya akan semakin manis dan menarik. Sebaliknya, kalau terburu-buru, hasilnya pasti biasa saja," ungkapnya.
Baginya, setiap inci kayu yang dipotong menanamkan rasa tanggung jawab. Jika satu langkah meleset, keindahan hasil akhirnya pun akan berkurang. Inilah yang membuat furnitur buatan tangan (handmade) memiliki nilai personal yang tinggi karena mencerminkan karakter pembuatnya.
"Setiap langkah harus dilakukan dengan cermat agar hasil akhir kuat, aman, dan rapi. Dari proses inilah seseorang belajar untuk lebih teliti dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya," kata dia.
Hobi membuat furnitur juga dapat memberikan manfaat ekonomi. Banyak orang yang awalnya hanya membuat furnitur untuk kebutuhan pribadi, kemudian mulai menerima pesanan dari teman atau keluarga. Jika ditekuni dengan serius, hobi ini berpotensi berkembang menjadi usaha kecil atau bahkan bisnis yang menjanjikan, terutama dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk handmade dan custom.
Namun bagi Gani, hobi membuat furnitur ini hanya untuk kepuasan pribadi saja dan ia tidak menerima pesanan dari teman kantor atau keluarga.
“Saya melakukan hobi ini hanya untuk bersenang-senang mengisi waktu dan tidak ada niat untuk menjualnya,” ujar dia.

Kepuasan estetika
Gani menuturkan, hobi membuat furnitur ini berbeda dengan hobi lain karena mendapatkan kepuasan yang berbeda yaitu kepuasan estetika.
Kepuasan tersebut tidak hanya datang dari hasil akhir berupa meja, kursi, atau lemari, tetapi juga dari proses pembuatannya. Setiap tahap yang dilalui, mulai dari merancang desain hingga menyelesaikan sentuhan akhir, menghadirkan pengalaman berharga yang sulit digantikan oleh aktivitas lain.
“Ide yang awalnya hanya ada di pikiran berubah menjadi benda nyata yang fungsional. Proses ini menumbuhkan rasa bangga karena hasil karya dibuat dengan usaha dan keterampilan sendiri,” ujar dia.
Gani menjelaskan industri furnitur merupakan salah satu sektor kreatif yang memiliki peran penting dalam perekonomian dan kehidupan masyarakat. Furnitur tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap ruang, tetapi juga mencerminkan gaya hidup, budaya, dan identitas suatu bangsa.
Oleh karena itu, ia berharap industri furnitur ke depan semakin besar, seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah.
Salah satu harapan utama untuk industri furnitur adalah meningkatnya kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Dengan penggunaan bahan yang berkualitas, desain yang inovatif, serta proses produksi yang lebih rapi dan efisien, produk furnitur dalam negeri diharapkan dapat menjadi pilihan utama konsumen.
"Dukungan terhadap pengrajin lokal juga menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan industri furnitur," kata dia.