Cara CEO Candramaya Resort Mengatur dan Merayakan Waktu

Cara CEO Candramaya Resort Mengatur dan Merayakan Waktu
Paulo Nicolello / Unsplash
Daftar Isi

Selamat berakhir pekan. 

Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.

Cara Pemilik Candramaya Resort Atur Waktu Antara Kuliah dan Bisnis

  • Mengurus bisnis dan menjalani pendidikan bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Namun, di usianya yang baru 22 tahun, CEO Candramaya Pool & Resort, Muhamad Rangga Atmaja, berhasil membuktikan keduanya dapat berjalan beriringan tanpa saling mengganggu satu sama lain. Rangga mengatakan, menjalani bisnis ketika sedang berkuliah menjadi tantangan tersendiri. Berlokasi di Tulung, Klaten, Jawa Tengah, penginapan yang dirintis pada 2021 ini mengusung suasana Ubud di jantung Pulau Jawa. Pemandangan tiga gunung Merapi, Merbabu, dan Lawu sebagai salah satu keunggulannya.

The Floating Performance: Arka Kinari akan menyelenggarakan pertunjukan seni bertajuk "The Floating Performance" pada hari Minggu, 4 Januari 2026, di Pantai Tengah, Langkawi, Malaysia. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian Voyage Tour 2026 ini menjadi momen istimewa, karena Langkawi merupakan perhentian terakhir sebelum mereka memulai pelayaran panjang menyeberangi Samudra Hindia. Berbeda dengan acara sebelumnya yang terbuka untuk umum, pertunjukan di atas air ini bersifat terbatas sehingga calon penonton diwajibkan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu melalui sistem RSVP. Informasi lebih lanjut terkait dengan acara ini dapat langsung mengakses media sosial Instagram Arka Kinari.

Workshop Clay Painting: Museum Nasional Indonesia menyelenggarakan workshop Clay Painting bertema fosil hewan purba pada hari Sabtu, 3 Januari 2026, terbuka bagi peserta anak-anak maupun dewasa. Acara ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu Sesi 1 pada pukul 13.30–15.00 WIB dan Sesi 2 pada pukul 15.30–17.00 WIB, di mana setiap peserta nantinya berhak membawa pulang hasil karya mereka serta mendapatkan souvenir eksklusif. Dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 99.000, peserta akan mendapatkan pengalaman berkreasi menggunakan media clay di atas kanvas dengan panduan langsung dari edukator Museum Nasional.

Merayakan Waktu

  • Jika waktu tiba-tiba musnah, apa jadinya hidup kita? Ya, kita akan mengalami kekacauan konsep. Tidak ada lagi kemarin, hari ini, dan esok hari. Bayangkan jika Matahari tidak bersinar dari timur ke barat, bayangkan jika ia hanya menyala di atas kepala, lalu mati seperti lampu di plafon rumah kita, dan hari pun berganti malam. Kita tak bisa menghitung berapa panjang siang, berapa lama panjang kita harus tidur.
  • Jika masa tidak ada, semua jadi hampa. Konsep masa lalu, sekarang, dan masa depan akan sirna, memicu kegalauan, karena tidak ada urutan kejadian. Kita tak bisa lagi membuat janji bertemu, atau membuat jadwal sesuai urutan waktu. Maka absennya waktu mengubah hidup menjadi keadaan abadi, tanpa perubahan atau tujuan. Ketiadaan waktu berarti semuanya terjadi serentak atau tidak sama sekali, memaksa kita untuk hidup sepenuhnya hanya di momen tanpa beban masa lalu, atau harapan masa depan, dalam sebuah kebingungan eksistensial. 
Kita merayakan tahun baru, artinya kita merayakan waktu yang bergulir. Manusia memaknai waktu dengan detik, menit, jam, hingga hari. Lalu ada hitungan tahun, yang merupakan akumulasi dari hitungan yang lebih kecil tadi.

Baca selengkapnya