Belajar dari Ketidaksempurnaan dan Semangat Kolektif Eksekusi Ide

Belajar dari Ketidaksempurnaan dan Semangat Kolektif Eksekusi Ide
Nathan Anderson / Unsplash
Daftar Isi

Selamat berakhir pekan. 

Berikut informasi seputar tren yang sedang ramai dibahas di publik.

Pengabdian Suster Cecilia Merawat Anak Difabel

  • Penyandang difabel di Indonesia kerap kali menerima berbagai macam bentuk diskriminasi dalam kehidupan sosial. Hal inilah yang melatarbelakangi Suster Cecilia Rukiyah ALMA untuk terus merawat dan mengasihi anak-anak di Wisma Kasih Abba. ALMA merupakan nama tarekat dalam gereja Katolik untuk Biarawati. Selama lebih dari dua dasawarsa, ia mengasuh total 119 anak difabel yang terdiri dari enam anak berusia 5-12 tahun, sementara 59 anak lain berusia antara 13-21 tahun dari berbagai wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
  • Berbagai keterampilan diajarkan seperti memasak, menjahit hingga membuat kerajinan tangan agar para anak-anak difabel bisa mandiri. Dari uang saku atau upah yang diperoleh, tabungan setiap anak disimpan khusus dan anak-anak belajar mengelola keuangannya masing-masing. Ke depan, Suster Cecilia berharap masyarakat semakin terbuka dan bersedia menerima kehadiran anak-anak difabel dan membukakan kesempatan bagi mereka untuk dapat dipekerjakan.

Malahayati Fest 2026 digelar pada 24–25 Januari 2026 di Ex Hanggar Teras Pancoran, Jakarta Selatan. Festival ini memadukan pertunjukan musik dengan kehadiran pelaku UMKM lokal dalam satu area kegiatan. Acara ini dirancang sebagai ruang temu antara hiburan dan aktivitas kreatif berbasis komunitas untuk mendorong ekonomi kreatif dan memperkuat daya saing pelaku UMKM.

RIIZE RIIZING LOUD Concert: Grup K-pop asal Korea Selatan RIIZE dijadwalkan menggelar konser tur perdananya berlangsung pada 10 Januari 2026 di ICE BSD City Hall 5–6. Konser ini merupakan bagian dari rangkaian tur internasional. Harga tiket mulai mulai dijual dari Rp1,4 juta—Rp3,3 juta.

Bersama Mengeksekusi Gagasan

  • Ide itu mahal, begitu sebagian orang menilai. Sebuah pemikiran itu kadang perlu dihargai sebagai karya yang langka, tidak murah. Namun, pemikiran mentah, atau gagasan brilian yang kadang terselip di kepala, akan terlupakan bila itu hanya jadi angan-angan tanpa jadi kenyataan. Seorang bisa punya ide, namun belum tentu bisa membuatnya jadi nyata. Kadang, ide itu harus dikomunikasikan dengan orang lain, dan diwujudkan bersama-sama. Maka, ide sehebat apa pun tidak akan pernah menjamin kesuksesan. 
Ide hebat tanpa eksekusi, hanyalah angan kosong yang tidak memiliki nilai apa pun. Bisa dikatakan, eksekusi lebih berharga daripada fantasi yang terlalu lama berada di awang-awang. 
  • Begitu juga dalam sebuah organisasi, yang sedang menghadapi masalah dan perlu jalan keluar, semua anggota tim perlu mencari solusi, menggali ide-ide untuk bisa maju kembali. Banyak yang akan menyumbangkan idenya. Lalu, ketika dari semua ide yang keluar, kemudian salah satu dipilih dan perlu eksekutor, maka di situlah persoalan datang. Tak jarang, biar mudah dan cepat disepakati, ide itu kemudian diserahkan kepada pembuat ide. Di sinilah hambatan mulai timbul ke permukaan. Karena tidak semua pemberi ide itu mampu melaksanakan idenya...
Mika Baumeister / Unsplash

Baca selengkapnya