Defisit APBN Melebar, Unilever Jual Sariwangi ke Djarum, Uji Coba Solar B50

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Defisit APBN Melebar, Unilever Jual Sariwangi ke Djarum, Uji Coba Solar B50
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Alarm dari Defisit APBN 2025 yang Nyaris Sentuh Ambang Batas

  • Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penerimaan negara 2025 mencapai Rp 2.756,3 triliun atau 91,7% dari target, sementara belanja negara mencapai Rp 3.451,4 triliun atau 95,3%. Dengan demikian, APBN 2025 tutup buku dengan defisit melebar sebesar Rp 695,1 triliun atau 2,92% PDB, nyaris mendekati ambang batas 3% yang ditetapkan undang-undang. Dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (8/1/2025), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan, kenaikan defisit anggaran tahun 2025 terutama disebabkan dua aspek. Pertama, belanja pemerintah pusat yang dipacu pada triwulan terakhir sesudah pelonggaran efisiensi. Kedua, pemberian paket stimulus ekonomi pada setiap kuartal yang bertujuan menjaga daya beli di tengah perlambatan.
  • "Sekalipun defisit membesar, kami pastikan tidak tembus 3%. Kalau saya buat defisit 0% juga bisa, tapi 'kan ekonomi jadi morat-marit," ujar Purbaya.

Stop Impor Solar, Indonesia Siap Uji Coba BBM B50 Tahun Ini

  • Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Kamis (8/1/2025) menargetkan implementasi mandatori biodiesel B50 akan dilakukan pada paruh kedua 2026 untuk menghentikan impor solar, setelah uji coba sukses di semester I-2026.  Bahan bakar terbarukan bauran dengan 50% crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah itu digadang-gadang akan menjadi salah satu strategi ketahanan energi nasional pada tahun 2026. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, uji coba biodiesel B50 saat ini tengah berjalan dan ditargetkan rampung pada semester I-2026. Jika hasilnya sesuai harapan, pemerintah akan langsung mencanangkan implementasi penuh pada paruh kedua tahun depan.

Riset Indef: Dana MBG dari Realokasi, Tak Buat Defisit APBN

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak akan membebani defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), karena sumber dana MBG berasal dari realokasi APBN, demikian menurut laporan Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Rizal Taufikurahhman mengatakan, pelaksanaan MBG lebih bersifat perubahan komposisi belanja.

Setelah Margarin dan Es Krim, Unilever Lepas Teh Sariwangi agar Fokus di Bisnis Inti

  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) resmi mengumumkan divestasi bisnis teh perseroan dengan merek Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa, perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) lokal yang terafiliasi dengan Grup Djarum. Aksi korporasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis (Business Transfer Agreement/BTA) pada Selasa, 6 Januari 2026. Dalam keterbukaan informasi, Unilever menyebut nilai transaksi divestasi bisnis teh tersebut sebesar Rp 1,5 triliun. Nilai pengalihan bisnis itu disepakati di luar pajak yang berlaku. PT Savoria Kreasi Rasa ditegaskan tidak memiliki hubungan afiliasi langsung dengan Unilever Indonesia.

Video Pilihan Kurangi Impor, Pemerintah Siapkan Biodiesel B50

Kurangi Impor, Pemerintah Siapkan Biodiesel B50
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut peningkatan penggunaan biodiesel berdampak signifikan terhadap penurunan impor solar. Pada 2024, impor solar masih berada di kisaran 8,3 juta ton, namun turun tajam menjadi sekitar 5 juta ton pada 2025. Capaian tersebut menjadi pijakan kuat bagi pemerintah untuk menargetkan penghentian total impor solar pada

Kapitalisasi Pasar 70 Emiten Berpotensi Delisting Rp 122,6 Triliun

  • Hingga 30 Desember 2025, terdapat 70 emiten yang  mengalami suspensi efek dengan jangka waktu 6 bulan atau lebih. Bahkan, terdapat 22 emiten yang mengalami suspensi efek lebih dari 60 bulan atau 5 tahun. Hasil analisis Tim Suar.id berdasarkan data dari laman TradingViews, nilai kapitalisasi pasar 70 emiten yang berpeluang delisting ini sekitar Rp 122,6 triliun. Nilai tersebut kurang dari 1 persen dari total kapitalisasi pasar seluruh emiten yang tercatat di bursa yang saat ini mencapai lebih dari Rp 16.000 triliun.
  • Dilihat dari skala kapitalisasi pasarnya, sebanyak 15 emiten memiliki nilai kapitalisasi pasar di atas Rp 1 triliun. Sebanyak 5 emiten dengan kapitalisasi pasar berkisar antara Rp 500 miliar hingga kurang dari Rp 1 triliun. Selebihnya (50 emiten) memiliki nilai kapitalisasi pasar kurang dari Rp 500 miliar. Dari 70 emiten yang berpotensi delisting, terdapat 4 emiten yang merupakan perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) dengan kapitalisasi pasar yang cukup besar. Keempat emiten BUMN tersebut adalah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA dengan Rp 8,1 triliun, PT Waskita Karya (Persero) Tbk atau WSKT dengan Rp 5,8 triliun, PT PP Properti Tbk atau (PPRO) dengan Rp 1,3 triliun, dan PT Indofarma Tbk atau INAF dengan Rp 390 miliar.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengadakan Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 yang akan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat, 9 Januari 2026, pukul 09.00 - 11.00 WIB. Agenda utamanya adalah memaparkan perkembangan terkini sektor jasa keuangan mulai dari perbankan, asuransi, perusahaan pembiayaan, pasar modal, hingga fintech, dan inovasi teknologi sektor keuangan. Akan dipaparkan juga beragam kebijakan OJK dalam menjaga stabilitas sektor keuangan, serta upaya perlindungan konsumen. 

Bank Indonesia dijadwalkan merilis hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) periode Desember 2025 pada hari Jumat, 9 Januari 2026. Survei ini dilakukan berkala setiap bulan oleh BI untuk mengukur keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Berbagai indeks seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE), dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) turut menjadi paparan utama dalam hasil survei. Hasil survei terkait dapat dilihat selengkapnya melalui website Bank Indonesia. 

"Lakukan satu hal yang menurut Anda tidak bisa Anda lakukan. Gagal. Coba lagi. Lakukan lebih baik kedua kalinya." (Oprah Winfrey - Pembawa Acara)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya