Selamat pagi, Chief…
Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Perjanjian Tarif Resiprokal Indonesia - AS Disahkan, Ini 11 MoU Senilai USD 38,4 Miliar
- Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump resmi menandatangani kesepakatan dagang timbal balik atau Agreement on Reciprocal Trade pada Kamis, 19 Februari 2026, waktu AS atau Jumat dini hari WIB, menandai zaman keemasan baru dari Aliansi AS-Indonesia yang terus berkembang.
- Pemerintah menegaskan substansi kesepakatan dagang mencakup besaran tarif bea masuk produk asal Indonesia ke AS sebesar 19%, atau lebih rendah dari penetapan sebelumnya yang sebesar 32%. Sejumlah produk seperti kelapa sawit, kopi, kakao, dan teh mendapatkan bebas tarif ke AS. Sebagai imbal balik, AS mendorong Indonesia untuk memberikan akses lebih luas terhadap mineral kritis untuk mendukung rantai pasok industri teknologi di sana.
- Dalam acara business summit, Presiden Prabowo Subianto juga menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (MoU) senilai USD 38,4 miliar antara perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat. Kesepakatan besar ini mencakup sektor industri manufaktur senilai USD 35,9 miliar, termasuk investasi strategis di bidang semikonduktor, serta sektor pertanian senilai USD 2,5 miliar yang melibatkan komoditas seperti kedelai, gandum, dan jagung. Kerjasama ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik sekaligus meningkatkan kepercayaan dunia usaha internasional terhadap stabilitas ekonomi nasional.


BI: Rupiah Melemah karena Undervalued
- Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami tren pelemahan hingga nyaris menembus level psikologis Rp 17.000. Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan ini karena nilai rupiah berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued. Otoritas moneter Tanah Air menilai pergerakan nilai tukar rupiah saat ini tidak dipengaruhi faktor fundamental. Sebab, indikator inflasi, pertumbuhan ekonomi, imbal hasil SBN, maupun indikator lain dalam posisi baik sehingga nilai tukar rupiah seharusnya menunjukkan penguatan. Pelemahan nilai tukar rupiah tersebut dipengaruhi tingginya ketidakpastian pasar keuangan global di tengah meningkatnya permintaan valuta asing oleh kelompok korporasi domestik. Berkaca dari kondisi tersebut, Rapat Dewan Gubernur BI Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.

Lima Risiko Gejala Global dan Strategi Antisipasinya
- Lima gejala utama membayangi arah ekonomi global sepanjang 2026, yaitu moderasi pertumbuhan di tengah ketidakpastian, reorientasi ekonomi dari berbasis ekspor ke pasar domestik, berhentinya pelonggaran kebijakan moneter, ketidakteraturan peta geopolitik, hingga teknonasionalisme dan bubble asset dalam investasi AI. Segala sesuatu yang dahulu sulit untuk dibayangkan kini mungkin bisa terjadi. Tembusnya batas-batas ketidakmungkinan ini menuntut pelaku usaha untuk bersaing menemukan playbook baru dalam manajemen risiko, khususnya ketika pertumbuhan ekonomi melambat

Jual-Beli Rekening Bank Masih Marak di Media Sosial
- Praktik jual beli rekening bank kini marak dilakukan secara terbuka di media sosial, seperti grup Facebook. Rekening "fullset" (termasuk kartu ATM dan akses mobile banking) dijual dengan rentang harga Rp 350.000 hingga Rp 400.000. Motif utama penjual umumnya adalah tekanan ekonomi, di mana mereka menjual rekening pribadi atau milik kerabat yang jarang digunakan.
- OJK menegaskan bahwa praktik ini adalah tindakan ilegal. Pemilik asli rekening tetap bertanggung jawab secara hukum atas semua transaksi yang terjadi, meskipun rekening tersebut telah dipindahtangankan. Alasan "tidak tahu" tidak menghapus pidana jika rekening digunakan untuk kejahatan.

Video Pilihan Solusi Akselerasi Transisi Energi


Dampak Pemotongan Kuota Produksi Nikel di Lantai Bursa
- Awal tahun 2026 menjadi periode yang menggembirakan bagi sektor material dasar (basic material) di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah pemerintah mengumumkan kebijakan memangkas kuota produksi nikel nasional. Rencana pengurangan target produksi dari 379 juta ton menjadi kisaran 260 juta–270 juta ton ini telah memicu lonjakan harga nikel global hingga menembus level USD 17.000 per ton. Kondisi tersebut menciptakan sentimen positif di pasar modal, di mana kelangkaan pasokan yang sengaja diciptakan justru memperkuat posisi tawar emiten nikel Indonesia sebagai penentu harga di kancah internasional.

Penguatan Sektor Perdagangan Guna Akselerasi Perekonomian Indonesia
- Ditinjau dari sisi lapangan usaha, sektor perdagangan tetap menjadi salah satu kontributor utama yang menopang struktur perekonomian nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor perdagangan tumbuh sebesar 5,49%, meningkat dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya yang berada di level 4,89%. Peningkatan ini selaras dengan pulihnya konsumsi rumah tangga dan aktivitas distribusi barang di seluruh wilayah Indonesia. Selain perdagangan, sektor lain seperti transportasi dan pergudangan juga mencatatkan pertumbuhan signifikan di angka 8,78%, yang secara tidak langsung memberikan dukungan logistik bagi arus barang domestik maupun internasional.


Rilis Laporan Neraca Pembayaran Triwulan IV 2025. Bank Indonesia (BI) mengagendakan rulis laporan ini pada Jumat, 20 Februari 2026, di situs resmi Bank Indonesia (www.bi.go.id). Laporan ini menjadi penting untuk disimak semua pemangku kepentingan ekonomi untuk melihat bagaimana potret neraca pembayaran Indonesia pada triwulan IV-2025 sehingga menjadi pondasi dan gambaran untuk mengambil keputusan ke depan.
Permata Institute for Economic Research (PIER) Economic Review 2025. PIER yang merupakan tim ekonom Bank Permata akan memaparkan analisis komprehensif terkait berbagai faktor domestik dan global yang diprediksi akan membentuk arah ekonomi Indonesia pada tahun 2026. Acara ini akan diselenggarakan Jumat 20 Februari 2026. Hadir sebagai pemberi materi Chief Economist Bank Permata Josua Pardede, Head of Macroeconomic & Financial Market Research Bank Permata Faisal Rachman, dan Head of Industry & Regional Research Bank Permata Adjie Harisandi.

“Bisnis adalah tentang mencari peluang di setiap masalah dan mengubahnya menjadi kesempatan.” (Richard Branson - Pendiri Virgin Group)
Selamat beraktivitas, Chief.
Tim SUAR