" } }

Wajah Indonesia di Mata Investor

Kurasi peristiwa terpenting yang perlu diketahui semesta dunia usaha untuk mengawali hari.

Wajah Indonesia di Mata Investor
Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha/rwa.
Daftar Isi

Selamat pagi, Chief… 

Berikut informasi penting terkait pengembangan semesta dunia usaha yang perlu mendapat perhatian hari ini berdasarkan kurasi Tim SUAR.

Badai Beruntun di Lantai Bursa

  • Belum selesai para investor babak belur dihajar ”longsor” Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (28/1/2026), indeks pasar modal tanah air kembali jeblok pada Kamis (29/1/2026). Hanya dalam 2 hari IHSG terperosok dalam hingga 748 poin.
  • Ambrolnya pasar modal dua hari terakhir dipicu oleh laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memutuskan untuk membekukan sementara penyesuaian indeks saham Indonesia. ‎Laporan MSCI begitu disegani karena menjadi acuan investor dari seluruh dunia. Apa yang disampaikan MSCI biasanya jadi referensi keputusan para investor kakap global. Lebih dari 50% saham MSCI dimiliki oleh raksasa manajer aset global seperti Vanguard dan BlackRock. Riset dan indeks MSCI menjadi acuan utama ribuan produk investasi global, mulai dari reksadana pasif, ETF, hingga strategi hedge fund.

Lima Investor Global Nilai Prospek Indonesia Tetap Cerah

  • Lima investor global berbagi pandangan tentang prospek cerah penanaman modal di Indonesia. Mereka adalah Rakuten Capital, Collyer Capital, Woori Venture Partners, Strategic Year Holdings Ltd, dan Synexia Ventures. Tanpa menafikan potensi gejolak dan disrupsi, kelimanya sepakat bahwa memiliki mitra lokal yang membantu menjelaskan lanskap regulasi dan situasi ekonomi-politik serta ekspektasi kejutan yang terukur merupakan kunci untuk menavigasi bisnis tetap moncer di negara dengan pasar terbesar di Asia Tenggara.

Pemerintah Jamin Stok dan Harga Pangan Jelang Imlek hingga Ramadan

  • Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan memastikan ketahanan pangan jelang perayaan Imlek dan bulan Ramadan tahun ini dalam kondisi yang aman. Hal ini ia sampaikan usai Rapat Koordinasi Kesiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 2026, di Kementerian Perdagangan, Kamis, 29 Januari 2026. Menurut Iqbal, harga barang kebutuhan pokok jelang permintaan yang dipastikan akan mengalami kenaikan itu tidak ada masalah. “Terkait dengan ketersediaan semua barang kebutuhan pokok itu tidak ada masalah, semuanya terkendali,” ujar Iqbal.

Sambut Era Baru Aset Kripto di 2026

  • Industri aset kripto di Indonesia resmi memasuki fase maturitas baru menyusul selesainya masa transisi pengawasan dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan ditopang regulasi yang kian komplet dan kini di bawah pengawasan OJK, perdagangan aset kripto diperkirakan bakal terus berkembang di 2026. Para pelaku pasar menilai aset kripto akan jadi jenis aset yang makin diperhitungkan dan dilirik investor ritel dan korporasi.

Melihat Performa Saham-Saham Emiten Indonesia dalam Indeks MSCI

  • Mengacu pada Fact Sheet MSCI Indonesia Index, saat ini terdapat 18 emiten yang mencakup sekitar 85% dari seluruh ekuitas di Indonesia yang masuk dalam indeks tersebut. Secara historis, performa kumulatif MSCI Indonesia menunjukkan tren yang jauh tertinggal dibandingkan indeks global lainnya. Dalam grafik rentang Desember 2010 hingga Desember 2025, nilai investasi di MSCI Indonesia hanya tumbuh tipis ke angka USD 110,03. Sementara indeks MSCI Emerging Markets mencapai USD 175,40 dan MSCI ACWI IMI melonjak drastis hingga USD 397,57.

Mesin Kapital di Balik Angka PDB Indonesia

  • Laporan Perekonomian Indonesia oleh Bank Indonesia (BI) mencatat perekonomian Indonesia pada tahun 2024 cukup resilien di angka 5,03% (yoy). Sebuah capaian yang diproyeksikan juga terjadi di tahun 2025 dan akan dijaga pada rentang 4,9% hingga 5,7% pada tahun 2026. Dilihat dari sisi pengeluaran, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi lebih unggul dengan pertumbuhan yang sangat progresif, melampaui laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga dalam kuartal II-2025 dan III-2025. Investasi ini sebagian besar mengalir ke aset-aset tetap seperti mesin, infrastruktur, dan pembangunan industri hilir. 

Diskusi Publik Resolusi Ekonomi Syariah 2026: Butuh Terobosan Bukan Polosan. Acara ini akan diselenggarakan pada Jumat 30 Januari 2026 pukul 13.30 WIB sampai selesai yang bisa disaksikan di Youtube Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Acara ini menghadirkan pembicara dan paparan hasil penelitian dari Pusat Pengembangan Ekonomi Syariah (CSED) Indef.

Batas Akhir Pelaporan SPT Masa (PPN) Desember 2025. Mengingat 30 Januari 2026 adalah hari kerja terakhir di bulan Januari, ini merupakan batas waktu krusial bagi perusahaan (pengusaha kena pajak/PKP) untuk melaporkan SPT Masa PPN periode Desember 2025 melalui portal e-Filing atau e-Faktur.

"Prajurit cerdik melihat efek dari energi yang digabungkan dan tidak mengharapkan terlalu banyak dari individu. Oleh karena itu, ia mampu untuk memilih orang yang tepat dan memanfaatkan energi yang digabungkan." (Sun Tzu - Ahli Strategi China)

Selamat beraktivitas, Chief.

Tim SUAR

Baca selengkapnya