Mengulas kebijakan, tren, dan dinamika keuangan nasional maupun global, membantu pengambil keputusan memahami arah perekonomian.
Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmen menjaga stabilitas ekonomi seraya mendorong pertumbuhan lewat lima program sinergis yang penopang optimisme perekonomian untuk mencapai pertumbuhan 4,9-5,7% di tahun 2026.
Hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, 23 Januari 2026 menyatakan sistem keuangan Indonesia sepanjang Kuartal-IV 2025 tetap stabil dan berhasil membuktikan ketahanan di tengah ketidakpastian global.
Terpilihnya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memicu respon yang beragam dari para ekonom. Apa saja dan bagaimana pandangan mereka?
Di tengah berbagai ketidakpastian global, pengusaha berharap perekonomian domestik bisa lebih terprediksi. Salah satu aspirasi pengusaha adalah agar tarif pajak bisa terprediksi dan bisa dikelola dengan transparan dan akuntabel.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) Januari 2026 mempertahankan BI Rate tetap 4,75% sambil memastikan stabilisasi nilai tukar rupiah terus berlanjut.
DPR telah menerima Surat Presiden yang memuat tiga nama calon Deputi Gubernur BI yakni nama yang diusulkan presiden adalah Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M Juhro. Salah satunya akan menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri.
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada November 2025 tercatat menurun menjadi USD 423,8 milar, lebih rendah dibandingkan posisi Oktober 2025 sebesar USD 424,9 miliar. Penurunan ini diikuti dengan perlambatan pertumbuhan tahunan ULN yang hanya mencapai 0,2% secara year-on-year (yoy).
HSBC memprediksi BI mampu menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) hingga 3 kali pada 2026. Penurunan BI Rate akan secara bertahap sebesar 25 basis poins pada triwulan I, II, III. Pada akhir tahun, BI Rate diperkirakan akan berada pada level 4,00%.
Keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Desember 2025 menegaskan sinyal postur kebijakan moneter longgar yang akan berlanjut hingga tahun depan.
Hadirnya Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono pada RDG BI dan kebijakan BI yang cenderung pro growth, memberi sinyal kuat mesranya fiskal-moneter untuk menciptakan dampak nyata ke sektor riil.
Bank Indonesia (BI) mengumumkan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia turun 1,82% ke posisi USD 424,4 miliar pada Kuartal-III 2025, dari sebelumnya sebesar USD 432,3 miliar pada Kuartal-II 2025.
RDG BI Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan tetap 4,75%.
Menampilkan 12 dari 14 total postingan
Tetap terupdate dengan koleksi cerita terbaik kami.